Remaja 17 tahun Kim Joohyung memberi kejutan di Classic Golf and Country Club dan merebut gelar Asian Tour pertamanya pada Panasonic Open India.
Kim Joohyung menjadi pegolf termuda kedua dalam sejarah Asian Tour ketika memenangkan Panasonic Open India kemarin (17/11). Kemenangannya ini menjadi sesuatu yang istimewa lantaran ia mengikuti turnamen pekan itu setelah mencatatkan tiga kemenangan pada level Asian Development Tour tahun ini.
Setelah menjuarai PGM ADT Championship @ Tiara Melaka pada bulan Juni, Kim kemudian memenangkan Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic dan meraih trofi ketiga pada RAYA Pakistan Open.
Tidak mengherankan jika kemudian ia datang ke India dengan kondisi prima dan siap untuk bersaing dengan sejumlah nama besar yang turut berpartisipasi di Classic Golf and Country Club tersebut.
Ajang Panasonic Open India ini sendiri merupakan turnamen Asian Tour ketiga yang ia ikuti pada tahun ini. Namun, dalam penampilan ketiganya ini ia berhasil menciptakan performa yang kian hari kian tajam.
Setelah membukukan skor 70 untuk putaran pertama, yang terpaksa disambung pada hari Jumat serta memaksa turnamen hanya dimainkan 54 hole, Kim membukukan skor 68 pada hari kedua. Lalu ketika publik tuan rumah berharap Shiv Kapur bisa membawa kehormatan di negeri sendiri, Kim memberi kejutan dengan membukukan skor 7-under 65.
Kapur sebenarnya memiliki peluang yang sangat baik untuk menang. Meskipun mendapat bogey di hole ketiga, Kapur membukukan lima birdie di 11 hole berikutnya dan menempatkannya di posisi yang ideal untuk menjadi juara. Celakanya, di hole terakhir ia justru mendapat double bogey sehingga terpaksa finis di peringkat ke-2 bersama rekan senegaranya, Chikkarangappa.
Bagaimanapun juga, Kim memang layak menjadi juara berkat permainannya yang luar biasa pada hari terakhir itu. Setelah membukukan enam birdie di sembilan hole pertamanya, ia menorehkan birdie ketujuh, di hole 10. Birdie itu ternyata menjadi yang terakhir dan ia harus bermain even par di delapan hole terakhirnya untuk memastikan keunggulan satu stroke.
“Saya kehabisan kata-kata. Sudah sejak lama saya bermimpi bisa bermain di level Asian Tour. Sungguh menyenangkan bisa datang ke sini, ikut bersaing, dan akhirnya menang. Hari ini saya berusaha memberi peluang sebanyak mungkin. Saya berhasil melakukannya di sembilan hole pertama, tapi mulai kesulitan di sembilan hole terakhir setelah tahu saya masuk dalam persaingan,” tutur Kim, yang meraih kemenangan ini dalam usia 17 tahun dan 149 hari.
Sejauh ini, performa Kim pada dua turnamen Asian Tour yang ia ikuti juga tidaklah buruk. Ia selalu finis di sepuluh besar. Pada ajang Bank BRI Indonesia Open, misalnya, ia finis di peringkat ketiga. Sementara pada ajang Thailand Open pekan lalu, ia juga hampir meraih kemenangan, tapi masih bisa finis di peringkat T6.
Wakil Indonesia dalam turnamen ini, Rory Hie dan Danny Masrin berhasil melangkah hingga putaran final. Rory, yang kembali ke lapangan yang telah memberinya gelar Asian Tour pertama baginya, berhasil finis di posisi T5 setelah bermain dengan skor total 10-under 206.
Adapun Danny, yang sempat bermain 66 pada putaran pertama, akhirnya finis di peringkat T37 dengan skor total 3-under 213.


