Jonathan Wijono meneruskan momentum dari Inggris ke Damai Indah Golf BSD Course.
Salah satu pegolf unggulan Indonesia Jonathan Wijono mengawali BNI Ciputra Golfpreneur Tournament di Damai Indah Golf BSD Course dengan permainan solid. Enam birdie dengan dua bogey membawanya duduk di posisi T8 dengan skpr 4-under 68 bersama sepuluh pegolf lain, termasuk juara bertahan Yuvraj Singh Sandhu.
”Saya cukup senang dengan permainan hari ini dan bersyukur bisa membuat enam birdie,” ujar Jonathan. ”Permainan saya sedang enak, lebih bisa mengendalikan arah pukulan bola dan mempredikis kurang lebih bolanya akan ke mana.”
Cuaca yang relatif lebih panas daripada tahun sebelumnya, turut memberi dampak bagi kondisi lapangan, yang relatif lebih keras. Area green, khususnya, juga menjadi lebih keras dan licin sehingga menuntut kontrol pukulan yang lebih terukur.
Meskipun Jonathan sendiri sempat meraih kemenangan di sirkuit lokal di Damai Indah Golf BSD Course ini, situasi dan pengaturan lapangan skala Asian Development Tour jelas membuat kondisi lebih sulit.

Akan tetapi, pengalamannya bermain di Inggris pada ajang International Series England dua pekan yang lalu turut membantunya dalam mengatasi kondisi green yang kali ini dipersiapkan dengan kelicinan 10,4 feet pada stimpmeter.
”Kemarin ketika bermain di Inggris karena (green di sana) agak keras, jadi tidak terlalu banyak adaptasi dengan green yang keras juga di sini, malah di sini malah agak lebih empuk dibanding di Inggris, jadi saya pikir transisi dari Inggris ke Damai Indah BSD ini tidak terlalu perlu banyak adaptasi. Bedanya fairway di sini lebih empuk, jadi kurang lebih harus tahu area pendaratan bola di mana, pin mana yang bisa diserang, dan mana yang tidak bisa diserang,” jelasnya lagi.
Permainannya kemarin (21/8) memang sangat meyakinkan. Pukulan tee, approach, dan putting yang prima membantunya menorehkan empat birdie di sembilan hole pertamanya, namun harus memulai sembilan hole terakhirnya dengan hanya 3-under setelah bogey di hole 8. Setelah sempat bermain even par dari hole 10, pegolf asal Surabaya ini meraih birdie kelimanya di hole 13, namun harus kembali mendapat bogey di hole 14, sebelum akhirnya mengakhiri 18 hole pertama dengan birdie di hole terakhir.
”Semua (aspek permainan) lagi berjalan (dengan baik), dari tee ke pukulan kedua sampai putting. Target hari ini memang -3, -4, dan puji Tuhan tercapai,” tuturnya. ”Kesalahan pasti terjadi, seperti tadi, dua bogey itu dari pukulan bunker sih. Jadi, ya beharap besok tidak mengulangi kesalahan yang sama.”

Sementara itu, Jonathan Xavier Hartono menjadi satu-satunya pegolf amatir yang bermain under. Pegolf yang kini berkuliah di Harvard dan menjadi salah satu atlet binaan Ciputra Golfpreneur Foundation ini menorehkan skor 2-under 70 dan mengakhiri putaran pertama di posisi T28 bersama sebelas pegolf lainnya, yang salah satunya diisi oleh juara DP WOrld Tour dan Asian Tour S.S.P. Chawrasia dan juara turnamen ini tahun 2018 asal Argentina Miguel Carballo.
”Sebenarnya, banyak pukulan saya yang tidak memenuhi green in regulation, tapi saya beruntung masih bisa main under,” ujarnya.
Naraajie Emerald Ramadhan Putra dan Jamel Ondo, yang sama-sama menorehkan skor 71, menjadi pegolf Indonesia lain yang bermain under pada hari pertama.
Duo Thailand Kosuke Hamamoto dan Ekpharit Wu, serta pegolf Hong Kong Matthew Cheung memuncaki klasemen hari pertama dengan torehan 6-under 66. Mereka unggul satu stroke dari Danny Chia (Malaysia), Yang Minhyeok (Korea), Chanat Sakulpolphaisan (Thailand), dan James Leow (Singapura).

