Kiradech Aphibarnrat melakukan pencapaian terbaiknya pada BMW PGA Championship dengan mencatatkan skor yang sama dengan ketika ia memulai ajang Rolex Series ini.
Kiradech Aphibranrat menorehkan pencapaian terbaiknya sepanjang tahun ini dengan mencatatkan finis T2 pada ajang flagship European Tour, BMW PGA Championship di Wentworth Golf Club, Minggu (12/9) kemarin. Ia menuntaskan kejuaraan, yang juga merupakan ajang Rolex Series tersebut dengan mencatatkan skor yang sama seperti ketika ia memulai pertandingan pada hari Kamis (9/9).
Prestasinya kali ini jelas menjadi angin segar bagi pemegang empat gelar European Tour ini, mengingat hampir sepanjang tahun 2021 ini ia harus mengalami masa-masa yang sulit. Apalagi mengingat sampai pertengahan tahun 2021, dari total 9 turnamen yang ia ikuti, ia hanya lolos cut sekali ketika bertanding pada ajang PGA TOUR. Finis terbaiknya tahun ini hanya ketika mencapai T37 pada ajang Wyndham Championship, yang membuatnya kehilangan kartu PGA TOUR dan harus mengikuti Korn Ferry Tour Final untuk kembali ke sirkuit yang telah ia ikuti sejak 2018 ini.
Permainannya mulai terlihat bangkit tatkala ia sempat bersaing pada ajang Nationwide Children’s Hospital Championship, walaupun akhirnya harus puas dengan finis di posisi T34. Sepekan kemudian, ia memastikan kembali ke PGA TOUR setelah menjadi salah satu dari 25 pegolf teratas pada Korn Ferry Tour Finals The 25.
Kepastian meraih kembali hak bertanding di Amerika untuk musim 2021-2022 itu jelas memberinya rasa lega dan kebebasan lebih untuk bertanding pada pekan kali ini.
”Setelah kembali mendapatkan kartu PGA TOUR melalui rangkaian Korn Ferry Tour Final, rasanya perasaan saya menjadi lega dan merasa lebih bebas untuk memainkan permainan saya. Sejujurnya, saya merasa lebih nyaman ketika berada di lapangan,” ujar Kiradech.
8 under par through 12 holes. Leading by 3.@kiradech is running away with this!#BMWPGA | #RolexSeries pic.twitter.com/yJK4APWjOp
— The European Tour (@EuropeanTour) September 12, 2021
Perkataannya itu terbukti pada putaran final di Wentworth Golf Club kemarin. Setelah sempat mencatatkan skor 74 pada putaran ketiga, Kiradech menampilkan performa menakjubkan dengan mencatatkan lima birdie di sembilan hole pertamanya, di mana empat di antaranya ia raih secara berturut-turut dari hole 4. Momentum ini ia lanjutkan dengan mencatatkan birdie keenamnya di hole 11, disusul dengan eagle di hole 12 yang ia peroleh dari jarak sekitar 6 meter. Selang empat hole kemudian, ia sudah mencatatkan 9-under berkat birdie ketujuhnya hari itu.
Kiradech bahkan nyaris memaksakan babak play-off, kalau saja ia tidak mendapat bogey di hole 17. Cukup sah menyebutkan bahwa bogey ini menghapus peluangnya meraih gelar European Tour pertamanya sejak 2018. Namun, skor total 18-under 270 itu memberikan hasil terbaik baginya pada musim ini. Bahkan inilah prestasi terbaiknya sejak memenangkan ISPS Handa World Super 6 Perth tiga tahun silam. Pencapaiannya kali ini juga membuat peringkatnya pada Race to Dubai in Partnership with Rolex juga melambung 154 posisi. Kini ia berada di peringkat 52. Dengan kata lain, meski harus bersabar lebih lama, ada banyak hal positif yang bisa ia peroleh dari pekan itu.
Tak hanya Kiradech yang tampil cemerlang pada pekan itu. Pegolf India Shubhankar Sharma melanjutkan grafik permainannya yang menanjak dengan mencatatkan skor terendahnya pekan itu. Tujuh birdie dengan satu bogey membuatnya menuntaskan putaran final dengan skor 6-under 66, dan berbagi peringkat ke-9 dengan Thomas Pieters dan Sean Crocker dengan skor total 15-under 273. Pemegang dua gelar European Tour ini kini menempati peringkat 78 pada Race to Dubai in Partnership with Rolex.
Satu wakil Asia lainnya, Masahiro Kawamura, harus puas finis T17 setelah kemarin mencatatkan skor 68. Meski demikian, pegolf Jepang ini masih menjadi pegolf Asia terdepan dengan menempati peringkat 40 pada Race to Dubai in Partnership with Rolex.

Pegolf Amerika Billy Horschel tampil sebagai juara pada ajang ini. Birdie yang ia torehkan di hole terakhir membuatnya berhasil menghindari play-off dengan Kiradech, Jamie Donaldson, dan Laurie Canter. Pasalnya birdie ketujuhnya pada putaran final itu memberinya skor total 19-under 269, yang sekaligus memberikan gelar European Tour kedua dalam kariernya.
Bagi Horschel, kemenangan ini menjadi istimewa, mengingat ia menjadi pegolf Amerika kedua yang menjuarai BMW PGA Championship, setelah Arnold Palmer melakukannya pada tahun 1975. Gelar ini juga menjadikannya pegolf Amerika pertama yang memenangkan sebuah ajang Rolex Series.
”Saya tidak sadar kalau saya menjadi pegolf Amerika pertama yang memenangkan ajang Rolex. Rolex Series ini sudah berjalan selama beberapa tahun, dan saya tahu beberapa pemain sudah memainkan ajang Rolex Series ini. Saya tidak tahu kalau sayalah pegolf Amerika pertama yang memenangkannya, dan prestasi ini cukup istimewa,” ujar Horschel.
Sudah jelas ia merasa sangat bangga mendapatkan namanya kini ditulis di trofi yang sama dengan Palmer. ”Jika bukan karena dia, kita tidak bakal mendapatkan era modern bermain golf di depan ribuan penggemar dan sponsor. Tiger Woods membawa golf ke level berikutnya, tapi Arnielah yang pertama kali memulainya.
”Jadi, mendapatkan nama saya pada trofi yang juga memiliki namanya, menjadi pegolf Amerika kedua yang menjuarai ajang ini di Wentworth sungguh cukup spesial. … bagi saya, sejak meninggalkan ajang ini tahun 2019, inilah ajang yang ingin saya menangkan sebelum karier saya berakhir. Dan ajang ini menyaingi atau bahkan menyamai nuansa pada THE PLAYERS. Para pemenang dalam ajang ini adalah para pemain legendaris. Buat saya, ajang ini setara dengan THE PLAYERS Championship pada PGA TOUR.”

