C.T. Pan mengusung optimisme ketika memulai kompetisi pertamanya tahun 2022 lewat ajang The American Express pekan ini.
C.T. Pan punya target yang jelas ketika memulai kampanye pertamanya tahun 2022 ini lewat ajang The American Express pada pekan ini. Bintang asal China Taipei ini menargetkan kembali menjadi bagian dari Tim Internasional untuk ajang Presidents Cup. Lebih jauh lagi, ia juga ingin tampil pada ajang pamungkas FedExCup Playoff, TOUR Championship.
Pertanyaannya jelas bagaimana caranya ia mewujudkan target-target besar tersebut?
”Set club yang sama, driver yang sama, pribadi yang sama, dan saya masih ingin memenangkan beberapa turnamen,” jelas Pan, yang sejauh ini telah menjuarai satu gelar PGA TOUR lewat ajang RBC Heritage 2019.
Dua rekan Tim Internasional lainnya, Cameron Smith dan Hideki Matsuyama, telah menikmati kemenangan berkesan pada PGA TOUR dalam dua pekan di Hawaii. Itu sebabnya Pan juga merasa terpacu untuk mengikuti jejak kedua pegolf tersebut. Pasalnya kemenangan bisa memperbesar peluangnya untuk kembali mengikuti Presidents Cup, setelah sempat menyumbangkan dua poin pada edisi 2019 silam.
Tentu saja mengincar kemenangan pada pekan ini bukanlah hal yang mudah. Juara FedExCup musim lalu, Patrick Cantlay, pegolf No.1 Dunia Jon Rahm, dan sang juara bertahan Kim Siwoo juga akan turun di PGA West di La Quinta, California pekan ini. Namun, bukan mustahil pula jika pekan ini menjadi milik Pan.
”Olimpiade adalah panggung yang besar, bahkan dalam sejarah umat manusia. Nama Anda akan ada dalam daftar (peraih medali) 100 atau 200 tahun mendatang ….”
Musim 2020-2021 lalu memang meninggalkan kesan yang menyakitkan. Ia finis di posisi 121 pada klasemen FedExCup, empat posisi di atas cut-off untuk mempertahankan kartu PGA TOUR. Tambahan lagi, selama beberapa pekan ia harus bermain dengan cedera punggung. Jika ada hal yang membanggakan yang ia raih tahun 2021 lalu, prestasi itu ialah tatkala ia meraih medali perunggu pada Olimpiade Tokyo bulan Agustus lalu. Terlebih kala itu ia sukses mengalahkan sederet pemain tangguh, seperti Rory McIlroy, Collin Morikawa, dan Matsuyama.
”Tahun 2021 lalu adalah tahun yang berat,” sambung Pan. ”Saya mau bilang kalau permainan saya meningkat, tapi berdasarkan FedExCup, saya nyaris gagal mempertahankan kartu PGA TOUR, sesuatu yang mungkin tidak bisa saya banggakan. Pada ajang Travelers (Championship), saya mengalami cedera minor dan tidak memberi tahu siapa-siapa. Saya berjuang mengatasinya selama hampir dua bulan, dan saya harus berjuang keras (mengatasinya) menuju Olimpiade. Bahkan saat Olimpiade itu, rasa sakitnya masih ada, dan butuh beberapa bulan sampai bisa pulih. Tahun lalu memang tahun yang aneh.”
Prestasi heroiknya pada Olimpiade itu benar-benar mengubah keadaan. Usai naik podium, Pan memulai musim 2021-2022 dengan finis T6 pada ajang Fortinet Championship bulan September. Setelah itu ia finis T11 pada ajang Sanderson Farms Championship.
”Saya mengalahkan sejumlah pemain besar di Tokyo. Prestasi itu benar-benar meningkatkan rasa percaya diri. Olimpiade adalah panggung yang besar, bahkan dalam sejarah umat manusia. Nama Anda akan ada dalam daftar (peraih medali) 100 atau 200 tahun mendatang … benar-benar keren. Anda tidak bisa (selalu) mendapatkan kesempatan seperti itu. Saya senang saya bisa melakukannya,” tuturnya.

”Beberapa tahun terakhir terasa seperti sebuah penurunan bagi saya … saya tidak bisa bohong mengenai hal ini. Saya pikir saya sudah terjatuh dan sekarang mulai bangkit dan berada dalam tren yang positif lagi. Saya hanya harus terus berjuang.”
Selama mengambil jeda selama dua bulan di Taipei pada akhir tahun lalu untuk mempersiapkan diri, Pan sempat melakukan dari kegiatan golf tahunannya. Ia juga mengadakan kamp junior, menunjukkan medalinya melalui interaksi dengan berbagai media.
Sebagian dari peningkatan rasa percaya dirinya bersumber dari bertambahnya jarak pukulnya. Pan mengaku ia menambah sekitar 14 meter jarak pukul dari tee. Menyaksikan kembali video putting kemenangannya pada RBC Heritages juga mengingatkannnya untuk mempertahankan hal-hal mendasar dengan putter-nya.
”Driving dan putting saya sedang bagus, itu sebabnya saya bermain dengan baik dalam dua turnamen pertama. Saya beralih menggunakan driver Titleist TSI 2 tahun lalu dan mulai menggunakan shaft yang lebih panjang, 46 inchi, dan hal ini membantu saya meningkatkan sudut launch menjadi lebih baik dan lebih tinggi. Biasanya saya melambungkan sekitar 10 derajat atau kurang dari itu, yang sebenarnya terbilang rendah untuk standard PGA TOUR. Namun, sekarang saya bisa mencapai 12 atau 15 derajat. Hal ini mengubah seluruh permainan saya. Rasanya lapangan-lapangan yang saya mainkan, ketimbang tahun sebelumnya, terasa berbeda,” jelas Pan.
”Desember merupakan saatnya untuk mempersiapkan diri. Saya jelas merasa nyaman dengan permainan saya, dan putting saya. Saya ingin mencapai 30 besar pada FedExCup dan sangat menginginkannya. Saya ingin mewujudkannya. Butuh kerja keras yang banyak, butuh banyak skor bagus, dan pasti akan banyak tantangan. Saya juga ingin mengikuti Presidents Cup lagi. Setelah di Royal Melbourne, para pemain Internasional menikmati banyak kemenangan. Dan ketika kami menjadi begitu kompetitif, dampaknya akan sangat bagus bagi kapten kami, Trevor Immelman. Semua orang berjuang untuk bisa terpilih. Pastinya sangat bagus bisa memiliki momentum yang positif seperti ini.”


