Kim Siwoo mengambil alih posisi teratas dan akan memulai putaran final RBC Heritage 2025 dengan keunggulan satu stroke.

Pegolf Korea Selatan Kim Selatan kini memegang keunggulan satu stroke menuju putaran final RBC Heritage. Keunggunlan ini sekaligus membuka kesempatan baginya untuk memenangkan gelar PGA TOUR kelima dalam kariernya.

Pada putaran ketiga Sabtu (19/4) kemarin, pegolf berusia 29 tahun ini mengemas skor 5-under 66 di Harbour Town Golf Links. Penampilannya itu membawanya ke puncak klasemen dalam 54 hole untuk keenam kalinya dalam kariernya. Dengan skor total 15-under, ia berada satu stroke lebih baik daripada pimpinan klasemen putaran kedua Justin Thomas (69) dan Andrew Novak. Adapun sang juara bertahan, yang juga No.1 Dunia Scottie Scheffler terpaut empat stroke setelah bermain dengan skor 68.

Sempat bermain meyakinkan dalam 17 hole, Kim terpaksa mencatatkan bogey setelah putting dari jaram 1,8 meter di hole 18 gagal ia masukkan.

”Saya mengganti loft iron saya ke posisi normal. Biasanya saya memakai loft yang sangat kuat.” ~ Kim Siwoo.

”Saya main bagus. Hanya meleset di hole terakhir, jadi tidak begitu berpengaruh. Kurang lebih saya memainkan 35 hole dengan baik (dalam dua hari terakhir). Jadi, saya tidak perlu khawatirsoal hole terakhir itu,” tuturnya.

Kim mengawali putaran ketiga itu dengan tertinggal dua stroke di belakang Thomas. Birdie dari jarak 2 meter untuk meraih birdie di dua hole pertama memberi momentum sejak awal. Ia kemudian menambah empat birdie lagi melalui hole 5, 9, 13, dan 15, sebelum akhirnya mendapat bogey di hole terakhir setelah pukulan approach-nya gagal mencapai green.

”Saya mengganti loft iron saya ke posisi normal. Biasanya saya memakai loft yang sangat kuat. Saya kira itulah yang membantu saya mengendalikan jarak pukul. Saya kira hal itu juga yang membantu saya melakukan banyak pukulan short iron dan menciptakan banyak peluang birdie lewat putting,” jelasnya lagi.

”Sudah lama sekali sejak terakhir saya bermain di grup pamungkas, jadi rasanya aneh. Lalu mungkin ada juga tekanan. Bukan persis tekanan, tapi rasanya sedikit aneh pada awalnya. Saya mendapat skor yang bagus. Saya kira hal tersebut membuat saya lebih lepas dan main bisa main bagus hari ini.”

Dengan kemenangan terakhirnya terjadi pada ajang Sony Open in Hawaii 2023, kini ia berpeluang menjadi pegolf Asia ketiga yang memenangkan RBC Heritage ini setelah Satoshi Kodaira (2018) dan C.T. Pan (2019) dari China Taipei. Ia sendiri sempat kalah play-off dari Kodaira lima tahun silam. Toh ia kini yakin memegang kendali untuk menjuarai Signature Event pertamanya.

”Rasanya saya bermain sangat baik hari ini, sangat solid. Hanya saja hasilnya tidak terlihat demikian.” ~ Justin Thomas.

”Ya, saya ada di posisi yang bagus. Sejauh ini saya juga sudah bermain dengan baik. Terutama permainan iron saya pekan ini sangat bagus. Sekarang sisa satu hari lagi,” imbuhnya.

Ia belum merasakan finis di sepuluh besar pada musim ini. Pekan lalu, untuk pertama kalinya sejak 2017, ia tak dapat mengikuti Masters Tournament. Hal tersebut jelas membuatnya kecewa. Namun, kemenangan pada hari Minggu ini akan membuatnya berhak kembali ke Augusta National pada April 2026.

Sementara itu, birdie dari jarak 4,8 meter di hole terakhir menjaga peluang Thomas untuk bersaing sengit dengan Kim pada putaran final nanti.

”Rasanya saya bermain sangat baik hari ini, sangat solid. Hanya saja hasilnya tidak terlihat demikian. Lapangan ini sangatlah susah, sangat keras dan licin. Kami hanya bersikap sangat cerdas. Rasanya hanya berusaha memaksimalkan club yang memudahkan membuat skor atau memaksimalkan peluang ketika mendapatkannya,” tutur pemegang 15 gelar PGA TOUR, termasuk dua gelar Major ini.

”Lapangan ini bukan tempat Anda bisa benar-benar memaksakan permainan, terutama ketika menghadapi kondisi yang berat. Ya, memang menyenangkan melakukan pukulan iron yang mendekati pin dan memasukkan putt dari sana. Senang rasanya bisa finis demikian dan melanjutkan momentum untuk putaran final.”