Muhammad Luthfi Haiban dan Tomomi Ishihara menampilkan permainan apik untuk menjuarai Riverside Club Championship, yang juga merupakan ajang AGI Mid-Amateur Series 8.
Muhammad Luthfi Haiban dan Tomomi Ishihara tampil sebagai juara pada ajang Riverside Club Championship, yang berlangsung di Riverside Golf Club, Kamis (4/12) lalu. Baik Haiban, maupun Ishihara tampil sebagai yang terbaik setelah, masing-masing, mencatatkan skor total 4-over 148 dan 7-over 151, dalam kompetisi dua putaran tersebut.
Haiban melangkah ke putaran final dengan berbagi posisi teratas bersama Alit Jiwandana dan Muhammad Ridhwan. Akan tetapi, Haiban menampilkan permainan yang lebih baik dengan mengemas empat birdie, tiga bogey, dan satu double bogey untuk mencatatkan skor 1-over 73. Sementara Alit harus kembali mencatatkan skor 75, sedangkan Ridhwan mencatatkan skor 79.
Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi Haiban, mengingat ini kemenangan kedua yang ia raih pada tahun ini. Sebelumnya, ia sempat memenangkan Seri 4 yang berlangsung bulan Juni lalu.
Selain itu, ia juga harus memainkan putaran final dengan kondisi kaki yang cedera.

”Di hole terakhir kemarin saya mengalami cedera yang sama sekali tidak diinginkan. Urat otot paha bagian dalam sepertinya terkilir, akibatnya saya tidak bisa berjongkok untuk membaca break pada putaran final ini,” jelasnya.
Ia menyebut birdie yang ia raih di hole 15 ikut memberinya percaya diri. Pasalnya, di hole sebelumnya ia mendapat bogey. ”Dari situ saya tahu kalau putting saya hari ini bisa lebih baik,” ujarnya lagi.
Keputusannya untuk berganti pelatih terbukti menjadi salah satu langkah yang tepat. Melalui pelatihnya sekarang, Rinaldi Adiyandono, Haiban mengaku bisa bermain dengan lebih baik ketimbang ketika ia mulai mengikuti AGI Mid-Amateur Series tahun lalu. Meski demikian, sejumlah teknik yang ia dapatkan membuatnya kali ini bermain lebih hati-hati.
”Tidak disangka juga, dengan satu kaki yang cedera, saya malah bisa bermain lebih baik daripada kemarin. Putting saya hari ini juga lebih tajam, meskipun ada tiga putt tadi dan sempat mendapat double bogey (di hole 17) juga,” sambung Haiban.
”Ajang ini benar-benar penting bagi para pemain amatir yang ingin bermain sesuai dengan peraturan dan etika yang benar.” — Muhammad Luthfi Haiban.
Meskipun Alit tak berhasil meraih gelar Overall, skor 75-75 membawanya menjuarai Divisi Men B, yang ditujukan bagi pegolf berusia 30-37 tahun, sementara Ridhwan menjuarai Divisi Men A (25-29 tahun) berkat skor total 154. Adapun Subur Christianto menjuarai Divisi Men C (48-46 tahun) setelah membukukan skor 81-73, unggul satu stroke dari Angki Trijaka. Sementara mantan General Manager Riverside Golf Club Wee Peng Siong menjuarai Divisi Men D (47 tahun ke atas) setelah bermain dengan skor 79-82.
Sementara itu, dari kelompok wanita, pegolf asal Jepang Tomomi Ishihara kembali membuktikan dirinya sebagai yang terbaik pada ajang Riverside Club Championship. Ia sukses mempertahankan trofi yang ia menangkan pada tahun 2024 lalu.
Ishihara langsung mendominasi pertandingan setelah menjadi satu-satunya pegolf wanita yang bermain dengan skor di bawah 80 pada putaran pertama. Meskipun pada putaran final ia tak mencatatkan birdie, bahkan menuai tiga bogey, skor 75 pada hari terakhir itu membuatnya tampil sebagai pemenang dengan skor total 151, 11 stroke lebih baik daripada pesaing terdekatnya, Park Jieun.
”Ya, ini untuk kedua kalinya saya bisa menang di sini. Jadi, saya merasa sangat bangga bisa kembali menang dan mengangkat trofi,” tuturnya sambil tersenyum lebar.

Kembalinya Riverside Club Championship sebagai ajang pamungkas AGI Mid-Amateur Series pada tahun ini jelas menjadi kelanjutan komitmen Riverside Golf Club dalam memberikan panggung kompetisi bagi berbagai kalangan di lapangan karya pegolf legendaris Greg Norman ini.
Jika sejumlah klub memilih menggelar kompetisinya hanya untuk anggota klub, kolaborasi dengan Amateur Golfers Indonesia (AGI) ini memberi makna yang lebih. Kompetisi dua hari lewat ajang ini menjadi wadah yang tak sekadar memberi gengsi, tapi benar-benar menguji kualitas mental, fisik, dan teknik para peserta.
”Ajang ini benar-benar penting bagi para pemain amatir yang ingin bermain sesuai dengan peraturan dan etika yang benar. Jadi, saya berterima kasih kepada AGI yang bisa mengadakan ajang seperti ini sehingga kami yang berada di usia tanggung bisa berkompetisi. Alih-alih cuma mengikuti kompetisi fun, kami bisa melakukan pembuktian lewat ajang ini,” tandas Haiban.
”Semoga tahun depan saya bisa lebih banyak juara lagi dan tentunya akan terus berusaha karena pasti akan banyak pemain baru sehingga persaingan akan lebih ketat.”


