Kevin Yu mulai memberi kontribusi bagi golf dengan menggelar kamp golf junior pertamanya.
Ketika masih kecil, Kevin Yu sempat mengikuti klinik golf yang diberikan pegolf No.1 Dunia saat itu, Yani Tseng. Matanya berbinar-binar ketika mengikutinya, lalu pulang dengan inspirasi dan mimpi untuk kelak menjadi pegolf profesional.
Lebih dari satu dasawarsa kemudian, Yu telah menjadi pegolf China Taipei terkini yang menjuarai ajang PGA TOUR. Kini giliran dirinya yang memberi dampak bagi generasi selanjutnya lewat kamp golf pertamanya. Ada 13 pegolf junior yang berpartisipasi di negaranya, pada Senin (9/12) yang lalu.
Kamp sehari itu benar-benar menjadi momen yang berharga. Yu banyak membagikan anekdot dari perjalanan golfnya kepada audiensnya yang masih kecil dan penuh rasa ingin tahu itu. Sesi tanya-jawab pun menjadi semarak lantaran berfokus pada hal-hal yang penting di dalam dan di luar lapangan. Yu turut menunjukkan beberapa kemampuannya dalam membentuk pukulan di lapangan golf.

”Saya selalu ingin memberi sumbangsih kepada golf secara umum. Yang sudah saya alami sepanjang perjalanan saya juga tidaklah berbeda dari anak-anak ini. Pastilah bagus kalau saya bisa menawarkan waktu dan membantu mencapai target-target mereka. Saya sekadar ingin membagikan sejumlah pengalaman saya dengan mereka,” tutur Juara Sanderson Farms Championship 2024 ini.
Namanya mulai mencuat ketika, bersama C.T. Pan, ikut memenangkan medali emas Asian Games 2024 bagi China Taipei. Berkat dorongan dari Pan, yang juga merupakan teman dekatnya, ia mengambil rute kuliah di AS dan menikmati karier cemerlang mewakili Arizona State University. Ia bahkan sempat menduduki No.1 pada World Amateur Golf Ranking.
Ia mendapat hak bertanding pada Korn Ferry Tour tahun 2022 melalui program PGA TOUR University, yang baru dimulai. Program ini sengaja dirancang untuk mempercepat karier bagi para pegolf top kampus. Lalu bulan Oktober lalu ia menjadi pegolf China Taipei ketiga, setelah T.C. Chen dan Pan, yang mengangkat trofi di Amerika.
”Ketika masih kecil, saya beberapa kali mengikuti klinik Yani Tseng. Pengalaman itu menjadi salah satu kenangan terbaik dalam hidup saya. Kita melihat mereka menjuarai banyak turnamen, dan saya ingin mengikuti jejak tersebut. Saya mungkin baru berusia 10 atau 12 tahun ketika mengikuti klinik Yani. Pengalaman itu sungguh inspiratif karena dia sendiri menjadi No.1 Dunia untuk rentang waktu yang panjang. Hanya melihatnya bermain sedikit saja sudah luar biasa. Saya ingat kami membahas soal mentalitas ketika berada di lapangan golf dan menunjukkan ketangguhannya. Keren sekali!” ujar Yu.

Ia juga berharap para pegolf junior dari China Taipei bisa mengikuti jejaknya dan Pan, yang menuju ke Amerika untuk meningkatkan karier mereka.
”Buat saya, saya kira lebih mudah untuk kuliah di AS, mengalami hidup sendiri, melakukan banyak hal sendirian, dan mencari tahu cara-cara efektif untuk mencapai target-target Anda. Kalau PGA TOUR menjadi targetnya, itulah cara terbaik untuk mewujudkannya,” sambung Yu.
”Memang bukan satu-satunya jalan, tapi jalur itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya menjadi kelas pertama yang lulus lewat jalur PGA TOUR University, yang menawarkan kartu PGA TOUR jika finis No.1. Kemudian Korn Ferry Tour membantu saya agar lekas merasa nyaman dan menyiapkan diri menuju panggung yang besar. Anda mesti mengalami rasa gugup, dan belajar dari situasi-situasi demikian.”

