Tiga birdie di tiga hole terakhir membawa Brad Kennedy berada di jarak ideal dari pimpinan klasemen Mitsui Sumitomo Visa Taiheiyo Masters.

Pegolf veteran Australia Brad Kennedy memperbaiki permainannya pada putaran kedua Mitsui Sumitomo Visa Taiheiyo Masters. Hari ini ia menorehkan skor 4-under 66, yang sekaligus membawanya mengumpulkan 3-under 137 dalam 36 hole bermain di Gotemba Course di Taiheiyo Club. Tiga birdie yang ia torehkan di tiga hole terakhir turut membawanya berada di jarak yang ideal dari pimpinan klasemen sementara, Hiroshi Iwata.

Permainannya hari ini membantu Kennedy untuk melompat 34 peringkat ke posisi T6 bersama pegolf Filipina Juvic Pagunsan dan Chan Kim dari Amerika. Jarak lima stroke dari Iwata juga terbilang ideal mengingat ia masih memiliki 36 hole untuk melanjutkan perjuangannya.

Iwata sendiri kembali menorehkan skor 66 sehingga meraih posisi teratas pada akhir putaran kedua tadi. Kini ia memegang keunggulan dua stroke dari Ryo Katsumoto (67), Ryo Ishikawa (66), dan Taiga Semikawa (67). Naoto Nakanishi, yang memulai putaran kedua tadi sebagai pimpinan klasemen, harus merelakan tempatnya diambil oleh Iwata lantaran hanya bermain dengan skor 1-over 71.

Kennedy sendiri tampaknya hampir sulit untuk memperbaiki kartu skornya lantaran hanya bermain 1-under hingga 15 hole berkat tiga birdie dan dua bogey. Akan tetapi, ia justru membalikkan keadaan dengan menuai tiga birdie berturut-turut di tiga hole terakhirnya.

”Hari ini saya main solid dengan tiga birdie sebagai penutup. Saya juga membuat tiga birdie di hole par 3, jadi rasanya saya mendapat bonus,” tutur Kennedy, yang belum pernah finis di luar T22 dalam tiga penampilannya pada ajang ini pada periode 2017-2019.

”Driver saya perlu ditingkatkan karena saya sering memukul ke bunker fairway dan merugikan saya untuk mendapatkan peluang meraih skor. Saya masih harus melatih permainan dan tak sabar untuk bisa kembali mengujinya.

”Saya mesti sedikit lebih stabil dalam melakukan pukulan. Green di sini sangat sulit untuk menerima pukulan approach karena sempit dan berbukit.” — Hiroshi Iwata.

”Ini lapangan favorit saya tiap musim, jadi senang bisa main pada akhir pekan.”

Kennedy jelas berniat untuk bisa benar-benar bersaing memperebutkan gelar pada pekan ini. Apalagi selama ini ia sudah berkali-kali nyaris meraih kemenangan pertamanya pada musim ini, dan keempat secara keseluruhan. Sayangnya, upayanya sejauh ini belum membuahkan hasil.

Tahun ini ia sempat hampir menjuarai Heiwa PGM Championship. Ia memulai putaran final sendirian dari peringkat kedua, tapi akhirnya harus puas finis T5 sebagai lima besar keempatnya tahun ini.

Pegolf Amerika Todd Baek, duo Korea Song Younghan dan Lee Sanghee, masing-masing menorehkan skor 71, 67, dan 70 sehingga menjadi bagian dari sejumlah pemain yang berada di peringkat 15 dengan skor total 1-under.

Iwata sendiri menunjukkan kualitas permainan yang membuatnya layak berada di puncak klasemen. Sempat mendapat dua bogey di tiga hole pertamanya, ia menuai enam birdie. Lima di antaranya ia raih di sembilan hole pertama sehingga kini ia berpeluang untuk mewujudkan kemenangan keduanya pada musim ini.

Iwata telah menjuarai gelar keempatnya pada ajang Shigeo Nagashima Invitational Sega Sammy Cup awal tahun ini. Kini ia berharap bisa meraih kemenangan kedua pada pekan ini. Keinginannya untuk mewujudkan kemenangan sempat ia tegaskan ketika finis di tempat kedua pada ajang Mynavi ABC Championship pekan lalu.

Namun, ia juga tahu kalau ia mesti mengatasi tantangan dari lapangan pekan ini jika ingin menuntaskan perlombaan juara. ”Saya mesti sedikit lebih stabil dalam melakukan pukulan,” tuturnya. ”Green di sini sangat sulit untuk menerima pukulan approach karena sempit dan berbukit.”