Kiradech Aphibarnrat siap mencurahkan semua kemampuannya untuk mempertahankan kariernya pada PGA TOUR.

Tiga seri turnamen yang menjadi bagian dari Korn Ferry Tour Final mulai pekan ini sampai dua pekan berikutnya bakal menjadi kesempatan terakhir bagi Kiradech Aphibarnrat untuk mempertahankan kartu PGA TOUR miliknya.

Untuk kedua kalinya dalam dua tahun terakhir, pegolf berusia 33 tahun ini harus mengalami tekanan untuk bertahan di sirkuit elite dunia ini. Jalur ini kembali ia tempuh lantaran hanya finis di peringkat 190 klasemen FedExCup. Sementara yang berhak mempertahankan kartunya hanya mereka yang berada di posisi 125 besar.

Finis T13 pada ajang Wyndham Championship, turnamen terakhir musim reguler PGA TOUR dua pekan lalu memberinya percaya diri yang sangat cukup. Pasalnya, dalam turanmen tersebut ia sempat mencatatkan skor 65 dan 63 pada putaran kedua dan ketiga pada ajang yang digelar di TPC Southwind itu.

Ia kembali bergabung dengan kedi pertamanya dari Thailand, Prajak Khaoprathum, yang terbang ke AS untuk membantunya membawa tas golf sejak ajang Rocket Mortgage Classic bulan lalu. Secara mengejutkan ia pun berhasil mematahkan kegagalannya lolos cut secara beruntun.

”Satu hal yang harus saya lakukan ialah kembali ke lapangan dan bermain. Saya pernah berniat menyerah, jadi tak ada ruginya. Kalau tak dapat (kartu PGA TOUR), saya bisa kembali ke Eropa atau Asia. Kalau bisa kembali mendapatkannya, berarti bonus. Saya tidak akan memaksakan diri, cuma ke lapangan dan memainkan permainan saya sendiri. Saya hanya ingin merasa nyaman,” jelas mantan pegolf No.1 Asian Tour ini.

Pegolf yang sempat menempati peringkat 29 dunia ini sebenarnya telah menjuarai empat gelar DP World Tour. Ia mulai bermain penuh pada PGA TOUR tahun 2019. Sayangnya, cedera lutut yang ia alami membuatnya mengalami masa-masa terberat dalam kariernya. Rasa percaya dirinya pun runtuh. Ia malah sempat melupakan mimpi Amerikanya musim ini setelah sembilan kali gagal lolos cut dari 19 turnamen yang ia ikuti. Namun, hasil bagus pada Wyndham Championship dan Prajak yang kembali bersamanya, berhasil mengubah pikirannya.

”Saya merasa nyaman ketika ada teman yang membawa tas saya. Kami bisa berbicara dengan bahasa yang sama. Saya yakin bisa tampil lebih bagus daripada sebelumnya.” — Kiradech Aphibarnrat.

”Sejujurnya, saya sudah siap pulang kampung. Rasanya saya siap melupakan PGA TOUR dan tinggal di AS. Ketika keluar dari rumah, rasanya saya sendirian, dan saya bahkan tidak memiliki bahasa yang sama dengan kedi Amerika saya. Lalu ketika kedi Thailand pertama saya bisa ke sini, saya berpikir untuk kembali mencobanya melalui Korn Ferry Tour Final. Saya tidak berencana untuk mengikuti Final ini, tapi tidak bisa mengabaikannya tanpa berusaha. Jutaan orang lainnya ingin mendapatkan spot ini,” tutur Kiradech.

Ia merasa kualitas pukulannya mengalami peningkatan pesat dalam beberapa pekan terakhir. Namun, putter-nya juga harus bisa prima jika ingin sukses pada Korn Ferry Tour Final yang dimulai lewat ajang Albertsons Boise Open presented by Chevron di Hillcrest Country Club di Boise, Idaho. Ia bahkan harus mengutak-atik dan memilah-milih putter untuk mencari yang ideal. Kehadiran Prajak juga ikut meningkatkan percaya dirinya karena sang kedi adalah teman dekatnya juga.

”Saya merasa nyaman ketika ada teman yang membawa tas saya. Kami bisa berbicara dengan bahasa yang sama. Saya yakin bisa tampil lebih bagus daripada sebelumnya. Kami saling percaya dan swing saya mulai bagus. Anda bisa melihat kalau saya membuat lebih sedikit bogey, lebih sedikit kesalahan yang tercipta dalam beberapa pekan terakhir,” jelas Kiradech.

”Permainan saya terasa bagus sejak Rocket Mortgage Classic. Kualitas pukulan juga jauh lebih baik dan permainan dari tee ke green juga konsisten. Saya menorehkan dua skor terendah saya pada ajang Wyndham Championship. Sejauh ini saya mengalami pasang-surut pada PGA TOUR sejak 2014 dan saya menunjukkan kalau saya selalu ada di jajaran 50 besar dunia. Namun, setelah cedera itu saya kehilangan rasa percaya diri. Rasanya inilah satu momen buruk dalam hidup saya. Entah kapan saya bisa mengembalikan performa, tapi semuanya bisa pulih.”

Musim lalu Kiradech finis di posisi T20, T34, dan T27 untuk meraih posisi ke-21 dari 25 pemain yang mendapat kartu PGA TOUR. Ia merasa bersemangat menyinggung peluangnya kali ini. ”Saya suka lapangan-lapangannya, tahun lalu pun saya main bagus,” tuturnya.

”Yang saya lakukan sekarang ialah datang dengan cara yang tepat dan saya hanya perlu menyatukan semua aspek permainan secara bersamaan.”