Lima birdie di sembilan hole terakhir membantu Kevin Caesario Akbar bertahan di jajaran atas ajang Ciputra Golfpreneur Tournament. Ia memimpin lima pegolf Indonesia lainnya melangkah ke dua putaran terakhir.
”Bermain pada pagi hari tidak selalu membuat sebuah putaran lebih mudah atau lebih sulit.” Demikian Khalin Joshi asal India menegaskan pada akhir putaran pertama Ciputra Golfpreneur Tournament kemarin (26/8).
Pernyataan itu terbukti tatkala Kevin Caesario Akbar memainkan putaran keduanya di Damai Indah Golf BSD Course pada turnamen yang diselenggarakan oleh yayasan yang menaunginya, Ciputra Golfpreneur Foundation ini. Ia bahkan harus menelan pil pahit usai mengambil langkah yang keliru di hole 18, yang kemudian membuahkan double bogey di hole kesembilannya itu.
”Di hole 18 itu saya salah melakukan keputusan karena saya kira anginnya berembus menyamping, tapi ternyata ketika hendak memukul bola angin justru berlawanan arah dengan target (sehingga bola akhirnya masuk ke air),” jelas Kevin, yang terpaksa bermain 3-over di sembilan hole pertamanya.
Akan tetapi, perjuangannya akhirnya membuahkan hasil. Berbekal permainan putter yang sedang prima, Kevin berhasil bangkit dan mengemas lima birdie lewat hole 3, 4, 5, 6, dan 8 yang turut membantunya untuk mempertahankan posisi di jajaran atas. Skor total 10-under 134 yang ia kumpulkan membawanya menempati peringkat enam bersama lima pegolf lainnya.

”Di sembilan hole pertama hari ini pukulan saya banyak yang meleset dari fairway, jadi harus lebih konservatif untuk pukulan keduanya dan lebih banyak mengamankan par. Kalau putting saya tidak bagus saya bisa dengan mudah bermain 3-over di delapan hole pertama, malahan dengan hole 18 bisa menjadi 5-over,” tutur Kevin lagi.
Kevin mengaku kualitas putting yang prima pada putaran kedua ini menjadi elemen vital baginya untuk tidak hanya bangkit, tapi juga mempertahankan peluang bersaing.
”Besok saya akan berusaha menikmati permainan saja, kita lihat bagaimana posisi pin-nya, lalu memastikan rencana permainannya seperti apa, dan mesti memukul ke mana. Semoga putting-nya juga bisa tajam seperti dua hari pertama ini; semoga bisa lebih tajam lagi supaya lebih menarik, tapi kita lihat nanti,” tandasnya.
Setelah sebelumnya berada di puncak klasemen bersama Kevin, sang juara bertahan Matt Killen asal Inggris kini harus berbagi posisi ideal tersebut dengan pegolf asal Thailand Tanaphat Pichaikool (64).
Bagi Killen, yang menciptakan enam birdie tanpa bogey, Ciputra Golfpreneur Tournament ini menjadi turnamen kedua yang ia ikuti sejak absen dari kompetisi pada akhir Juni lalu. Pekan lalu, ia menyebut permainannya masih kaku dan fokusnya tidaklah tajam sehingga masih melakukan sejumlah kesalahan yang tidak perlu.

”Terkadang butuh waktu sampai bisa menemukan permainan saya lagi karena biasanya saya mengikuti banyak turnamen. Jadi, tidak bertanding selama 6-7 pekan jelas terlalu lama buat saya,” tuturnya.
Meski demikian, permainannya dalam dua putaran ini menunjukkan ia bakal berupaya untuk menjadi pegolf pertama yang bisa memenangkan ajang ini lebih dari sekali.
”Saya berhasil memukul bola dengan baik ke fairway, dan kalaupun meleset posisi bola saya masih cukup aman, bisa bermain cukup konservatif ke green,” ujarnya lagi.
Pegolf Amerika berdarah Korea Nathan Han ikut mencuri perhatian pada putaran kedua. Ketajaman fokus di tengah cuaca yang panas di BSD Course membantunya menorehkan sembilan birdie dengan sebuah eagle dan tanpa bogey, 11-under 61, yang kini melambungkannya sendirian ke posisi ketiga.
”Sejujurnya, hari ini mentalitas saya lebih banyak membantu. Saya sudah bermain 3-under dalam delapan hole, jadi saya sudah bermain dengan bagus, tapi eagle di hole 18, memberi percaya diri di sembilan hole terakhir untuk benar-benar meyakinkan diri kalau saya bisa bermain dengan skor rendah hari ini,” ujar Han.
Meski skor tersebut menjadi skor terbaik selama penyelenggaraan ajang ini, kebijakan memberlakukan preferred lies membuat skor tersebut tidak bisa menjadi skor terendah dalam sejarah Ciputra Golfpreneur Tournament.
”Saya tahu tantangan pekan ini ada di atas green. Green di sini sangat sulit.” — M. Raflisyah Sati.
Dua Amatir Lolos Cut
Perburuan status amatir terbaik kini akan terfokus pada Kenneth Henson Sutianto dan M. Raflisyah Sati. Kedua pegolf amatir ini menggenapi total enam atlet Indonesa yang bakal bermain penuh selama empat putaran.
Selain Kevin, Kenneth, dan Rafli (panggian M. Raflisyah Sati), tiga pegolf profesional Syukrizal (69), serta Rory Hie dan Jonathan Wijono yang sama-sama bermain dengan skor 71 berhasil lolos cut.
Kenneth, yang bertanding dengan ditemani oleh Krisna Iskandar, sang pelatih, berhasil mengemas skor yang lebih baik setelah hanya bermain 1-under 71 pada hari pertama. Dengan skor total 6-under 138, ia kini menempati peringkat T24.
”Pukulan approach saya hari ini lumayan bagus, dan putting-nya juga lumayan. Cuma saya juga sebenarnya sedang mengalami kesulitan di putting, jadi tidak semuanya berjalan dengan baik,” jelas Kenneth, yang menciptakan lima birdie dengan sebuah eagle dan dua bogey.

Rafli juga tampil lebih baik daripada lebih baik daripada putaran pertamanya, meskipun hanya dua stroke lebih baik. Lima birdie dengan dua bogey membuatnya kini menduduki peringkat T38 dengan skor total 4-under 140.
”Saya tahu tantangan pekan ini ada di atas green. Green di sini sangat sulit. Jadi, rencananya ialah lekas mengantarkan bola ke green dan sisanya melakukan putting saja,” tutur pegolf yang tahun ini menjuarai satu gelar individu ajang NCAA ini.
20 Besar putaran kedua Ciputra Golfpreneur Tournament 2026
130 – Tanapat Pichaikool (THA) 66-64, Matt Killen (ENG) 64-66
132 – Nathan Han (USA) 71-61
133 – Tim Nielsen (USA) 65-68, Finlay Mason (ENG) 65-68
134 – Kevin Caesario Akbar (IND) 64-70, Khalin Joshi (IND) 66-68, Runchanapong Youprayong (THA) 70-64, Henry Lee (CAN) 65-69, Su Ching-hung (TPE) 68-66, Keanu Jahns (PHI) 68-66
136 – Gabriele De Barba (ITA) 69-67, Ervin Chang (MAS) 69-67, Kim Jaeil (KOR) 72-64, Khavish Varadan (MAS) 71-65, Aman Raj (IND) 67-69, Pukhaj Singh Gill (IND) 70-66, Berry Henson (USA) 67-69
137 – Xu Andi (CHN) 70-67, Shahriffudidin Ariffin (MAS) 70-67, James Leow (SGP) 72-65, David Boote (WAL) 72-65, Kammalas Namuangruk (THA) 70-67

