Dua birdie penutup pada putaran ketiga menjaga peluang An Byeonghun dalam perburuan gelar The Honda Classic 2023.
Pegolf Korea An Byeonghun berhasil menjaga peluangnya bersaing pada ajang The Honda Classic 2023. Birdie di hole 17 dan 18 membantunya untuk memperbaiki posisi dan menjaga peluangnya mewujudkan gelar PGA TOUR pertama dalam kariernya. Dengan skor total 8-under, kini ia berada di posisi T6, terpaut lima stroke dari Chris Kirk yang memegang posisi teratas.
Sepanjang putaran ketiga itu, An, melesakkan lima birdie dengan dua bogey, yang sekaligus memberinya peluang untuk menjadi pegolf Korea dan Asia ketiga yang menjuarai turnamen ini setelah Y.E. Yang (2009) dan Im Sungjae (2020).
”Secara keseluruhan cukup bagus. Finis cukup meyakinkan dan menyenangkan bisa mempertahankan momentum menuju putaran final besok,” ujar An, yang selama berkiprah pada PGA TOUR telah tiga kali finis di tempat kedua.
Memulai putaran ketiganya dari peringkat T10, An membutuhkan 35 pukulan untuk menuntaskan sembilan hole pertamanya dengan menorehkan dua birdie dan dua bogey. Beruntung di sembilan hole berikutnya, selain berhasil menghindari bogey, ia sukses menambah tiga birdie lagi di enam hole terakhirnya.
Salah satu permainan memukaunya ia tampilkan di hole 17 par 3. Pukulannya yang akurat dari tee mengantarkan bolanya hanya berjarak 1,2 meter dari lubang. Ia menjadi satu dari hanya enam pemain yang meraih birdie pada putaran ketiga, sekaligus menjadikan hole 17 sebagai hole dengan birdie paling sedikit.
Penampilan solid pekan ini seakan hendak menunjukkan bahwa The Honda Classic merupakan salah satu turnamen yang dimainkan di lapangan yang cukup ideal bagi permainannya. Sejauh ini ia telah mengemas dua kali finis di lima besar, yaitu pada tahun 2018 dan 2020. Namun, untuk mewujudkan gelar pada hari Minggu (26/2) ini, ia mesti menampilkan permainan terbaiknya, plus keberuntungan.
”Saya mengalami kesulitan dari tee di sembilan hole pertama dan permainan iron saya tidak begitu bagus sehingga saya tidak mendapat banyak peluang birdie. Kalau tak salah saya cuma punya dua peluang dan bisa memaksimalkannya,” tutur An.
”Selalu ada rintangan di tiap hole di lapangan golf ini, terutama memasuki The Bear Trap (hole 15-17). Saya bisa beberapa kali beruntung. Di hole 15, saya memukul panggung besar dan bolanya memantul ke bunker untuk memberi posisi bola yang sempmurna, dan saya masih bisa melakukan up-and-down. Anda membutuhkan keberuntungan seperti itu. Anda juga masih harus bermain dengan baik dan tidak bisa berharap orang lain mengalami masalah. Kalau bisa memukul dengan baik besok (Minggu, 26/2), saya bisa punya peluang bagus.”
Jika An mengincar gelar pertama dalam kariernya, Kirk mengharapkan gelar kelima, sekaligus yang pertama dalam delapan tahun terakhir.
”Sudah sangat lama sejak terakhir saya menang. Pasti saya akan merasa sangat gugup, mungkin segugup para pemain lainnya,” ujar Kirk, yang tahun ini telah menembus tiga besar pada ajang Sony Open dan The American Express bulan Januari lalu.
”Saya bisa mengambil pengalaman bermain bagus dari ajang Sony dan Amex itu. Memang saya tidak menang di sana, tapi rasanya saya bermain dengan sangat baik, merasa nyaman berada dalam situasi persaingan sengit. Jadi, saya pikir kalau bisa terus melanjutkan permainan dan mengeksekusi pukulan dengan baik, tidak ada alasan untuk tidak meraih hasil yang berbeda kali ini.”
Sementara itu, dua pegolf Korea lainnya, Im dan Kim Seonghyeon, sama-sama mengemas skor even par 70. Masing-masing akan memainkan putaran finalnya dari peringkat T39 dan T65.


