Kenneth Henson Sutianto berniat untuk menembus 20 besar dalam penampilannya yang keempat pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship, yang tahun ini digelar di Selandia Baru.
Tidak ada pegolf Indonesia yang menikmati kemenangan sebanyak Kenneth Henson Sutianto di antara enam wakil Merah Putih yang akan berlaga pada edisi ke-17 Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) tahun ini.
Pegolf yang memasuki tahun terakhir di kategori junior ini telah mengoleksi enam kemenangan pada turnamen yang memberikan poin World Amateur Golf Ranking. Keenam gelar itu ia menangkan dari periode Januari hingga awal Juli lalu.
Pegolf berusia 18 tahun ini memastikan mengakhiri penampilan terakhirnya pada Kejuaraan Nasional Junior dengan memenangkan ajang ini pada bulan Januari lalu. Ia kemudian menjuarai Elite Junior Amateur Golf Championship, di antaranya dengan menorehkan skor 64 pada putaran finalnya.
Catatan istimewa juga ia torehkan tatkala ia berhasil mendominasi Indonesian Junior Golf dengan memenangkan empat ajang Premier League berturut-turut.
Serangkaian prestasi ini jelas membuatnya mendapat undangan dari Asia-Pacific Golf Confederation untuk kembali tampil pada ajang AAC, yang tahun ini akan digelar di South Course di Te Arai Links, Selandia Baru pada 29 Oktober-1 November.
”Target saya ialah bisa finis di 20 besar tahun ini.” – Kenneth Sutianto
”Ajang ini selalu berada di daftar teratas saya setiap tahunnya. Semua pemain terbaik di Asia Pasifik akan mengikuti turnamen ini dan target saya ialah bisa finis di 20 besar tahun ini,” ujar Kenneth.
Sebagai ajang paling prestisius se-Asia Pasifik, Kejuaraan ini memang layak disebut sebagai Major bagi golf amatir. Apalagi sang pemenang nantinya berhak bertanding di Augusta National Golf Club pada Masters Tournament 2027 serta The Open Championship ke-155 yang tahun depan akan digelar di St. Andrews.
Delapan pegolf berperingkat 60 besar dunia dipastikan akan menjadi bagian dari sederet pemain elite di lapangan yang menampilkan 16 hole dengan pemandangan ke Samudra Pasifik ini.
Mereka adalah Harry Takis dari Australia (No.17), Zackary Swanwick dari Selandia Baru (No.19), juara bertahan Fifa Laopakdee asal Thailand (No.29), Nguyen Anh Minh asal Vietnam (No.30), Josh Duangmanee dari Thailand (No.41), runner-up 2024 asal China Ziqin Zhou (No.46), Taishi Moto dari Jepang (No.49), dan Jaden Dumdumaya asal Filipina (No.51).
Kenneth sendiri mencatatkan finis terbaiknya lewat finis T53 pada AAC tahun lalu. Seperti halnya Rayhan Latief, pegolf yang kini berstatus No.361 Dunia ini menorehkan grafik yang terus meningkat dalam penampilannya. (Lihat catatan penampilannya pada akhir tulisan ini!)

Pekan lalu ia juga berhasil menorehkan prestasi penting ketika tampil pada ajang Ciputra Golfpreneur Tournament. Dalam penampilan keduanya pada ajang Asian Development Tour itu, ia berhasil menyabet status amatir terbaik setelah finis di posisi ke-56 dengan skor total 1-under 287.
Bersama William Wijaya, ia juga telah mendapat pengalaman lebih awal di Te Arai Links setelah menjadi bagian dari total 16 peserta yang mengikuti AAC Academy pada bulan Mei lalu. ”Semoga saya bisa menampilkan permainan terbaik saya di Te Arai Links,” ujarnya.
Meski menargetkan menembus 20 besar, Kenneth meyakini bahwa pegolf yang mau bekerja keras dan bermain dengan cerdas tetap punya peluang bersaing.
”Kalau Indonesia bisa memenangkan AAC, prestasi ini akan menjadi berita yang sangat bagus untuk industri golf di Indonesia,” tandasnya.
Catatan penampilan Kenneth Sutianto pada Asia-Pacific Amateur Championship 2023-2025
2025: T53 – 74-74-74-78, 12-over 300
2024: MC – 76-73, 9-over 149
2023: MC – 86-83, 27-over 169

