Hideki Matsuyama mengambil alih puncak klasemen di TPC Southwind dan berpeluang meraih gelar PGA TOUR ke-10 lewat FedEx St. Jude Championship.

Bintang golf asal Jepang Hideki Matsuyama berpeluang menorehkan sejarah dalam FedExCup Playoff. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, ia membukukan skor 6-under 64, yang kini memberinya keunggulan lima stroke menuju putaran final FedEx St. Jude Championship.

Sejak FedExCup Playoff bergulir tahun 2007, belum pernah ada pegolf Asia yang meraih kemenangan. Kini pegolf berusia 32 tahun ini memiliki peluang emas menyusul permainan mengesankannya di TPC Southwind, di Memphis. Kartu skornya kali ini diwarnai oleh sebuah eagle dan lima birdie.

Matsuyama, yang kini telah mengoleksi sembilan kemenangan PGA TOUR, plus medali perunggu Olimpiade Paris 2024, telah mengumpulkan 17-under 193. Ia unggul lima stroke dari pendatang baru PGA TOUR Nick Dunlap (66), yang sendirian di tempat kedua dengan skor total 198. Adapun juara bertahan FedExCup Viktor Hovland melejit ke peringkat ketiga dengan skor 66, dengan pimpinan klasemen FedExCup dan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 Scottie Scheffler (69) berbagi tempat keempat dengan Sam Burns dengan skor total 10-under.

Matsuyama menyebut keputusannya mengganti putter menjadi salah satu kunci pentingnya. Secara statistik, ia bahkan menjadi yang terbaik untuk kategori Strokes Gained: Putting dalam 54 hole. Kondisinya yang bebas dari cedera juga menjadi hal penting lainnya.

”Saya kaget (bisa memimpin lima stroke), tapi hari ini saya memang main bagus.”

”Saya kaget (bisa memimpin lima stroke), tapi hari ini saya memang main bagus,” tutur Matsuyama. ”Saya menggunakan putter baru, dan sejauh ini sangat membuahkan hasil. Saya memang sudah memilikinya untuk beberapa lama, dan saya pikir pekan ini menjadi saat yang bagus untuk memainkannya. Saya sendiri berada dalam kondisi yang sehat. Entahlah apakah fakta itu memengaruhi hasil kali ini. Sekali lagi, saya berharap besok (hari ini) saya bisa melanjutkan permainan dan melakukan hal yang sama.”

Dengan 18 hole tersisa, Matsuyama berniat untuk menuntaskan keunggulannya kali ini menjadi gelar PGA TOUR keduanya musim ini. Bulan Februari lalu ia telah sukses menjuarai Genesis Invitational, yang menjadikannya pegolf Asia dengan gelar PGA TOUR terbanyak. Keunggulan lima stroke miliknya dalam 54 hole ini tak hanya menjadi keunggulan terbesarnya musim ini, tapi juga memberinya peluang meraih gelar ke-10 dalam kariernya. Sejauh ini, tiga dari enam turnamen, di mana ia memimpin dalam 54 hole telah berhasil ia menangkan (World Golf Championships-HSBC Champions 2016, Masters Tournament 2021, dan ZOZO CHAMPIONSHIP 2021).

Pada putaran ketiga kemarin (17/8), Matsuyama mencatatkan satu birdie dengan satu bogey di dua hole pertamanya, tapi membukukan eagle di hole 3 par 5. Setelah mencapai green dalam dua pukulan, ia memasukkan putt sejaruh 4,5 meter untuk eagle tersebut.

”Saya melakukan drive yang bagus ke fairway, dan menyisakan jarak 233 meter ke pin, lalu menggunakan 3-wood untuk menyisakan 4,5 meter dan memasukkannya. (Eagle) ini sangat penting karena saya bisa mengembalikan momentum dan melanjutkannya dari sana,” tutur Matsuyama menyinggung eagle di hole 3 itu.

”Ada proses belajar baru ketika memiliki kedi yang baru dan kami berusaha menjalin kerja sama dengan baik. Namun, permainan saya tidak terpengaruhi hal itu. Sekarang kami sudah menjadi tim yang bagus.”

Setelah itu, permainannya kian memanas dan ia berhasil memperpanjang keunggulan dengan birdie dari hole 7, 11, 13, dan 16, plus mengamankan par di hole 17.

Permainan solid pada hari ketiga ini juga menunjukkan kualitas Taiga Tabuchi, kedi yang biasa membantu Ryo Hisatsune. Taiga menggantikan Shota Hayafuji, kedi reguler Matsuyama, setelah sang kedi dan pelatih Matsuyama kehilangan paspor ketika singgah di London.

”Ada proses belajar baru ketika memiliki kedi yang baru dan kami berusaha menjalin kerja sama dengan baik. Namun, permainan saya tidak terpengaruhi hal itu. Sekarang kami sudah menjadi tim yang bagus,” ujar Matsuyama.

Sementara itu, pegolf Korea An Byeonghun berhasil memperbaiki permainannya dan membukukan skor 68, yang membantunya melompat hingga 12 peringkat dan kini ada di posisi T31 dengan skor total 207. Sayangnya, rekan senegaranya, Tom Kim harus puas dengan skor 73 sehingga kini ada di posisi T39 dengan skor 208. Adapun Im Sungjae bermain even par 70 dan berada di posisi T45 dengan skor 205. Terakhir, Kim Siwoo (67) kin duduk di peringkat T58 dengan skor total 211.

Keempat pegolf Korea ini diproyeksikan berada di jajaran 50 besar klasemen FedExCup sehingga hampir pasti akan melangkah ke BMW Championship, ajang FedExCup Playoff selanjutnya.