Perjuangan Tim Indonesia yang berlaga pada ajang South East Asia Amateur Golf Team Championship di Nay Pyi Taw, Myanmar, kemarin (21/12), diwarnai oleh kebangkitan sejumlah pemain. Suntikan semangat dan strategi yang diberikan oleh tim pelatih ternyata berhasil diterjemahkan dengan baik sehingga Tim Indonesia masih memelihara peluang untuk memperbaiki catatan prestasi.
Performa yang cukup signifikan dibukukan oleh Ribka Vania. Pegolf putri asal Jawa Barat, yang menjadi andalan pada ajang 10th Santi Cup ini kemarin bermasin dengan skor 2-under 70. Ia mencatatkan lima birdie dengan dua bogey sehingga skor totalnya menajdi 144. Untuk sementara, Ribka pun berada di tempat keempat.
“Saya pikir, buat saya kemarin itu saya baru testing the waters, melihat bagaimana kondisi lapangannya dan berusaha agar bisa nyaman dengan kondisinya,” tutur Ribka. “Dari kemarin, saya dan Lawrie (Montague) sudah memiliki game plan dan rencananya ialah mempertahankan par. Saya pikir tidak ada perbedaan, kecuali bahwa hari ini (kemarin) saya merasa lebih nyaman bermain di lapangan ini dan bisa menjalankan rencana permainan.”
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilannya meraih lima birdie pada hari kedua itu menjadi sesuatu yang patut dibanggakan. Selain itu, performa short game-nya juga kemarin menjadi andalan yang benar-benar membantunya dalam mencatatkan skor yang solid ini.
Meskipun posisinya masih jauh untuk ikut bersaing, baik Nanda Winnet Soraya maupun Marcella Pranovia berhasil menorehkan skor yang jauh lebih baik daripada hari pertama. Setelah sama-sama membukukan skor 10-over pada putaran pertama, masing-masing mulai menampilkan performa yang lebih baik dengan Nanda menorehkan skor 76, sementara Marcella bermain 73.

Pada akhir putaran kedua, Bianca Pagdanganan dan Lois Kaye Go dari Filipina masih menempati posisi pertama dan kedua. Bianca memperkukuh posisinya di puncak klasemen dengan bermain 3-under 69 dan mengumpulkan skor total 139. Sementara rekan senegaranya, yang juga menjadi bagian dari keberhasilan Filipina meraih medali emas beregu putri Asian Games menorehkan skor total 141 setelah kemarin bermain dengan skor 70.
Dari ajang 58th Putra Cup, Almay Rayhan Yagutah juga berhasil bangkit dan memperbaiki performanya. Setelah pada putaran pertama bermain 74, kemarin ia bermain dengan skor 72 yang membuatnya mengumpulkan skor total 146. Meskipun untuk sementara berada di posisi T8, dengan dua putaran tersisa ia masih memiliki banyak peluang untuk memperbaiki posisinya.
“Hari ini sebenarnya saya berjuang keras untuk bisa finis even par. Saya harus berjuang mengamankan par di sana-sini. Ball striking saya hari ini memang kurang bagus, tapi alhamdulilah saya masih bisa mengontrol permainan,” ujar Almay yang berhasil menutup permainannya dengan birdie. “Ada sejumlah masukan dari pelatih, bukan soal teknik, melainkan lebih ke menguatkan mental.”
“Tidak ada perubahan soal rencana permainan sih, tapi hari ini (kemarin) saya bisa bermain lebih sabar,” tandasnya.
Untuk sementara, Tanapat Pichaikool mendominasi puncak klasemen dengan skor total 6-under 138 setelah kemarin ia bermain dengan skor 67. Rekan senegaranya, Nopparat Panichaphul berada di tempat kedua dengan selisih empat stroke.
Sayangnya, belum ada hasil yang menonjol dari para pemain Indonesia yang turun pada ajang 12th Lion City Cup. Gabriel Hansel Hari yang sempat bermain bagus pada hari pertama harus puas dengan skor total 152. Ia menempati peringkat keenam bersama Dominikus Glenn Yuwono dan pemain Thailand Dechawat Phetprayoon.

Sementara dari 6th Kartini Cup, misi memperbaiki skor memang berhasil dilakukan oleh para pemain Indonesia. Meva Helina Schmit berhasil memangkas dua stroke dari hari pertama, dan dengan skor total 156, ia kini berada di peringkat 9. Viera Permata Rosada juga berhasil memperbaiki skornya dan berhasil mencatatkan skor hingga sembilan stroke lebih baik daripada hari pertama. Aurelia Grace Nicole bahkan berhasil memangkas hingga sebelas stroke, meskipun posisinya masih jauh untuk memasuki persaingan.
Untuk sementara, pegolf tuan rumah merajai di dua nomor tersebut. Pyae Pyo Thu memimpin klasemen 12th Lion City Cup dengan perolehan skor 144, unggul tiga stroke dari pegolf Thailand, Denwit David Boriboonsub. Sementara pada 6th Kartini Cup, Thin Wai Khaing unggul dua stroke dari pegolf Filipina Juia Louise Gabasa setelah mencatatkan skor total 143.
Meskipun hasilnya beragam, Manajer Tim Indonesia Gian Perkasa menyebut semangat juang para wakil Indonesia tersebut patut diapresiasi.
“Anak-anak kita telah menjalankan pesan dengan baik. Sebelumnya, kami meminta mereka untuk bisa bangkit dan hari ini, mereka berhasil melakukannya,” papar Gian.
“Pada dasarnya, kami mengingatkan bahwa mereka semua punya kemampuan untuk bermain dan mencetak skor yang bagus, dan ini semua juga demi membela Indoesia. Kami berharap, selangkah demi selangkah, setiap harinya mereka bisa mengalami peningkatan.”


