Shugo Imahira kembali mengangkat trofi, persis sepekan setelah menjuarai gelar JGTO pertamanya tahun 2022 ini.
Harapan pegolf Australia Brad Kennedy untuk menuntaskan puasa gelarnya selama tiga tahun harus pupus. Pada putaran final Golf Partner Pro-Am Tournament hari Minggu (22/5) tadi, ia harus puas hanya bermain dengan skor 4-under 66. Skor total 21-under 259 itu membuatnya tak dapat mengikuti play-off, yang akhirnya dimenangkan oleh Shugo Imahira.
Permainan Kennedy tidaklah buruk pada putaran final tadi. Ia bahkan memulai dengan meyakinkan dengan membukukan birdie di hole pertamanya, lalu menambah tiga birdie lagi di hole 8, 9, dan 10. Saat itu posisinya sudah mengoleksi 21-under.
Celakanya, ketika ia harusnya menghindari membuang pukulan, pegolf berusia 47 tahun ini malah mendapat bogey di hole 14 dan 15, yang terbukti memupus peluangnya. Meski kemudian ia bisa bangkit dengan dua birdie di dua hole berikutnya, ia wajib meraih birdie di hole terakhir untuk bisa memaksa masuk play-off dengan Imahira, Tomohiro Kondo, dan Tomoharu Otsuki, yang menorehkan skor total 22-under 252. Sayangnya, di hole pamungkasnya itu Kennedy hanya bisa mendapat par.
”Saya merasa patah hati saat ini,” tutur Kennedy. ”Menurut saya yang satu ini terasa menyakitkan. Anda tak selalu mendapat kesempatan seperti ini dalam setahun.
”Hari ini saya sebenarnya main bagus, tapi tidak memukul dengan jarak yang tepat di hole-hole par 4 pendek. Saya gagal meraih birdie di hole-hole tersebut, yang justru merugikan saya.”
Penyesalan terbesar Kennedy jelas terjadi di hole 14 dan 15. ”Saya berjuang keras untuk memperbaikinya dan meraih dua birdie bagus di hole 16 dan 17, dan kemudian melakukan putt yang bagus di hole terakhir, tapi sulit dipercaya bolanya tidak mengalami break!

”Secara keseluruhan, hole-hole par 4 itulah yang harusnya bisa saya manfaatkan. Namun, hari ini saya justru tak bisa berbuat banyak,” tandas Kennedy yang harus puas finis di posisi T4.
Sementara itu, Imahira justru berhasil menjadi pegolf pertama yang menjuarai lebih dari satu gelar pada tahun 2022 ini setelah menaklukkan Tomohiro Kondo dengan birdie di hole tambahan kedua.
Kondo jelas berharap bisa menang, terutama setelah berhasil meramaikan play-off usai menyamai skor 59 yang dibukukan Yuta Ikeda pada putaran pertama. Sementara bagi Otsuki, yang tersingkir di hole play-off pertama, kekalahan ini menjadi yang kedua kalinya setelah tahun lalu ia juga harus kalah play-off, kala itu dari pegolf Afrika Selatan Shaun Norris.
Kemenangan pekan ini menjadi gelar JGTO ketujuh bagi Imahira. Dan inilah pertama kalinya ia menjuarai dua turnamen berturut-turut sepanjang karier profesionalnya.Selain itu, untuk kedua kalinya pula ia menjuarai lebih dari satu gelar JGTO, setelah sebelumnya ia melakukannya tahun 2019 silam—lewat ajang Bridgestone Open Golf Tournament dan Dunlop Phoenix Tournament.
”Saya sangat senang bisa menang dua pekan berturut-turut,” ujar Imahira. ”Dengan kemenangan yang mulai terlihat, saya merasa bersemangat sejak pagi. Saya sangat ingin mewujudkannya karena sepanjang karier saya belum pernah menang dua kali berturut-turut.”
Bagi Imahira, kemenangan ini juga menjadi sangat penting. Dua kemenangan berturut-turut ini bakal memberinya dorongan dan percaya diri yang sangat ia butuhkan untuk menembus kualifikasi seksional untuk U.S. Open.
”Saya berharap bisa bermain pada banyak ajang Major,” tandas pegolf yang sempat bermain pada ajang Indonesian Masters pada tahun 2019 ini.

