Marty Dou Zecheng dan Kevin Yu Chunan mulai mengejar gelar PGA TOUR pertama mereka lewat ajang Butterfield Bermuda Championship.
Dua wakil muda Asia menampilkan permainan yang solid untuk meramaikan persaingan perebutan gelar pada ajang Butterfield Bermuda Championship. Pegolf China Marty Dou Zecheng dan pegolf China Taipei Kevin Yu Chunan kini membuka peluang mewujudkan gelar PGA TOUR pertama dalam karier masing-masing.
Bermain dalam turnamen keempat pada musim 2022-2023, Dou dan Yu masing-masing menorehkan skor 6-under 65 dan 5-under 66 di Port Royal Golf Club kemarin (28/10). Permainan mereka itu membawa mereka ke jajaran atas klasemen dan kini hanya terpaut dua stroke dari Ben Crane. Crane sendiri mengambil alih posisi teratas dari Austin Smotherman dan Harrison Endycott setelah menyamai rekor skor terendahnya sendiri dengan skor 62.
Kini kedua pemain muda itu berpeluang mempersembahkan kemenangan kedua bagi Asia pada musim ini, setelah Tom Kim menjuarai Shriners Children’s Open di Vegas. Adapun pemain veteran asal India Arjun Atwal, yang kemarin menorehkan skor 63, kini harus menempati peringkat T34 setelah bermain even par 71.
Dou menunjukkan determinasinya dengan melesakkan tujuh birdie dan satu bogey untuk kembali menorehkan skor 6-under. Ia pun sukses memperbaiki peringkatnya hingga sembilan peringkat. Kini ia berada di posisi T7 dengan skor total 12-under 130.
Bermain dari hole 10, pegolf berusia 25 tahun ini menuai lima birdie dalam delapan hole pertamanya, termasuk tiga birdie beruntun dari hole 15. Selain tambahan dua birdie lagi, satu-satunya bogey terpaksa ia tulis di kartu skornya di hole 8 par 3.
”Hujan mulai turun di sembilan hole terakhir, jadi agak lebih sulit untuk bermain. Saya main luar biasa bagus di sembilan hole pertama, persis seperti sembilan hole pertama kemarin, main 5-under. Ada beberapa kesalahan di sembilan hole terakhir, tapi secara keseluruhan hasinya cukup bagus,” tutur Dou, yang sejauh ini telah mengemas tiga kemenangan pada Korn Ferry Tour dan menikmati musim keduanya bermain pada PGA TOUR setelah debutnya tahun 2018.
Dou tidak segan menyebut peran Cameron McCormick yang membantunya menampilkan permainan yang solid pekan ini. ”Setelah dari Vegas, kecepatan bola saya sangat lambat untuk diperbaiki, dan saya sangat gugup,” kenangnya. ”Saya menjumpai dia untuk latihan pertama, dan tidak ada perubahan besar, saya juga tidak menemukan masalah yang spesifik. Saya pikir saya hanya mesti melakukan penyesuaian setelah beberapa hari istirahat, tapi setelah empat atau lima hari berlatih, kecepatan saya masih sangat lambat, sekitar 116 (mpj).
”Saya sangat khawatir dan mendiskusikan dengan pelatih. Setelah latihan kedua, kecepatan saya naik menjadi 120, dan saya kembali menemukan rasa percaya diri. Sekarang saya memukul lebih jauh dan iron saya juga lebih konsisten. Saya pikir secara mental saya sudah lebih dewasa (sejak 2018). Sekarang saya tak segugup sebelumnya jika hendak bertanding, bahkan kalau tidak main bagus, saya lebih terbuka. Secara keseluruhan, ada peningkatan besar.”

Sementara itu, Yu, yang melakoni debut musim perdana dan bermain dalam grup yang sama dengan Dou, juga menampilkan permainan mengesankan. Kemarin ia mencatatkan enam birdie, termasuk dua di tiga hole pertamanya.
”Saya punya banyak peluang birdie atau eagle, jadi secara keseluruhan permainan iron saya sedang bagus,” tutur pegolf berusia 24 tahun yang meraih kartu PGA TOUR melalui Korn Ferry Tour musim lalu. ”Saya pikir hole-hole terbaiknya ada di hole 7 dan 8. Pukulan kedua ke hole 7 itu dan pukulan tee di hole 8 sama-sama cukup dekat ke pin. Saya harap bisa mempertahankan permainan ini dalam dua hari berikutnya.”
Wakil Asia lainnya, yang juga merupakan senior Yu, C.T. Pan kemarin juga memperbaiki peringkatnya, kini berada di posisi T24 setelah bermain dengan skor 67. Adapun pegolf Korea Noh Seungyul berbagi peringkat 41 dengan An Byeonghun, setelah masing-masing menorehkan skor 67 dan 70.
Adapun peraih lima gelar PGA TOUR, Crane, menorehkan sembilan birdie, sebuah eagle, dan satu double bogey untuk mengungguli Adam Schenk, Aaron Baddeley, Robby Shelton, dan Ben Griffin. Jelas ia merasa puas bisa menempati posisi teratas dan berpeluang mengakhiri puasa gelar. Gelar PGA TOUR terakhir ia raih pada ajang FedEx St. Jude Classic 2014.
”Saya merasa terpacu. Jelas saya memainkan permainan terbaik setelah sekian lama dan bisa berada dalam turnamen ini saja sudah memberi dorongan, bisa bermain empat putaran,” jelasnya.


