Kenneth Henson Sutianto berpeluang memperbaiki catatan penampilannya, sementara Lee Sieun kukuh di puncak klasemen Pondok Indah International Junior Golf Championship 2024.

Kenneth Henson Sutianto mengusung target yang sederhana ketika mulai mengikuti ajang Pondok Indah International Junior Golf Championship kali ini. Ia hanya ingin memperbaiki catatan skornya selama mengikuti ajang ini.

Dalam dua penampilan sebelumnya, pegolf yang kini berusia 17 tahun ini memang selalu finis di sepuluh besar. Akan tetapi, ia belum pernah mengakhiri turnamen 54 hole ini dengan bermain di bawah par.

Ketika finis T8 pada tahun 2022, ia mencatatkan skor total 13-over. Setahun kemudian, ia memang memperbaiki catatan skornya, namun skor 11-over kala itu membuatnya hanya finis sendirian di posisi ke-9.

Dari enam putaran tersebut, skor terbaiknya ialah ketika ia membukukan skor 1-under 71 pada putaran pertama edisi 2022.

 

Jayawardana Dornan, Round 2 PIIJGC 2024.
Jayawardana Dornan tampil sebagai pesaing terdekat bagi Kenneth Henson Sutianto menuju putaran final Pondok Indah International Junior Golf Championship 2024. Foto: Yongki Hermawan/fotogolf.id.

 

Maka ketika pada putaran kedua kejuaraan yang memasuki edisi ke-11 ini ia membukukan skor 2-under 70, jelas ada sedikit perasaan bangga pada dirinya. Apalagi ketika catatan tersebut ia torehkan tanpa harus menulis bogey di kartu skornya.

Skor 2-under tersebut praktis menempatkannya di puncak klasemen sementara dengan skor total 142, satu stroke lebih baik daripada Jayawardana Dornan, yang terpaksa membukukan skor 75. Akan tetapi, seperti mayoritas atlet, ia jelas sadar bahwa pertandingan masih jauh dari selesai. Terutama mengingat tahun 2024 sebenarnya merupakan tahun yang berat bagi karier golf siswa Sekolah Jembatan Budaya Bali ini.

”Awal tahun ini performa saya lumayan mengecewakan. Untungnya pada pertengahan tahun saya bertemu dengan pelatih-pelatih saya, jadi mulai memperbaiki permainan lagi, dan perlahan-lahan bisa kembali ke level permainan sebelumnya,” ujarnya.

Hasilnya pun langsung terlihat. Dua pekan berturut-turut ia sukses menjuarai ajang Indonesian Junior Premier League, masing-masing dengan skor 7-under 209 dan 5-under 211. Dan tiga minggu setelah itu, ia kembali angkat trofi setelah pada putaran final mencatatkan skor 68.

 

Logan Kim, Round 2 PIIJGC 2024.
Meski menuai enam birdie, Logan Kim mengaku kecewa karena harus mendapat lima bogey, termasuk tiga kali melakukan tiga putt. Foto: Yongki Hermawan/fotogolf.id.

 

Toh ia juga sadar bahwa golf bukan olahraga yang pasti dan 18 hole terakhir bisa menghadirkan kisah yang berbeda bagi seluruh peserta. Itu sebabnya, ia memilih untuk berusaha bermain santai dan tanpa stres alih-alih mengincar kemenangan.

”Saya ingin tetap fokus bermain dengan pukulan yang ada karena belum tentu saya bisa memukul bola seperti hari ini; mungkin bisa lebih bagus, bisa juga lebih jelek. Fokus saya tetap, kalau bisa, bermain under, tapi saya mau bermain dengan santai dan tidak stress. Targetnya itu,” ujarnya.

Meskipun Jayawardana menjadi pesaing terdekatnya, pegolf Korea Selatan Logan Kim juga praktis punya kesempatan untuk menciptakan kejutan. Setelah sebelumnya menorehkan skor 73, pada putaran kedua tadi ia menorehkan skor 1-under 71.

”Hari ini saya bermain dengan buruk. Saya bisa membuat enam birdie, tapi malah membuat lima bogey. Selain itu, saya harus tiga kali melakukan tiga putt,” ujarnya.

 

Lee Sieun, Round 2 PIIJGC 2024.
Lee Sieun akan memainkan putaran final dengan keunggulan sembilan stroke dari Thea Jessica Tan. Foto: Yongki Hermawan/fotogolf.id.

 

Putaran kedua memang menghadirkan tantangan yang tidak mudah bagi para peserta. Hal ini terlihat dari catatan skor mereka, di mana hanya Kenneth dan Kim saja yang bisa bermain di bawah par. Bahkan Lee Sieun, yang bersama Jayawardana mencatatkan skor 68 pada hari pertama, harus puas dengan skor 4-over 76.

Meski tersandung pada putaran kedua, Lee memiliki keunggulan sembilan stroke dari Thea Jessica Tan, yang menjadi pesaing terdekatnya.

Putaran kedua menjadi putaran final bagi kelompok usia yang lebih kecil, yaitu Kelas C (10-12 tahun). Raya Aquila Achka berhasil tampil sebagai pemenang setelah mencatatkan skor total 6-over 150 (74-76). Ia unggul satu stroke dari Jeremiah Alessandro.

Sementara Jennifer Quinn Effendi berhasil menyalip Apinya Panjakabutr untuk tampil sebagai juara Kelas C Putri setelah mencatatkan skor total 6-over 150. Jennifer menuntaskan 36 hole di Pondok Indah Golf Course dengan skor even par 72, sementara Apinya, yang merupakan pimpinan klasemen hari pertama, harus bermain dengan skor 77 sehingga pegolf Thailand ini harus finis satu stroke di belakang pegolf tuan rumah tersebut.