Tim Lee menjuarai nomor beregu PIF Saudi Ladies International, sementara Atthaya Thitikul kini memimpin di nomor individu.

Tim Lee Somi akhirnya tampil sebagai juara pada nomor beregu ajang PIF Saudi Ladies International di Riyadh Golf Club. Kuartet Lee Somi dan rekan senegaranya asal Korea Kim Minsun, bermain dalam satu grup dengan Nastasia Nadaud dari Perancis dan Amy Taylor asal Inggris sukses mencatatkan skor total 34-under.

Kuartet ini sempat mengawali putaran final kemarin (14/2) dari tempat kedua setelah hanya bermain 17-under. Namun, permainan yang cepat panas pada putaran final itu membuat mereka langsung menorehkan 11-under dalam sembilan hole pertamanya. Skor tersebut, di antaranya, tercipta berkat birdie Lee dan eagle Nadaud di hole 5.

Langkah mereka memang sempat terhambat di sembilan hole terakhir, tapi tak pernah tersandung jauh dari persaingan. Itulah sebabnya, tatkala Lee dan Kim sama-sama menciptakan birdie di hole terakhir, kemenangan pun jatuh ke tangan mereka.

”Saya sangat senang! Saya bertemu teman-teman dan pemain-pemain yang hebat. Golf biasanya merupakan olahraga individu, tapi bisa bermain sebagai satu tim membuat saya lebih rileks dan nyaman,” tutur sang kapten.

”Sudah lama sejak terakhir saya meraih trofi, terakhir saya menangkan pada ajang KLPGA beberapa tahun lalu.” — Lee Somi.

”Begitu melangkah ke green, kami sudah tahu skornya, dan saat itulah saya sadar kalau saya butuh birdie. Setelah itu, saya fokus hanya pada pukulan saya. Saya berhasil membuat birdie dan berpikir, ’(Kemenangan) ini bisa benar-benar terjadi.’

”Sudah lama sejak terakhir saya meraih trofi, terakhir saya menangkan pada ajang KLPGA beberapa tahun lalu. Kemenangan ini jelas akan memberi dorongan buat saya untuk mengawali tahun ini.”

Kegembiraan juga diungkapkan oleh rekan timnya. ”Pertama-tama, saya ingin berterima kasih kepada kapten saya. Kami berjuang keras dan senang semua itu membuahkan hasil. Saya sudah lama mengenalnya sejak ketika kami sama-sama bermain di panggung KLPGA,” tutur Kim.

”Bagian terbaiknya ialah saya punya rekan satu tim yang bisa berbahasa Korea sehingga membuat semuanya menjadi lebih baik. Saya sangat menikmati kesempatan ini. Sungguh luar biasa bisa menyaksikannya, dan tiap kali kami membuat birdie, kami sama-sama saling menyemangati.”

Bagi Nadaud, kemenangan ini juga menjadi istimewa. Apalagi ia sempat menjadi kapten tim ketika meraih kemenangan di London tahun 2024 lalu. ”Benar-benar keren. Sejujurnya, saya tidak berharap menang, tapi prestasi ini jelas sangat berarti. Kami benar-benar tim yang hebat, dan kami bermain dengan sangat baik bersama-sama. Amy dan saya membahas banyak hal, tapi secara keseluruhan, dua hari ini benar-benar menyenangkan.”

”Sungguh menyenangkan ada empat pemain profesional dalam format seperti ini, dan bisa mendapat kemenangan rasanya sungguh luar biasa!” — Amy Taylor.

Elemen tim pada kompetisi profesional Ladies European Tour ini juga turut membangkitkan kenangan indah bagi Taylor yang sempat bermain di levele universitas di Amerika.

”Luar biasa. Saya menyukai ajang seperti ini. Dulu saya bermain golf di kampus, tapi pengalaman kali ini berada di level yang berbeda. Sungguh menyenangkan ada empat pemain profesional dalam format seperti ini, dan bisa mendapat kemenangan rasanya sungguh luar biasa!” tutur Taylor.

Sementara itu, Tim Kyriacou, yang terdiri dari Stephanie Kyriacou dari Australia, Liz Young dari Inggris, Olivia Cowan asal Jerman, dan Sara Kouskova dari Ceskia akhirnya harus puas berada di tempat kedua setelah hanya bisa mencatatkan par di setiap hole yang mereka mainkan pada putaran final itu.

Nomor beregu dipertandingkan dengan memperhitungkan dua skor terbaik di tiap hole sebagai skor tim dengan memperebutkan total hadiah US$500.000. Adapun US$4,5 juta menjadi rebutan untuk nomor individu.

 

Atthaya Thitikul, Round 2 PIF Saudi Ladies International 2025.
Atthaya Thitikul berniat untuk mempertahankan pola pikir yang membantunya meraih dua gelar LPGA tahun 2024 ketika menjalani putaran final PIF Saudi Ladies International 2025. Foto: Mark Runnacles/LET.

 

Dari nomor individu, Atthaya Thitikul kini memuncaki klasemen sementara di nomor individu. Pegolf No.4 Dunia ini menciptakan dua birdie di dua hole pertamanya, lalu meraih birdie ketiganya dari hole 5, sebelum akhirnya menambah tiga birdie lagi untuk bermain 6-under dalam sembilan hole pertamanya. Satu-satunya bogey ia ciptakan di hole 15, namun pegolf berusia 21 tahun ini sukses menorehkan birdie dari hole 12, 17, dan 18. Skor 64 pada hari kedua ini membuatnya memuncaki posisi teratas dengan skor total 13-under 131, tiga stroke lebih baik daripada pegolf Inggris Annabell Fuller dan Lee Somi.

”Putting saya lebih tajam ketimbang kemarin, dan itu sebabnya saya bisa memasukkan banyak putt,” tutur Juara Race to Cosa del Sol 2021 (Order of Merit Ladies European Tour) ini.

”Pukulan saya masih sama seperti kemarin. Sejujurnya, awal pekan ini saya tidak terlalu yakin pada puklan saya, tapi ternyata semua berjalan dengan baik.

”Anda tak bisa benar-benar memprediksi green di sini. Saya tahu green-nya pasti akan menantang karena cuaca dingin dalam beberapa bulan terakhir.

”Satu-satunya hal yang sangat ingin saya bawa sejak CME (Group Tour Championship) dan bagaimana saya mengakhiri tahun lalu ialah permainan mental saya. Saya benar-benar ingin mempertahankan pola pikit itu, menikmati bermain golf, dan tak terlalu banyak memikirkan hasilnya.”