Grace Kim siap menghadapi AIG Women’s Open, ajang Major terakhir musim 2025, berbekal gelar Major di Perancis dan ikatan kuat dari skuad Australia pekan ini.

Tampil dalam sebuah ajang Major dengan status juara Major jelas sesuatu yang sangat membanggakan. Namun, bagi Grace Kim pengalamannya menjuarai The Amundi Evian Championship pada pertengahan Juli silam masih belum terlalu meresap dalam dirinya.

”Saya malahan menonton videonya lagi semalam. Rasanya menyenangkan bisa menyaksikan rekamannya. Rasanya memang saya masih dalam proses mencernanya,” tutur pegolf asal Australia ini.

Toh tidak ada yang berubah baginya dan Kim tidak segan menegaskan hal tersebut. Namun, ia juga lekas mengaku kalau ia juga merasakan perbedaan dari keberhasilannya dua pekan silam.

”Kebanyakan negara sangat iri dengan ikatan erat dan persahabatan. Ini sesuatu yang sangat keren. Menjadi seorang Australia sangatlah keren, ….”

”Tentulah orang datang menyapa serta memberi selamat adalah sesuatu yang menyenangkan, tapi pada saat yang sama, ketika orang mulai menyebut dua kata juara Major di depan (nama saya) rasanya masih sulit untuk mempercayainya. (Biar begitu) saya masih tetap diri saya yang sama, jadi tak ada yang berubah,” sambungnya.

Persiapannya menuju AIG Women’s Open pekan ini mungkin tidak begitu ideal. Pekan lalu, ia gagal lolos cut pada ISPS HANDA Women’s Scottish Open lantaran hanya bisa membukukan skor 73 dan 76. Akan tetapi, kembali bermain di lapangan links jelas bukan hal yang asing bagi pegolf berusia 24 tahun ini.

”Sebagai pegolf Australia, kami cukup mahir memainkan lapangan bergaya links. Saya kira kami banyak bermain di lapangan-lapangan di wilayah Sandbelt, jadi mungkin lapangan demikianlah yang paling mirip. Angin banyak berembus, bunker-bunker yang sulit, bunker-bunker yang dalam. Kondisi lapangan yang panjang dan sulit. Saya kira kami harap bisa mengatasinya sebaik mungkin,” tuturnya.

 

Grace Kim, Juara The Amundi Evian Championship 2025.
Grace Kim menikmati kemenangan Major pertama dalam kariernya lewat ajang The Amundi Evian Championship 2025 setelah memainkan babak play-off dengan Jeeno Thitikul. Foto: Philippe Millereau/KMSP.

 

Toh bukan hanya pengalaman saja yang akan diandalkan oleh pegolf berdarah Korea ini. Ia mengaku ikatan erat antar-pegolf Australia menjadi sesuatu yang sangat unik dan menjadi sistem penopang yang penting bagi seorang atlet. Salah seorang jurnalis bahkan sempat mendengar percakapan seorang ibu dan anak perempuannya, di mana sang anak mengaku ingin menjadi seorang Australia karena melihat betapa eratnya ikatan di antara para pegolf Australia.

”Kebanyakan negara sangat iri dengan ikatan erat dan persahabatan. Ini sesuatu yang sangat keren. Menjadi seorang Australia sangatlah keren, dan bisa menjadi bagian dari persahabatan ini juga sama kerennya. Kami saling akrab, saling menggoda, tanpa perlu memasukkan ke hati. Saya kira itulah alasan mengapa ikatan di antara kami sangat kuat,” jelas Kim.

Pekan ini, ia akan ditemani oleh sesama juara Major, Hannah Green (Juara KPMG Women’s PGA Championship 2019) dan Minjee Lee (Juara KPMG Women’s PGA Championship 2025, U.S. Women’s Open 2022, dan Amundi Evian Championship 2021). Adapun pegolf Australia lain yang menemani trio ini ialah Karis Davidson, Stephanie Kyriacou, Hira Naveed, Cassie Porter, Kirsten Rudgeley, dan Gabriela Ruffels.