Tom Kim mengawali tahun 2023 dengan finis di lima besar, sedang Jon Rahm menciptakan kejutan dengan menjuarai Sentry Tournament of Champions.

Tom Kim menorehkan catatan mengesankan dalam debutnya pada ajang Sentry Tournament of Champions. Pada putaran final kemarin, ia menorehkan skor 68 untuk mengakhiri pekan kompetisi pertama tahun 2023 ini dengan finis di lima besar. Skor tersebut memberinya total 22-under 270, terpaut di belakang Jon Rahm, yang menciptakan kejutan dengan menjuarai ajang ini.

Rahm menampilkan permainan terbaiknya pekan itu untuk mencatatkan sembilan birdie dengan satu eagle dan satu bogey. Skor 10-under 63 itu menjadi skor terendah yang ia bukukan pada pekan itu, sekaligus mengatasi ketertinggalan tujuh stroke dan berbalik unggul dua stroke atas Collin Morikawa.

Morikawa sendiri sebenarnya mengincar kemenangan pekan tersebut, lantaran ia belum pernah mengangkat trofi lagi usai menjuarai The Open Championship 2021 lalu. Sayangnya, ia justru hanya bisa bermain 1-under. Sedangkan Tom Hoge dan Max Homa berbagi tempat ketiga.

”Lima besar, awal yang luar biasa untuk tahun ini,” tutur Kim, yang akan bertolak mengikuti Sony Open untuk turnamen berikutnya. ”Jelas ada kekakuan pekan ini, tapi rasanya saya bermain cukup solid. Mungkin hanya soal putting. Biasanya itulah kekuatan permainan saya. Saya hanya meleset memasukkan beberapa putt. Bukannya putting saya jelek, tapi saya tidak melihat jalur dan kecepatannya, dan bolanya tidak masuk. Permainan saya sendiri terasa baik dan jelas mengarah ke posisi yang bagus.

 

 

”Saya bersemangat (untuk pekan berikutnya). Saya dengar lapangannya bakal bagus buat saya, jadi semoga saya bisa punya persiapan yang bagus. Lima besar di sini dan semoga pekan berikutnya bisa lebih baik lagi.”

Pegolf Korea lainnya, Lee Kyounghoon, menorehkan skor 67 untuk finis T7, yang menjadi sepuluh besar pertamanya untuk ajang Sentry Tournament of Champions ini. Adapun rekan senegaranya, Im Sungjae (70) finis T13, dengan Hideki Matsuyama (72) harus puas berada di peringkat T22 sebelum memulai upayanya mempertahankan gelar Sony Open.

Lee jelas merasa senang bisa meraih sepuluh besar pertamanya tahun 2023 ini. ”Saya sangat senang. Saya melihat banyak hal baik, tapi juga ada banyak yang mesti ditingkatkan. Saya akan bersiap lebih baik lagi untuk turnamen berikutnya. Driver saya jitu, begitu juga permainan iron. Saya tak sabar menyambut Sony Open,” tutur pemegang dua gelar PGA TOUR berusia 31 tahun ini.

Rahm jelas menjadi bintang utama pada putaran final itu. Kemenangan ini seakan melunasi penampilan fenomenalnya tahun lalu, di mana ia bermain luar biasa dan menorehkan skor terendah dalam kariernya (33-under), namun tak berhasil membawa pulang trofi. Kemenangannya kali ini juga membuatnya menyamai rekor pengejaran terbesar dalam ajang Sentry Tournament of Champions setelah Gary Player melakukannya tahun 1978.

”Sungguh spesial. Sebenarnya, inilah kemenangan pertama dengan seluruh keluarga saya hadir di sini, kedua anak saya juga. Jadi, kemenangan ini akan menjadi sesuatu yang kami nikmati bersama,” tutur pegolf berusia 28 tahun ini.

”Kalau saja tidak membuat bogey-bogey tersebut dan membuat par, saya bakal menang.” – Collin Morikawa.

”Anda tak pernah ingin melihat orang lain mengalami permainan buruk di hole-hole terakhir. Namun, rasanya dengan keunggulan yang ia (Morikawa) miliki, saya mesti bermain dengan sangat bagus dan dia mesti melakukan beberapa kesalahan. Tahun lalu rasanya saya memainkan turnamen dengan luar biasa. Mestinya saya bisa memenangkannya. Bisa kembali ke sini tahun ini dan membukukan skor yang sangat rendah lagi, yang mau saya bilang, 60-under dalam dua turnamen terakhir? Pastilah sulit membukukan skor serendah itu dua kali dan tidak bisa menang. Jadi, saya senang bisa mendapat kesempatan ini dan senang bisa menuntaskannya!”

Morikawa sendiri sempat bermain tanpa bogey sepanjang pekan, sampai berada di hole 14 pada putaran final. Ia melakukan pukulan topping dari bunker fairway dan kemudian melakukan bogey di dua hole berikutnya, yang praktis menutup peluangnya.

”Sungguh menyebalkan. Anda berlatih keras dan menciptakan peluang-peluang begini dan waktu yang tidak tepat untuk melakukan pukulan-pukulan yang buruk dan berturut-turut melakukannya. Entah apa yang saya pelajari pekan ini, tapi rasanya kememangan memang tidak terlalu jauh,” tutur pemegang lima gelar PGA TOUR ini.

”Main 1-under di lapangan ini bukanlah skor yang buruk. Saya sudah main 3-under dalam enam hole mungkin, melakukan 3 putt juga. Ia (Rahm) menorehkan skor 63, sedang saya masih berpeluang. Kalau saja tidak membuat bogey-bogey tersebut dan membuat par, saya bakal menang.”