Tom Kim dan Ryutaro Nagano melakukan pergerakan berarti di Los Angeles Country Club dan berpeluang menorehkan prestasi terbaik pada U.S. Open.

Setelah memulai U.S. Open dengan skor 73, bintang golf asal Korea Tom Kim melakukan pergerakan besar dengan menorehkan skor 66 pada putaran ketiga di Los Angeles Country Club (LACC) kemarin (17/6). Pegolf yang beberapa hari lagi genap berusia 21 tahun ini menampilkan salah satu permainan terbaiknya dengan mengemas tujuh birdie dan tiga bogey untuk menempati posisi T9 dengan skor total 3-under 207.

Tom Kim berpeluang untuk memperbaiki catatan penampilannya pada ajang Major ini. Dalam debutnya tahun lalu, ia mencatatkan finis di peringkat 23. Permainannya pada putaran ketiga jelas menunjukkan kapasitasnya untuk terus bersinar. Ia seakan menikmati festival birdie, menorehkan tujuh birdie dalam 10 hole pertamanya. Ia sebenarnya berpeluang untuk berbagi tempat kelima dengan Harris English kalau saja tidak mendapat bogey di hole 13, 15, dan 16.

”Sejujurnya, sembilan hole terakhir itu sangat sulit. Anda benar-benar tidak punya ruang. Tiga bogey itu juga sebenarnya tidak terasa sebagai bogey karena saya meleset sekitar semeter, tapi ajang Major U.S. Open ini benar-benar memaksa Anda melakukan kesalahan. Tentu akan lebih baik jika bisa mendapat par dan bermain tanpa bogey atau mendapat satu atau dua birdie tambahan,” ujar Kim.

”Memang terlintas dalam benak saya ketika saya main 7-under setelah 10 hole, kalau saja saya bisa melanjutkan permainan seperti ini, bisa finis dengan baik, … dan kalau saja pimpinan klasemennya tergelincir, saya punya peluang untuk mengejar, tapi pikiran seperti itu hanya sekejap karena saya masih harus menghadapi bagian tersulit dari lapangan ini,” sambung pemegang dua gelar PGA TOUR ini.

”Target pekan ini ialah tidak melihat papan klasemen, dan saya sudah melakukannya dengan baik sejauh ini. Memang saya tidak mengawali pekan ini dengan baik, tapi saya bisa melakukan apa yang mesti saya kerjakan dan tetap fokus sehingga setidaknya punya peluang untuk finis dengan baik besok.”

”Memang saya tidak mengawali pekan ini dengan baik, tapi saya bisa melakukan apa yang mesti saya kerjakan dan tetap fokus sehingga setidaknya punya peluang untuk finis dengan baik besok.” — Tom Kim.

Pemain debutan asal Jepang Ryutaro Nagano jelas tidak ingin membiarkan pengalaman perdananya mengikuti U.S. Open berakhir sia-sia. Ia melanjutkan penampilan mengesankannya di Los Angeles Country Club (LACC) dan berhasil menembus sepuluh besar dengan 18 hole tersisa. Tiga birdie, satu eagle, dan tiga bogey menempatkannya sendirian di peringkat 8 dengan skor total 4-under 206, enam stroke di belakang RIckie Fowler dan Wyndham Clark.

Seperti dua putaran pertamanya, Nagano kembali bermain dengan solid di sembilan hole pertama di LACC itu. Ia hanya membutuhkan 32 pukulan untuk menuntaskan sembilan hole pertamanya dengan kombinasi dua birdie, satu eagle, dan satu bogey. Praktis ia telah bermain 9-under hanya di sembilan hole pertama. Meskipun harus mencatatkan dua bogey dengan hanya satu birdie di sembilan hole terakhirnya, pegolf berusia 35 tahun ini masih bisa berbangga lantaran kembali bermain under.

”Saya sungguh bersyukur bisa main bagus dalam tiga hari terakhir, dan bisa berada di sini saja sudah luar biasa,” ujar Nagano.

”Saya berusaha untuk bermain double bogey. Kalau bolanya masuk ke rough, saya akan berusaha mengembalikan ke fairway, berusaha fokus supaya tidak membuang terlalu banyak pukulan. Begitulah caranya saya bisa bermain dengan stabil.”

Eagle di hole 8 itu jelas menjadi sorotan permainannya kemarin. Dari jarak 206 meter, pukulan keduanya berhasil mengantarkan bola untuk menyisakan 18 meter dari lubang.

 

Tom Kim, Round 3 U.S. Open 2023.
Tom Kim hampir pasti mencatatkan finis terbaiknya dalam ajang U.S. Open setelah pada 2022 finis di peringkat 23. Foto: Getty Images.

 

”Saya mendapatkan jalur putt yang bagus, tapi saya hanya fokus untuk mendapatkan birdie. Ternyata bolanya masuk dan memberi eagle,” ujarnya.

Jika berhasil bertahan di jajaran 15 besar, Nagano bakal mendapat hak untuk kembali mengikuti U.S. Open tahun depan. Meski demikian, ia sadar bahwa berpikir terlalu jauh bukanlah resep yang jitu untuk mempertahankan permainan.

”Saya sudah bermain pada British open dua tahun lalu, jadi luar biasa bisa bermain di sini bersama para pegolf tangguh. Jelas saya akan berfokus pada putaran final dan tidak akan memikirkan hal tersebut. Sejauh bisa fokus pada permainan besok, barulah saya membayangkannya (mengikuti U.S. Open tahun depan),” tandasnya.

Rickie Fowler (70) masih menjaga peluangnya untuk memenangkan Major pertamanya setelah pada 2014 silam nyaris memenangkan salah satu dari keempat Major dan finis di lima besar pada semua ajang Major kala itu. Hanya saja, kali ini ia harus berbagi puncak klasemen dengan Wyndham Clark (69) dengan skor total 10-under 200, unggul satu stroke dari Rory McIlroy (69).

”Saya mesti menerima beberapa bogey pada awal putaran ini, tapi rasanya kami menuntaskan tugas kami dengan tetap fokus, terus melangkah, dan banyak melakukan pukulan berkualitas. Dalam tiga putaran ini kami terus berada di posisi yang kami harapkan, dan besok turnamen ini benar-benar dimulai!” tutur Fowler.

Clark sendiri berhasil mewujudkan harapannya untuk bermain di grup pamungkas, bermain dengan sesama alumni Oklahoma State University.