Lee Kyounghoon, Tom Kim, dan Kim Siwoo memastikan melanjutkan perjuangan mereka di Augusta National Golf Club ke putaran akhir pekan.

Pemegang dua gelar PGA TOUR asal Korea, Lee Kyounghoon, ikut mencuri perhatian pada hari kedua gelaran Masters Tournament di Augusta National Golf Club kemarin (7/4). Skor 5-under 67 yang ia bukukan menempatkannya menjadi salah satu dari hanya dua pemain yang menorehkan skor terendah dalam putaran yang tak dapat sepenuhnya diselesaikan akibat kondisi cuaca buruk.

Putaran kedua Masters Tournament, yang merupakan turnamen Major pertama untuk tahun 2023 ini, harus dua kali dihentikan akibat cuaca yang tidak bersahabat pada sore hari. Akan tetapi, Brooks Koepka masih mampu mencatatkan permainan tanpa bogey dengan skor 67 untuk memimpin klasemen sementara dengan skor total 12-under 132. Catatan ini juga menjadikannya sebagai pemain yang berhasil mengimbangi skor terendah ketiga dalam sejarah turnamen untuk menguasai puncak klasemen.

Pegolf No.3 Dunia Jon Rahm berada di tempat kedua dengan skor 9-under setelah memainkan sembilan hole tatkala harus kembali ke clubhouse. Adapun pemain amatir asal Amerika Sam Bennett kembali menjadi salah satu tajuk utama setelah kembali mencatatkan skor 4-under 68 dan menempatannya sendirian di tempat ketiga dengan 8-under.

 

Tom Kim, Round 2 Masters Tournament 2023.
Tom Kim berhasil bangkit dari dua bogey dan satu bogey untuk bermain even par 72 pada putaran kedua Masters Tournament 2023. Foto: Getty Images.

 

Penampilan Lee pekan ini memang istimewa. Setelah tahun lalu hanya bisa bermain dalam dua putaran, pegolf Korea ini membukukan tujuh birdie termasuk empat birdie di sepuluh hole terakhirnya. Dengan skor total 3-under, ia kini menempati peringkat T18 dan bersemangat untuk kembali mencatatkan skor rendah demi meramaikan persaingan di jajaran atas.

Rekan senegaranya, Tom Kim, yang baru kali ini tampil di Augusta National, ikut menampilkan perjuangan yang memukau. Sempat mendapat dua bogey dan satu double bogey, ia memperbaiki permainannya untuk mengemas tiga birdie di enam hole terakhirnya untuk mencatatkan skor 72. Dengan skor total 2-under, ia kini menghuni posisi T22. Sementara pemegang empat gelar PGA TOUR Kim Siwoo, yang juga bermain even par 72 duduk di posisi T44.

Pegolf Korea keempat, Im Sungjae, menjadi salah satu pemain yang harus melanjutkan putaran keduanya pada hari Sabtu ini. Ia masih harus memainkan sepuluh hole lagi dan sejauh ini ia bermain even par dalam delapan hole, dan mencatatkan 1-under untuk turnamen ini. Setelah dua kali menembus sepuluh besar dalam tiga penampilan sebelumnya, Im kini mengincar untuk bisa kembali mencatatkan prestasi serupa.

 

 

Akan tetapi, peluang bersaing juga mulai terbuka bagi Juara Masters 2021 Hideki Matsuyama. Ia telah mencatatkan skor 3-under ketika permainan harus dihentikan. Pegolf Jepang berusia 31 tahun ini membukukan birdie di dua hole par 5 dalam sembilan hole pertamanya sehingga membawanya mendekati jajaran atas.

Adapun sang juara bertahan dan pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler, secara mengejutkan, harus mengalami kesulitan dan akhirnya harus menuntaskan putaran keduanya dengan skor 75. Akibatnya, posisinya terlempar jauh dari persaingan lantaran kini hanya memiliki skor total 1-under.

Tak kalah mengejutkan lagi, pegolf No.2 Dunia Rory McIlroy justru harus melupakan meraih grand slam tahun ini. Skor 77 yang ia dapatkan pada putaran kedua kemarin membuatnya harus pulang lebih awal.

Sementara itu, legenda Amerika Tiger Woods, yang telah menjuarai lima gelar Masters dan 82 gelar PGA TOUR, juga berjuang keras untuk bisa lolos cut sebanyak 23 kali secara berturut-turut di Augusta national. Dengan batas cut-off yang diprediksi pada 2-over, Woods berada di ambang batas dengan menyisakan tujuh hole.

””Saya selalu melihat pesan itu tiap kali menggenggam club, ’Don’t wait to do something’. … Saya menggunakan pesan itu untuk tetap fokus dan benar-benar mengunci diri pada satu pukulan.” — Sam Bennett.

Dengan menempati peringkat ketiga, Bennett jelas layak menjadi salah satu bintang utama pada pekan ini. Partisipasi perdananya pada ajang Masters ini ia peroleh setelah menjuarai U.S. Amateur 2022. Dengan lima birdie dan satu bogey, pemuda Amerika ini kini mulai memimpikan sebuah hasil akhir yang istimewa.

”Semua orang yang datang pada pekan ini berharap Anda bisa meraih gelar Lowest Amateur,” ujar Bennett, yang membuka permainannya dengan skor 68, skor terendah yang pernah diraih oleh seorang pemain amatir pada putaran pertama sejak Ken Venturi melakukannya tahun 1956. ”Saya hanya ingin memainkan dua putaran dengan bagus. Saya tahu kalau permainan saya cukup bagus untuk bersaing. Sekarang saya berada dalam situasi di mana saya berada dalam sebuah turnamen yang bisa saya menangkan.”

Sembari bersiap menghadapi putaran akhir pekan, Bennett akan terus terinspirasi oleh pesan almarhum sang ayah, ”Jangan menunggu untuk melakukan sesuatu!” (Don’t wait to do something) yang ia tato di lengan kirinya.

”Saya selalu melihat pesan itu tiap kali menggenggam club, ’Don’t wait to do something’. Kira-kira, berusahalah. Saya menggunakannya sebagai motivasi. Saya tahu betapa bahagianya ia melihat saya bermain di Augusta National. Saya menggunakan pesan itu untuk tetap fokus dan benar-benar mengunci diri pada satu pukulan,” tandasnya.