Yuta Kinoshita mengakhiri lima tahun paceklik kemenangan dengan menjuarai Vantelin Tokai Classic 2023.

Untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir Yuta Kinoshita akhirnya mengangkat trofi lagi. Skor 4-under 67 yang ia bukukan pada putaran final Vantelin Tokai Classic pada hari Minggu (1/10) memastikan gelar Japan Golf Tour Organization (JGTO) kedua dalam kariernya.

Kinoshita memulai putaran final di West Course, di Miyoshi Country Club dengan berbagi puncak klasemen bersama Takumi Kanaya, dan hanya unggul satu stroke dari Rikuya Hoshino. Akan tetapi, penampilan yang stabil sepanjang 18 hole terakhir itu membuatnya mampu meninggalkan kedua pesaingnya yang berusia lebih muda itu.

Setelah mencatatkan tiga birdie dalam 16 hole, Kinoshita masih bersaing sengit dengan kedua pesaing mudanya itu. Akan tetapi, birdie keempat yang ia raih dari hole 17 menjadi kunci kemenangannya dengan skor total 15-under 269.

”Dalam diri ini saya tidak pernah ragu kalau saya bisa melampaui mereka (Rikuya Hoshino dan Takumi Kanaya).” — Yuta Kinoshita.

Hoshino, yang merupakan salah satu pegolf yang disponsori oleh Vantelin, hanya bisa mendapatkan par di dua hole terakhir dan finis di peringkat kedua setelah bermain dengan skor 67. Adapun Kanaya (69), yang mengincar kemenangan, harus menorehkan bogey di hole terakhirnya sehingga harus finis di tempat ketiga.

Lima tahun silam, Kinoshita meraih gelar perdana di kancah JGTO lewat ajang Mynavi ABC Championship 2018. Kala itu ia mengalahkan Masahiro Kawamura lewat partai play-off. Dan kini penantian lima tahun itu berakhir manis.

”Saya sangat lega dan senang karena memang sulit mengungkapkan (kemenangan ini) dengan kata-kata,” tuturnya sambil tercekat lantaran luapan emosinya. ”Meskipun mereka berdua (Hoshino dan Kanaya) jauh lebih muda dan lebih punya kemampuan daripada saya, saya berusaha untuk mengimbangi mereka. Dalam diri ini saya tidak pernah ragu kalau saya bisa melampaui mereka.”

Bagi Hoshino, pencapaiannya kali ini menjadi finis tempat kedua yang ketiga kalinya dalam empat turnamen JGTO musim ini. Meskipun kali ini ia lebih banyak berfokus pada DP World Tour, Hoshino masih menunjukkan kualitas yang mumpuni untuk bersaing di dalam negeri. Musim ini ia finis di tempat kedua pada ajang Token Homemate Cup dan The Crowns sebelum bertolak ke Eropa.

”masih ada beberapa turnamen lainnya, jadi saya ingin bisa bermain bagus pada turnamen-turnamen berikut dan membidik kemenangan lainnya.” — Takumi Kanaya.

”Meskipun tidak berada dalam kondisi puncak, kemampuan saya beradaptasi dan pengalaman Tour di Eropa menjadi kunci untuk mengejar gelar. Kedua tantangan dari sisi mental dan kemampuan beradaptasi melakoni penerbangan terbukti bahwa waktu saya di Eropa membuahkan hasil,” tutur Hoshino.

”Memang agak mengecewakan, tapi pukulan Yuta di hole 16, 17, dan 18 memang sangat luar biasa. Cara kami berdua membidik pin di hole 16 itu sungguh menginspirasi. Saya berharap ia memberi sedikit kelonggaran, tapi bagian akhir dari permainan ini memiliki banyak sekali putt yang meleset. (Meski begitu) saya sangat menantikan kompetisi berikutnya di Jepang.”

Meskipun gagal meraih kemenangan, keberhasilan Kanaya finis di tempat ketiga membuatnya berhasil melampaui Keita Nakajima di puncak daftar peraih hadiah uang.

”Hingga akhirnya, saya melakukan beberapa kesalahan, jadi gagal meraih kemenangan ini sangatlah mengecewakan. Namun, masih ada beberapa turnamen lainnya, jadi saya ingin bisa bermain bagus pada turnamen-turnamen berikut dan membidik kemenangan lainnya,” tegas Kanaya.