Chan Kim melanjutkan performa solidnya dengan berbagi posisi teratas dengan Yuki Inamori dan Aguri Iwasaki pada ajang Golf Nippon Series JT Cup.

Usai memenangkan gelar Japan Golf Tour Organization pertamanya musim 2022 pada pekan lalu, pegolf Amerika Chan Kim membawa momentum bernilai tersebut ke ajang Golf Nippon Series JT Cup pekan ini. Pada putaran pertama tadi, ia menorehkan skor 5-under 65, yang ia raih dengan sebuah eagle, lima birdie, dan satu double bogey, untuk menempatkannya sebagai salah satu pimpinan klasemen.

Yuki Inamori dan Aguri Iwasaki menjadi dua pemain lain yang menyamai raihan skor Kim tersebut.

Untuk putaran kelimanya secara berturut-turut ia menempati peringkat pertama, termasuk ketika terus berada di posisi teratas ketika menjuarai ajang Casio World Open pekan lalu. Kala itu ia bahkan memecahkan rekor 72 hole dengan menorehkan 32-under.

Namun, bahkan sebelum kemenangannya itu, Kim juga telah empat kali finis di enam besar dalam lima ajang JGTO terakhir yang ia ikuti.

”Saya kira saya telah menemukan swing saya, putting saya juga telah menjadi lebih baik. Mengganti putter baru benar-benar berjalan dengan baik pekan lalu, semoga hal serupa bisa berlanjut pekan ini,” tutur Kim, yang kini mulai menatap pernikahan pada 10 Desember mendatang.

Segalanya tampak berjalan dengan mulus bagi Kim sehingga ia bisa benar-benar tampil prima, bahkan meskipun tidak memainkan putaran latihan.

”Sebenarnya, saya tidak merasa begitu sehat pada awal pekan ini. Saya tidak memainkan putaran latihan dan hari ini merupakan putaran pertama saya sejak hari Minggu. Saya tidak mematok harapan apa-apa pekan ini. Hal inilah yang membantu saya untuk bisa rileks dan main bagus hari ini,” sambungnya.

”Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bermain sepanjang pekan, tapi untuk saat ini kondisi saya tidak cukup bagus.” — Todd Baek.

Ia berharap permainan meyakinkannya bisa terus berlanjut pada turnamen ini. Ia sendiri benar-benar berniat untuk bisa memnangkan turnamen pamungkas untuk kedua kalinya dalam edisi ketiga.

Sementara itu, Brad Kennedy, yang sempat meraih tempat kedua pada edisi 2019, juga menikmati putaran pertama yang solid. Enam birdie dengan dua bogey memberinya skor 66 sehingga kini ia menghuni posisi T4, bersama juara bertahan Hideto Tanihara, Satoshi Kodaira, dan Daijiro Izumada.

Meski demikian, Kennedy tidak merasa yakin soal melanjutkan turnamen ini. Pasalnya ia juga berjuang dengan cedera lututnya.

”Saya tak yakin kalau saya bisa menuntaskannya,” renung Kennedy, yang masih bingung terkait alasan cederanya. ”Sungguh sulit untuk berjalan. Memang tidak mengganggu swing saya, tapi berusaha berjalan dari tee box dan di turunan rasanya sungguh sulit.”

Dua pegolf internasional lainnya juga terlihat siap dalam persaingan. Anthony Quayle asal Australia dan Todd Baek dari Amerika, masing-masing menorehkan skor 71 dan 76. Masing-masing finis di peringkat T21 dan 29.

Quayle harus menunggu dua birdie di dua hole terakhirnya untuk bisa bangkit dari kesulitan yang ia alami sejak awal pertandingan. Ia sempat menorehkan eagle di hole 6, tapi juga harus mencattakan lima bogey dalam 14 hole yang ia mainkan.

Baek turut mengungkapkan rasa kecewanya karena cedera bahunya justru membuatnya sulit untuk main maksimal pekan ini. ”Ini turnamen prestisius dan saya senang bisa bermain. Sayangnya, bahu saya cedera pada hari Minggu (27/11) lalu. Entah apa saya bisa melanjutkannya. Saya akan berusaha mendapatkan perawatan lebih dulu. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bermain sepanjang pekan, tapi untuk saat ini kondisi saya tidak cukup bagus,” jelasnya.