Tom Kim siap mengarungi ujian dalam debut impiannya di Augusta National usai menikmati putaran latihan yang istimewa.

Pemain debutan Tom Kim takkan pernah membayangkan akan memulai penampilan perdananya pada Masters Tournament dengan putaran latihan yang bak mimpi. Pada hari Senin (3/4) lalu, ia mencoba Augusta National bersama legenda golf Tiger Woods, Rory McIlroy, dan Fred Couples.

Kini ia menghadapi bagian yang paling sulit, yaitu menyiapkan plotnya menghadapi sejarah golf dan jajaran pemain bintang untuk menjadi salah satu penantang peraih Jaket Hijau, yang sangat langka bisa diraih oleh para pemain debutan.

Dalam usia yang baru 20 tahun, Kim seakan berada di negeri mimpi sejak berjalan melewati Magnolia Lane dan menjejakkan kakinya di Augusta National Golf Club, yang menjadi rumah permanen bagi Masters Tournament.

Ia bisa mencium semerbak bunga azalea yang terawat membingkai fairway di Augusta National. Dan, yang tak kalah pentingnya, ia bisa mendapatkan pemikiran Woods, juara Masters lima kali, Juara FedExCup 2022 McIlroy, dan pemain veteran Fouples yang meraih kemenangan tahun 1992 dalam sesi sembilan hole di depan para penonton yang ramai, yang nyaris menyerupai putaran final pada sebuah ajang Major.

”Seingat saya kenangan pertama saya menonton golf adalah saat The Masters dan Tiger menjuarainya (tahun 2005), dan buat saya bisa berbagi putaran latihan resmi pertama dengannya tentunya mimpi yang jadi kenyataan.” — Tom Kim.

”Banyak tertawa. Jadinya sungguh menyenangkan,” tutur Kim dalam jumpa pers hari Selasa (4/4) lalu. ”Seingat saya kenangan pertama saya menonton golf adalah saat The Masters dan Tiger menjuarainya (tahun 2005), dan buat saya bisa berbagi putaran latihan resmi pertama dengannya tentunya mimpi yang jadi kenyataan. Dan tidak hanya bermain dengan Tiger, tapi ada Fred Couples dan Rory juga yang bergabung dengan kami, seperti mimpi saja.

”Mereka sangat serius dan melakoni latihannya masing-masing. Sungguh menyenangkan dan seru. Hari-hari seperti kemarin itu jelas akan membuat saya merasa mimpi-mimpi saya bisa menjadi kenyataan, terutama bagi para pegolf di Asia. Anda tahu, saya punya target, dan berlatih mengejarnya, dan rasanya hari-hari seperti kemarin, pastinya kerja keras itu akan membuahkan hasil.”

Kim bertekad tak hanya menjadi bocah yang berada di negeri impian dalam penampilan perdananya pada ajang Major yang sangat ingin dimainkan oleh pegolf mana pun. Ia sempat mengunjungi Augusta National beberapa pekan lalu hanya untuk melihat dan pekan ini bisa dengan cermat membuat rencana dengan kedinya, Joe Skovron, dan memahami kerumitan lapangan dari para maestro itu secara langsung.

Dua kemenangan PGA TOUR yang memukau dan penampilan mengagumkan pada Presidents Cup tahun lalu telah membuat nama Kim menjadi sorotan. Ia menjadi pegolf pertama sejak Woods, yang menjuarai dua gelar sebelum genap berusia 21 tahun. Kim masih bisa memecahkan rekor Woods dengan menjadi juara Masters termuda jika bisa melakukan hal yang nyaris mustahil itu pada hari Minggu nanti.

 

 

Pemain debutan Masters terakhir yang meraih kemenangan ialah Fuzzy Zoeller, yang menang pada tahun 1979. Hanya ada dua pemain lain yang menang dalam kunjungan pertama mereka, yaitu Horton Smith yang memenangkan edisi perdana Masters tahun 1934 dan Gene Sarazen setahun sesudahnya. Toh Kim tidak merasa khawatir untuk mewujudkannya.

”Saya sudah melakukan persiapan yang baik, dan lapangan ini sebenarnya agak cocok buat saya. Jadi, saya akan berusaha mempersiapkan diri dengan matang. Sepertinya, banyak pemain yang sudah lebih sering ke sini daripada saya, tapi saya harus beradaptasi dan melakukannya dengan sangat cepat,” tutur Kim, yang akan memainkan dua putaran pertama bersama McIlroy dan Juara WGC-Dell Technologies Match Play Sam Burns.

”Sepertinya cuaca akan sedikit berubah pada akhir pekan, jadi, siapa pun yang punya permainan terbaik bakalan menang. Saya hanya berusaha untuk siap, dan semoga bisa punya peluang menang pada hari Minggu.”

Seperti kebanyakan pemain lainnya, Kim tumbuh dengan menyaksikan dominasi Woods pada The Masters. Setelah beralih profesional dalam usia 15 tahun, ia mulai menjuarai turnamen di negara-negara, seperti Pakistan, Malaysia, Filipina, Singapura, Indonesia, dan Korea, sebelum menembus PGA TOUR.

”Semoga pekan ini, entah saya atau pegolf Asia mana pun, bisa punya kesempatan menang pada hari Minggu dan semoga saja hal itu bisa menginspirasi generasi-generasi yang akan datang.” — Tom Kim.

Dua tahun setelah Hideki Matsuyama menjadi pemenang Asia pertama di Augusta National, Kim mendapati jajaran pemain Asia pada pekan ini berpeluang untuk menjadi pesaing yang juga kuat. Selain Matsuyama, mereka yang juga mengusung bendera Asia termasuk trio rekan senegara Kim, Im Sungjae, Kim Siwoo, dan Lee Kyounghoon, serta pemain debutan lain asal Jepang Kazuki Higa.

”Memang dalam sejarah kejuaraan Major, belum banyak pegolf Asia yang bisa menang. Rasanya pada PGA TOUR saat ini, ada lebih banyak pegolf Asia daripada yang sudah-sudah. Semoga saja, terutama pada The Masters ini, tiap pegolf yang ingin menjuarainya, tapi bagi para pegolf Asia, bisa menjuarai The Masters akan memberikan dampak yang lebih besar. Semoga pekan ini, entah saya atau pegolf Asia mana pun, bisa punya kesempatan menang pada hari Minggu dan semoga saja hal itu bisa menginspirasi generasi-generasi yang akan datang,” ujarnya.

Ketika ditanya peluangnya soal menjadi juara Masters termuda, ia lekas menjawab, ”Sudah pasti akan melampaui seluruh harapan saya.

”Saya pikir semua orang ingin menjuarai The Masters. Semua orang ingin parkir di area parkir para juara. Semua orang ingin menikmati Santap Malam Juara. Semua orang berjuang mengejar hal itu. Dan saya juga sama, dan semoga saja saya punya kesempatan pada hari Minggu. Begitulah mimpinya.”