Kevin Caesario Akbar memilih untuk memperbaiki skor rata-ratanya dalam menjalani Jakarta International Championship yang mulai bergulir Kamis (2/10).
Catatan Redaksi: Artikel ini telah kami revisi dengan mencantumkan total skor yang tepat.
Meskipun berharap bisa tampil sebaik mungkin ketika Jakarta International Championship mulai bergulir di Damai Indah Golf PIK Course, Kamis (2/10) besok, Kevin Caesario Akbar memilih berfokus untuk terus memperbaiki skor rata-ratanya.
Belakangan ini atlet Ciputra Golfpreneur Foundation ini mencatatkan sejumlah hasil yang membanggakan. Sepuluh dari total sebelas putaran terakhir yang ia mainkan—dua dari ajang Asian Development Tour dan satu dari ajang Asian Tour—Kevin mencatatkan skor under. Bahkan secara total ia telah bermain 30-under yang terakumulasi dari total 50 birdie, 18 bogey, dan satu double bogey. Hanya Naraajie Emerald Ramadhanputra yang memiliki koleksi skor yang lebih baik dalam tiga turnamen yang sama, di mana Naraajie mencatatkan total satu eagle, 57 birdie, 17 bogey, dan 2 double bogey.
”Tahun ini saya menargetkan skor rata-rata saya turun menjadi 71. Sejauh ini sudah 71,6.”
Puncaknya adalah ketika ia berhasil mencatatkan finis di posisi T7 pada ajang Mandiri Indonesia Open pada akhir Agustus 2025 lalu. Skor tanpa bogey 6-under 66 pada putaran final kala itu sekaligus menjadi putaran final tanpa bogey keduanya setelah ia melakukannya juga pada ajang Ciputra Golfpreneur Tournament, yang berlangsung sepekan sebelumnya.
”Bisa dibilang saya tidak terlalu memikirkan berapa cut-off pekan ini. Pada beberapa turnamen terakhir, saya lebih banyak fokus ke skor rata-rata. Jadi, apakah nanti lolos cut atau tidak, meskipun tentu harapannya lolos, saya lebih berfokus untuk terus memperbaiki skor rata-rata saya,” tutur Kevin. ”Kalau berfokus ke skor rata saya cenderung bisa bermain sesuai strategi tanpa tiba-tiba harus bermain agresif.”
Pekan ini menjadi istimewa, mengingat menjelang berakhirnya musim 2025, banyak pegolf kelas dunia yang mengincar tiket ke LIV Golf League untuk musim 2026 dengan tampil sebaik mungkin pada tiap ajang International Series yang tersisa. Jakarta International Championship pekan ini sekaligus mengawali perburuan poin dengan sederet ajang International Series hingga akhir musim nanti.
Damai Indah Golf PIK Course pekan ini juga menyuguhkan tantangan baru berupa pengurangan jumlah par. Dalam kondisi reguler lapangan karya Robert Trent Jones Jr. ini merupakan lapangan 72 par, namun pekan ini para peserta akan memainkannya sebagai lapangan 70 par. Hole 6 dan hole 13, yang biasanya merupakan par 5, kini menjadi par 4.

”(Perubahan ini) pasti membuat perbedaan dari strategi bermain. Cuma saya yakin tee box-nya tidak akan terlalu jauh ke belakang, khususnya di par 5 yang menjadi par 4,” tutur pegolf yang kini menduduki peringkat 1737 Dunia ini. ”Menurut saya semua pemain merasakannya, tapi menurut saya tidak akan terlalu berbeda jauh antara memainkannya sebagai par 4 dan par 5. Kalau memang memungkinkan, saya akan berusaha memukul ke green dalam dua pukulan, tapi seandainya pukulan tee kurang bagus, ya upayakan masuk green dalam tiga kali pukul saja.”
Keputusan Kevin untuk berfokus menurunkan skor rata-rata memang cukup beralasan. Jika bisa lebih menurunkan skor rata-ratanya, peluang untuk tidak hanya memastikan bermain penuh dalam sebuah turnamen, tapi juga bersaing dengan para pegolf kelas dunia lainnya juga akan lebih terbuka.
”Tahun ini saya menargetkan skor rata-rata saya turun menjadi 71. Sejauh ini sudah 71,6. Memang kelihatannya tinggal sedikit lagi, tapi sebenarnya menurunkan 0,6 itu tidak mudah. Kalau cuma bermain 70, misalnya skor rata-rata akan turun sedikit karena putaran yang saya mainkan sudah banyak,” tandasnya.
Selain Kevin, Indonesia akan diwakili oleh Jonathan Wijono, Hendri Nasim, Naraajie Emerald Ramadhanputra, Gabriel Hansel Hari, Peter Gunawan, Almay Rayhan, Alfred Sitohang, Taufik Sosilo, serta dua pegolf amatir Kenneth Henson Sutianto dan Amadeus Christian Susanto.

