Kim Siwoo meramaikan puncak klasemen sementara Memorial Tournament presented by Workday bersama Rory McIlroy dan David Lipsky.
Dari mencatatkan dua double bogey, keberhasilan Kim Siwoo mencatatkan skor 1-under 71 membuahkan peluang bagus untuk mewujudkan gelar PGA TOUR kelima dalam kariernya. Bintang asal Korea itu kini bersiap menghadapi putaran final dari puncak klasemen bersama Rory McIlroy dan David Lipsky.
Kim menampilkan perjuangan yang luar biasa di Muirfield Village Golf Club kemarin (3/6) lewat enam birdie, dua bogey dan satu bogey untuk menempatkannya di posisi ideal. Selain peluang mewujudkan kemenangan kedua pada musim ini, ia juga berpeluang mengikuti jejak seniornya, K.J. Choi, yang memenangkan ajang ini tahun 2007 silam.
Juara FedExCup 2022 McIlroy juga mengincar kemenangan keduanya musim ini. Ia mengakhiri putaran ketiganya dengan empat birdie dan dua bogey. Sementara itu, Lipsky, yang mengincar gelar PGA TOUR pertamanya harus berjibaku mengamankan skor even par 72. Empat birdie dan empat bogey, termasuk tiga di enam hole terakhir membuatnya harus rela berbagi posisi teratas dengan Kim dan McIlroy.
Ketiga pemain ini sama-sama mengemas 6-under 210 dan unggul satu stroke atas lima pemain lainnya—Denny McCharty (68), Viktor Hovland (69), Wyndham Clark (70), Lee Hodges (70), dan Mark Hubbard (72). Adapun Hideki Matsuyama yang menuntaskan putaran kedua kemarin di tempat kedua, justru harus bermain dengan skor 75, termasuk triple bogey di hole 12 par 3. Kini ia berada di perigkat T9, dua stroke dari trio pemuncak klasemen.
”Rasanya saya melakukan banyak pukulan tee yang bagus dan pukulan iron yang juga bagus dan semoga bisa memasukkan (banyak birdie) dengan putter saya. Rasanya luar biasa, terutama setelah dua kali kena double bogey dan malah bisa main under di sini,” tutur Kim, yang untuk kelima kalinya memimpin atau berbagi puncak klasemen dalam 54 hole.
Pegolf yang kini ada di peringkat 10 klasemen FedExCup ini mencatatkan birdie di hole 1, 4, 7, 12, 13, dan 15, namun harus merelakan tiga bolanya di dasar kolam. Ia, di antaranya, harus dua kali memukul ke air di hole 11 par 5. Lalu di hole 3 ia juga mencatatkan double bogey lantaran pukulan tee yang terlihat sempurna justru mengantarkan bola berhenti di bekas divot. Akibatnya, pukulan approach-nya justru masuk ke area rintangan.
”Di hole 3 itu saya melakukan pukulan tee yang bagus dengan 3-iron dan bolanya mendarat di tengah fairway. Namun, bola saya ada di divot. Saya berusaha memukulnya dengan melakukan kontak ke bolanya dulu dan malah mendorongnya ke air. Akibatnya, saya kena double bogey.
”Lalu di hole 11, saya berusaha mencapai green dalam dua pukulan, tapi karena angin berembus dari kanan ke kiri, bola saya malah melayang ke area rintangan. Pukulan ketiga juga masih masuk area rintangan sehingga kena double bogey lagi.”
”Rasanya saya melakukan banyak pukulan tee yang bagus dan pukulan iron yang juga bagus.” — Kim Siwoo.
Kini ia bersiap untuk kembali berjuang untuk mewujudkan lebih dari satu kemenangan untuk pertama kalinya selama berkiprah pada PGA TOUR. ”Green-nya keras. Rough juga tinggi. Jadinya susah mempertahankna konsentrasi. Tiap hole malah cenderung menciptakan bogey atau double bogey. Jadi, kalau pukulan saya meleset, saya mesti siap mendapat bogey,” ujar Kim, yang telah meraih empat kemenangan, termasuk THE PLAYERS 2017.
Salah satu hal yang bakal meningkatkan rasa percaya dirinya ialah fakta bahwa ia belum pernah gagal lolos cut dalam delapan penampilannya di Muirfield Village. Prestasi terbaiknya sejauh ini ialah T9 pada tahun 2021.
Rekan senegaranya, Im Sungjae, juga meramaikan persaingan untuk memenangkan cek juara sebesar US$3,6 juta dan 550 poin FedExCup. Skor 67 yang ia raih pada hari ketiga membawanya ke posisi T14, tiga stroke di belakang trio pemuncak klasemen itu.
McIlroy sendiri berada dalam suasana hati yang positif setelah di hole terakhir berhasil menyelamatkan par untuk menjadi salah satu dari tiga pimpinan klasemen sementara. ”Saya sudah melakukan tugas dengan baik pekan ini dan menjaga bola tetap di fairway,” tuturnya. ”Yang saya butuhkan besok ialah tetap menjalankan rencana permainan. Tidak berpikir terlalu jauh, tidak juga terlalu agresif.”

