Suteepat Prateeptienchai menciptakan kejutan dengan menyalip Lloyd Jefferson Go dan menorehkan rekor skor kemenangan terendah sepanjang sejarah BNI Ciputra Golfpreneur Tournament.
Kejutan terjadi pada putaran final BNI Ciputra Golfpreneur Tournament di Damai Indah Golf BSD Course kemarin (27/8). Suteepat Prateeptienchai berhasil keluar sebagai pemenang menyusul permainan luar biasa pada hari terakhir. Skor 9-under 63 yang ia bukukan tak hanya memberinya kemenangan satu stroke, tapi juga memecahkan rekor skor terendah sepanjang penyelenggaraan ajang Asian Development Tour (ADT) ini.
Tertinggal tujuh stroke dari Lloyd Jefferson Go, Suteepat mampu menorehkan sepuluh birdie dengan hanya satu bogey, yang praktis membawanya melampui para pesaingnya. Bermain dalam dua grup di belakang grup pemuncak klasemen, Suteepat memulai permainannya dengan bogey di hole 2, namun menuntaskan sembilan hole pertamanya dengan birdie di hole 3, 4, 6, dan 8.
Go sendiri sebenarnya sempat menampilkan permainan yang cukup baik. Tiga birdie dan satu bogey di sembilan hole pertama masih memberinya posisi yang ideal untuk mewujudkan gelar ADT pertamanya. Akan tetapi, bogey kedua dari hole 10 dan double bogey di hole 13 praktis mempersulit langkahnya.
Pegolf Malaysia, Paul San dan pegolf Thailand Chonlatit Chuenboonngam, yang juga bermain bersama Go juga tidak mampu berbuat cukup untuk memaksakan play-off. Bagi San, bogey di hole 17 menjadi kunci kejatuhannya, meski berhasil meraih birdie di hole 1, 4, 12, 17, dan 18. Sementara dua birdie yang ia raih di sembilan hole terakhir juga tidak cukup bagi Chonlatit untuk kembali mengangkat trofi.
Setelah double bogey di hole 13, Go masih bisa meraih birdie kelima yang ia dapatkan di hole 16. Namun, par di hole berikutnya membuatnya harus mendapat eagle di hole terakhir untuk memaksakan play-off. Sayangnya, ia harus puas hanya dengan birdie sehingga harus menuntaskan BNI Ciputra Golfpreneur Tournament ini di peringkat kedua bersama San dan Chonlatit dengan torehan 20-under 268.

”Saya tidak berpikir untuk memenangkan turnamen ini karena saya sebenarnya tertinggal tujuh stroke sebelum memulai putaran final ini,” jelas Suteepat, yang beralih profesional tahun 2016 ini.
”Target saya selanjutnya adalah mendapatkan kartu Asian Tour dan semoga kemenangan ini akan membantu saya mewujudkan impian tersebut.”
Skor kemenangan Suteepat yang mencapai 21-under ini praktis memperbaiki rekor skor terendah yang dibukukan pegolf Swedia Oscar Zetterwall dan Johannes Veerman pada BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2016. Zetterwall tampil sebagai juara lewat partai play-off. Kemenangan Suteepat ini juga menjadi kemenangan pertama yang diraih oleh pegolf Thailand sejak turnamen ini pertama kali digelar tahun 2014 lalu.
Bagi Suteepat, kemenangan di Indonesia pekan itu jelas akan memberinya motivasi untuk tampil maksimal pada ajang Thailand Open yang akan digelar berbarengan dengan ajang ADT di Vietnam.
Dari kubu tuan rumah, George Gandranata menunjukkan dirinya masih menjadi salah satu pegolf terbaik Indonesia. Pegolf Indonesia pertama yang meraih gelar ADT ini bahkan mendapatkan skor terbaiknya selama mengikuti BNI Ciputra Golfpreneur Tournament. Selama empat putaran di Damai Indah Golf BSD Course itu ia menorehkan skor 69, 69, 71, dan 67 untuk mencatatkan skor total 12-under 276 dan finis T14.
Adapun Matthew Lumbantoruan tampil sebagai pemain amatir terbaik setelah bermain dengan skor 69, 72, 74, dan 75. Skor total 290 menempatkannya di posisi T51.


