Kim Siwoo melejit ke jajaran atas ajang The RBC Heritage 2025 berkat enam birdie, sebuah eagle, dan satu bogey.

Absen dari Masters Tournament untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir jelas menyakitkan. Akan tetapi, kekecewaan itu tampaknya menjadi pembakar semangat bagi Kim Siwoo. Buktinya, ia kini tampil sebagai penantang gelar pada ajang RBC Heritage, yang berlangsung di Harbour Town.

Pegolf Korea ini menorehkan skor 7-under 64 pada putaran kedua Jumat (18/4) kemarin sehingga kini mengoleksi skor total 19-under dan menempati posisi T2. Ia pun hanya berjarak dua stroke dari Justin Thomas pada Signature Event PGA TOUR yang menyediakan total hadiah sebesar US$20 juta ini.

Pegolf No.1 dunia Scottie Scheffler (70) berada di posisi T6 dengan 8-under. Adapun sesama juara Major Collin Morikawa (66), Brian Harman (69), dan Wyndham Clark (70) menjadi sejumlah nama berat yang mengejar Thomas, yang kemarin menorehkan skor 69 setelah mengawali RBC Heritage ini dengan skor 61 dan kini mengoleksi skor total 12-under.

Kim, yang berstatus pemegang empat gelar PGA TOUR, memang kecewa tak mendapat spot di Augusta National untuk pertama kalinya sejak 2017. ”Saya begitu frustrasi pekan lalu menyaksikan Masters, tapi entah bagaimana saya harus terus melangkah. Jadi, saya berusaha untuk fokus pada pekan ini,” tutur pegolf berusia 29 tahun yang sempat dua kali gagal lolos cut di Texas ini.

Pegolf dengan karakter yang mudah disukai ini berusaha memanfaatkan frustasinya itu untuk memantik permainannya, yang pada musim ini belum terlihat tistimewa. Dalam sebelas turnamen, belum sekalipun ia finis di sepulh besar, meski empat kali finis di jajaran 25 besar.

”Bahkan pemukul pendek pun masih bisa bermain, makanya saya suka bermain di sini.”

Pukulannya sebenarnya solid, tapi permainannya di atas green cenderung menjadi penghambat prestasinya musim ini. Untuk kategori Strokes Gained: Putting ia berada di peringkat 140. Tak heran kalau ia terlihat berganti putter antara long putter dan putter reguler. Keputusannya memainkan putter pendek pekan ini terlihat efektif karena pada pekan ini ia berada di peringkat ke-2 untuk kategori statistik yang sama dalam 36 hole.

”Putaran yang bagus. Dan ketika merasa tidak puas, entah bagaimana saya bisa mencari jalan di lapangan golf, jadi memaksimalkan pukulan iron yang solid. Saya mesti lebih memahami pukulan saya, tapi rasanya sangat nyaman. Ya, masih ada dua hari lagi,” imbuhnya.

Pada putaran kedua itu, ia mencatatkan eagle yang mengagumkan setelah melakukan pukulan approach dari jarak 252 meter dan menyisakan 1,5 meter dari lubang di hole 5 par 5. Ia juga mengemas enam birdie dengan hanya satu bogey untuk membawanya melejit ke jajaran atas klasemen.

Kim sempat berpeluang menjuarai ajang ini pada tahun 2018. Akan tetapi, kala itu ia harus mengakui keunggulan pegolf Jepang Satoshi Kodaira, yang mengalahkannya lewat partai play-off. Maka pekan ini ia pun merasa punya utang lain yang mesti ia bayarkan.

”Saya pernah main bagus di lapangan ini makanya saya suka berada di sini. Anda tak mesti memukul jauh di lapangan ini. Bahkan pemukul pendek pun masih bisa bermain, makanya saya suka bermain di sini,” tuturnya.

”Saya tidak merasa siap sampai awal putaran pertama kemarin. Rasanya khawatir ketika berada di atas tee dengan driver. Terlalu khawatir. Kalau memukul bagus, saya akan berusaha untuk membidik ke pin dan tidak khawatir mengenai hal apa pun. Kali ini, saya khawatir hampir pada semua hal. Makanya saya bermaina sedikit konservatif hari ini.”