Bintang baru dari Korea Lee Kyounghoon berniat untuk bersaing pada Sanderson Farms Championship, turnamen PGA TOUR pertamanya untuk musim 2021-2022.

Lee Kyounghoon segera melakoni debutnya pada PGA TOUR musim 2021-2022 lewat ajang Sanderson Farms Championship yang dimulai Kamis (30/9) ini. Ia tidak berminat menjadikan ajang ini sebagai ajang pemanasan untuk memulai musim yang baru. Sebaliknya, pegolf berusia 30 tahun ini mematok tiga target.

Lee bermaksud untuk meraih gelar PGA TOUR kedua dalam kariernya, sekaligus bermaksud untuk menembus 50 besar dunia dan menembus kualifikasi untuk menjadi bagian Tim Internasional pada ajang Presidents Cup 2022 menghadapi Amerika Serikat.

Setelah kemenangan pertama yang ia raih pada ajang AT&T Byron Nelson bulan Mei 2021 lalu, bisa dibilang ia memiliki musim yang bagus. Ia tak hanya menembus FedExCup Playoff, tapi juga nyaris menembus TOUR Championship, kalau saja tidak mendapat bogey di hole terakhirnya pada ajang BMW Championship.

Namun, hal terbesar yang ia syukuri ialah ketika ia dan Yu Jooyeon, sang istri, menyambut kelahiran putri pertama mereka, Celine Yuna Lee bulan Juli lalu.

”… jika bisa masuk 50 besar, mungkin tempat saya pada Presidents Cup bisa dipastikan. Saya akan merasa luar biasa terhormat jika bisa mewakili negara saya.”

”Musim 2021 merupakan musim terbaik yang pernah ada dan saya luar biasa senang. Ini tahun terbaik saya di lapangan golf, dan kami baru saja memiliki seorang bayi dan begitu banyak hal yang menggembirakan. Saya juga meraih kemenangan sehingga tahun ini menjadi tahun yang sangat sukses,” ujar Lee.

”Saya tak sabar menjalani musim yang baru ini, dan targetnya ialah meraih kemenangan yang lain dan menembus 50 besar dunia. Bermain untuk Korea, mewakili Tim Internasional pada Presidents Cup tahun depan juga bisa menjadi ambisi yang besar. Saya berusaha untuk fokus dan menang dan jika bisa masuk 50 besar, mungkin tempat saya pada Presidents Cup bisa dipastikan. Saya akan merasa luar biasa terhormat jika bisa mewakili negara saya.”

Sejumlah pegolf tangguh Asia bakal berkumpul di Country Club of Jackson di Jackson, Mississippi pekan ini. Pegolf Korea lain yang juga tampil ialah Im Sungjae, yang finis di tempat kedua pada ajang ini tahun 2019 lalu, Kang Sung, Kim Siwoo, dan Noh Seungyul. Sementara itu, Kiradech Aphibarnrat yang belum lama ini finis T2 pada BMW PGA Championship di kancah European Tour, pegolf India Anirban Lahiri, serta peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo dari China Taipei, C.T. Pan ikut meramaikan persaingan. Adapun sang juara bertahan, Sergio Garcia, juga bakal berusaha memenangkan kembali trofinya.

Lee mungkin terkenal akan selera humornya yang unik, terutama ketika mengungkapkan ambisi golfnya untuk menjadi ”pegolf No.1 di dunia dan No.1 terseksi di dunia”. Meski demikian, ia menunjukkan niat yang serius selama jeda kompetisi. Ia benar-benar mempersiapkan dirinya untuk musim yang baru ini. Termasuk mencurahkan waktu berjam-jam di pusat kebugaran dan fasilitas latihan agar memiliki fisik yang lebih kuat dan lebih cepat untuk memenuhi target-target barunya.

”Saya berusaha melatih tubuh saya agar bisa menambah jarak pukul dan bisa berlatih lebih lama tanpa mencederai diri sendiri.”

”Banyak latihan, menghabiskan berjam-jam di Lake Nona dan menghabiskan banyak waktu di fasilitas kebugaran untuk menyiapkan kondisi tubuh saya agar lebih kuat sepanjang tahun ke depan dan supaya tidak mudah lelah,” tutur Lee, yang segera melakoni penampilan keempatnya pada Sanderson Farms Championship ini.

”Saya berusaha melatih tubuh saya agar bisa menambah jarak pukul dan bisa berlatih lebih lama tanpa mencederai diri sendiri. Jeda musim ini tampaknya menjadi momen untuk rehat bagi banyak pegolf, tapi buat saya, saya malah banyak berlatih di luar dan di dalam lapangan.”

Nyaris menembus ajang pamungkas musim lalu jelas membuatnya kecewa, namun pengalaman itu ia anggap sebagai sebuah motivasi besar. Itu sebabnya, musim ini ia berharap bisa menembus TOUR Championship pada musim ini.

”Pukulan kedua itu terjadi hanyaa karena kelelahan fisik dari sepanjang tahun. Posisi lie-nya uphill, mungkin saya juga tidak seratus persen berkomitmen malkukan pukulan itu dan memukul lurus. Namun, bukan pukulan kedua itu yang mengecewakan. Sebaliknya, malah chipping (pukulan ketiga) itu. Saya beruntung masih bisa menemukan bolanya dan memukul ke green, tapi saya tidak memberi peluang pada diri sendiri untuk membuat par,” tutupnya.