Kevin Yu menyamai prestasi terbaiknya dengan finis T3 pada The American Express, sementara Nick Dunlap menjadi pegolf amatir ke-9 yang menjuarai ajang PGA TOUR.

Pegolf China Taipei Kevin Yu nyaris memenangkan gelar PGA TOUR pertamanya. Meski gagal menang, skor 9-under 63 pada hari terakhir ajang The American Express membuatnya menyamai finis terbaiknya selama mengikuti sirkuit di Amerika itu.

Mantan pegolf amatir No.1 Dunia ini tampil memukau di PGA West Stadium Course dengan menorehkan sepuluh birdie, dengan satu-satunya bogey tercipta di hole terakhirnya.

Turnamen yang menyediakan total hadiah sebesar US$8,4 juta ini akhirnya dimenangkan oleh pemuda sensasional Nick Dunlap. Pegolf amatir yang masih berstatus mahasiswa pada University of Alabama ini menjadi pegolf amatir pertama sejak 1991 yang memenangkan ajang PGA TOUR. Skor 70 yang ia raih pada putaran final dan skor total 29-under memberinya kemenangan satu stroke atas pegolf Afrika Selatan Christian Bezuidenhout.

Pegolf Jepang Ryo Hisatsune, yang meraih keanggotaan PGA TOUR musim ini berkat finis di sepuluh besar Race to Dubai DP World Tour musim lalu, juga melanjutkan penampilan meyakinkannya dengan finis T11. Ia menorehkan skor total 23-under. Adapun trio Korea Im Sungjae, Lee Kyounghoon, dan Juara The American Express 2021 Kim Siwoo berada di peringkat T25 dengan skor total 19-under.

”Saya sangat senang bisa main 9-under, sungguh di luar harapan saya.” — Kevin Yu.

”Saya sangat senang bisa main 9-under, sungguh di luar harapan saya,” ujar Yu, yang berbagi tempat ketiga dengan Xander Schauffele (65) dan Justin Thomas (68). ”Saya merasa yakin dengan swing saya dan putting saya juga sangat bagus. Saya harap bisa mempertahankan momentum bagus ini dan segera menjadi juara.”

Mayoritas dari 10 birdie yang ia torehkan, jumlah birdie terbanyak dalam satu putaran yang ia mainkan, tercipta dari jarak di bawah 3 meter. Putt terjauh yang ia masukkan terjadi di hole 14 dari jarak 5,7 meter, yang membuatnya berbagi puncak klasemen untuk pertama kalinya dalam putaran final.

Ia jelas kecewa lantaran mengakhiri putaran finalnya dengan bogey di hole terakhir. Kala itu, pukulan 3-wood miliknya justru membuat bola masuk ke bunker fairway.

”Club saya agak terbuka sehingga bolanya masuk bunker kanan. Bunker itu cukup dalam, jadi saya hanya bisa memukul bolanya kembali ke fairway dan kemudian gara-gara angin saya jadi keliru mengukur jarak untuk pukulan ketiga sehingga gagal mendekati lubang dan saya membuat bogey, sungguh sayang,” keluh Yu, yang juga finis T3 pada ajang Butterfield Bermuda Championship 2022.

Kini ia menatap ajang Farmers Insurance Open, yang akan dimulai hari Rabu (24/1) di Torrey Pines. Pegolf yang merupakan lulusan PGA TOUR University ini juga mengungkapkan ia menambah anggota timnya untuk mempertajam kemampuan manajemen lapangannya setelah gagal lolos cut pada ajang Sony Open in Hawaii pekan lalu.

 

Nick Dunlap, Juara The American Express 2024.
Dengan menjuarai The American Express 2024, Nick Dunlap menjadi pegolf amatir termuda yang menjuarai ajang PGA TOUR sejak 1910 dan pegolf amatir pertama sejak Phil Mickelson tahun 1991. Foto: Getty Images.

 

”Pekan lalu saya menambah satu konsultan lagi ke dalam tim saya untuk memberi saran soal strategi lapangan. Langkah ini membantu dan memberi saya percaya diri yang lebih besar. Semoga pekan berikutnya ini saya juga bisa main bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Juara U.S. Amateur 2023 Nick Dunlap, yang bertanding dengan status undangan sponsor, menampilkan up-and-down yang berani untuk menyelamatkan par di hole terakhir dan menciptakan kemenangan bersejarah, mengungguli para pemain bintang, termasuk 21 pegolf di zona 50 besar dunia dan No.1 Dunia Scottie Scheffler. Dengan usia 20 tahun dan 29 hari, ia menjadi juara PGA TOUR termuda sejak 1910.

”(Kemenangan) ini menjadi sesuatu yang saya impikan dan bisa memiliki peluang di hole terakhir untuk menjuarai ajang PGA TOUR saja sudah berasa sangat istimewa. Saya sangat gugup (di hole terakhir). Sungguh spot yang sangat keren sebagai amatir dan bisa berada di sini dan berkesempatan bermain, dan saya tidak akan pernah melupakan hari ini,” tutur Dunlap.

Dengan hak bermain selama dua tahun sebagai juara PGA TOUR, plus jaminan mengikuti turnamen-turnamen Signature PGA TOUR dan THE PLAYERS Championship, Dunlap jelas perlu waktu untuk memikirkan akankah ia segera beralih profesional atau tidak.

”Keputusan itu tidak hanya akan memengaruhi saya, tapi juga banyak orang, pelatih dan rekan satu tim, dan keputusan ini harus saya bicarakan dengan banyak orang sebelum menentukannya,” tandasnya.