Dari kedua momen penting pada putaran final PGA Championship yang ia menangkan, Phil Mickelson menciptakannya melalui short game yang menjadi keahliannya. Dan kini ia membahas hal mendasar dari melakukan chipping.

Dalam perjalanannya menciptakan sejarah sebagai pemenang tertua ajang Major golf pria dalam usia 50 tahun, Phil Mickelson menghasilkan begitu banyak pukulan penting sepanjang empat putaran yang ia mainkan pada ajang PGA Championship di Kiawah Island musim ini.

Meski tak mudah menilai pukulan mana yang paling penting, yang jelas ada dua momen besar pada awal putaran finalnya yang, jika diingat kembali, menyelamatkan skornya dan memberinya gelar Major keenam—dan gelar PGA TOUR ke-45—dalam karier anggota World Golf Hall of Fame ini.

Tidak mengherankan jika keduanya tercipta melalui short game-nya.

Pukulan pertama terhadi di hole 2 par 5. Mickelson sudah mendapat bogey di hole pertamanya dan harus bangkit. Pukulan approach-nya hanya mencapai rough di sisi samping bunker sebagai pukulan ketiganya. Jika Mickelson bukan pemain kidal, ia harus berdiri di bunker dan melakukan swing. Namun, lantaran ia pemain kidal, ia mendapatkan kuda-kuda yang lebih baik. Chipping yang sulit itu kemudian menyisakan jarak tinggal senggol untuk memberinya birdie.

Momen besar keduanya malah layak menjadi pukulan khas pada turnamen tersebut.

”Ada beragam pukulan yang bisa kita lakukan di sekitar green. Namun, semuanya berakar dari fondasi kita, gerakan chipping yang paling dasar.

Pukulan itu terjadi di hole 5 par 3. Pukulan tee-nya telah memasukkan bola ke bunker. Untungnya, ia mendapat posisi bola yang datar, dan pukulan bunker-nya justru berhasil memasukkan bola ke lubang untuk birdie keduanya hari itu. Birdie itu sekaligus memberinya keunggulan dua stroke dalam duelnya dengan rekan mainnya, Brooks Koepka. Meskipun pertandingan masih jauh dari selesai, pukulan bunker tersebut terbukti memberi dorongan ekstra yang Mickelson butuhkan saat itu.

”Sudah jelas pukulan tersebut menciptakan momentum,” tuturnya seusai pertandingan. ”Bisa langsung memimpin seperti itu memang agak sedikit terlalu cepat mengingat ada banyak hal yang terjadi. Saya baru di hole 5, namun birdie itu menjadi momentum yang besar.

”Hal terbesarnya ialah melakukan up-and-down. Saya tak ingin membuang-buang pukulan lagi dan harus berjuang keras untuk mempertahankan posisi dan saya masih 1-over dalam empat hole. Saya hanya perlu melakukan up-and-down dan birdie itu jelas menjadi bonus, hanya saja saya sadar kalau saya masih harus bekerja keras lagi di hole-hole berikutnya.”

 Dari semua atributnya sebagai salah satu pegolf terbaik sepanjang masa, kartu andalan Mickelson ialah sentuhan ajaibnya dengan wedge di sekitar green. Berkali-kali ia melakukan chipping atau pukulan bunker yang terlihat tampak begitu mudah; kebanyakan pemain amatir apalagi pegolf akhir pekan justru kesulitan untuk membuka rahasia dari pukulan-pukulan tersebut.

 

Phil Mickelson menekankan fondasi gerakan sebagai kunci dalam mengeksekusi pukulan. Foto: Tom Pennington/Getty Images.

 

 

”Ada beragam pukulan yang bisa kita lakukan di sekitar green,” ujar Mickelson. ”Namun, semuanya berakar dari fondasi kita, gerakan chipping yang paling dasar. …

”Dalam melakukan chipping, Anda berurusan dengan wedge 60°, di mana leading edge menjadi yang pertama kalinya menyentuh bola. Oleh karena itu, hanya ada satu cara melakukan chipping. Semua yang kita lakukan saat chipping didesain untuk menjaga agar leading edge itu turun.”

Dalam video yang diproduksi oleh Callaway Golf, Mickelson memberikan tiga hal fundamental untuk mencapai tujuan tersebut. Ia menyebutnya Chipping 101.

1. Posisi Bobot Tubuh
”Bobot tubuh Anda harus berada di kaki depan (kiri untuk nonkidal, dan kanan untuk kidal) karena kalau di kaki belakang, leading edge akan mencongkel naik,” jelas Mickelson. ”Jadi, bobot tubuh Anda harus berada di kaki depan.”

2. Tangan di Depan
”Tangan Anda tidak boleh berada di belakang (bola),” jelas Mickelson. ”Kedua tangan itu harus di depan, menciptakan garis yang nyaris berkebalikan. Dan Anda juga tidak boleh membuatnya lurus. Anda perlu memutar ke arah jalur tangan.”

3. Tentukan: Renah atau Tinggi
”Jika ingin rendah,” ujar Mickelson lagi, ”bola harus berada di kaki belakang. Jika ingin tinggi, bola harus berada di kaki depan. Namun, posis bola tidak boleh berada di antara kedua kaki.

Ini swing pendek termudah dalam golf, tapi tidak ada yang melakukannya dengan benar.

”Kebanyakan orang melakukan chipping dengan bola berada di kedua kaki dan mereka tidak menentukan pukulan seperti apa yang hendak mereka lakukan. Ketika bola berada di antara kedua kaki, Anda tidak bisa menempatkan bobot tubuh ke kaki depan karena nantinya pukulan malah akan dilakukan di atas bola. Jika ingin mencoba memukul tinggi, Anda malah akan menyendoknya sehingga Anda menempatkan bobot tubuh ke kaki belakang untuk membantu melakukan pukulan ini.

”Anda tidak bisa melakukan chipping dengan bola berada di kedua kaki. Namun, sering kali orang berusaha melakukan chipping dengan bola di antara kedua kakinya.”

Jadi, untuk ringkasnya … bobot tubuh ada di kaki depan, tangan ke depan, dan hindari posisi bola berada di antara kedua kaki. ”Jika melakukan hal itu,” sambung Mickelson, ”Anda akan selalu melakukan kontak dengan solid. Ini swing pendek termudah dalam golf, tapi tidak ada yang melakukannya dengan benar.

”Yah, sangat sedikit yang melakukannya dengan benar.”

Nah, sudah tentu Mickelson melakukan dengan lebih baik daripada kebanyakan orang.