Richard T. Lee menciptakan rekor skor terendah di Koma Country Club pada putaran pertama Shinhan Donghae Open 2022.
Pegolf Kanada Richard T. Lee tampil memukau pada putaran pertama Shinhan Donghae Open 2022, yang dimainkan di Koma Country Club, di Nara, Jepang. Pegolf berusia 31 tahun ini bermain nyaris sempurna dan mencatatkan sembilan birdie tanpa bogey untuk menciptakan skor terendah di lapangan ini, 9-under 62. Permainannya ini pun membawanya ke posisi teratas, mengungguli duo Thailand Nitithorn Thippong dan Tirawat Kaewsiribandit.
Performa Lee tersebut satu stroke lebih baik daripada pegolf berusia 25 tahun Nitithorn, yang juga bermain tanpa bogey, namun mengoleksi satu birdie lebih sedikit pada turnamen yang menyediakan hadiah sebesar KRW1,4 milyar ini.
Tirawat sebenarnya berpeluang menyamai catatan rekan senegaranya itu. Sayangnya, di hole 18 ia harus mendapat bogey sehingga harus puas mengakhiri putaran pertama di tempat ketiga dengan skor 64. Sebuah eagle dan enam birdie menempatkan pegolf berusia 32 tahun ini di posisi yang bagus untuk melangkah ke tiga putaran berikutnya.
Adapun pegolf Filipina Juvic Pagunsan serta duo Amerika Seungsu Han dan Todd Baek juga memulai turnamen yang menjadi kalender JGTO, KPGA Tour, dan Asian Tour ini dengan sama-sama menorehkan skor 65 dan menjadi bagian dari enam pemain yang berbagi peringkat keempat. Pegolf Korea pemegang tiga gelar PGA TOUR Kim Siwoo juga menjadi salah satu pemain yang mencatatkan skor 65.
Juara Shinhan Donghae Open 2019 Jbe Kruger juga memulai turnamen ini dengan catatan yang cukup solid. Skor 66 yang ia tuai pada hari pertama membawanya di posisi T10, bersama pimpinan peraih hadiah uang terbanyak JGTO Kazuki Higa, veteran Shingo Tanihara dan Hideto Tanihara, serta pegolf Australia Brad Kennedy.
”Saya belum pernah membuat catatan yang bagus di Jepang sebelumnya, tapi selalu main bagus pada ajang Shinhan Donghae Open.” — Richard T. Lee.
Lee mengaku kaget dengan keberhasilannya memperbaiki rekor skor terendah yang dibukukan Rikuya Hoshino, yang sebelumnya menorehkan skor 63 di lapangan yang sama pada ajang Kansai Open 2019. Apalagi mengingat catatan penampilannya yang mengecewakan di Jepang. Dari delapan turnamen yang ia ikuti di Jepang sampai saat ini, ia hanya bisa dua kali lolos cut. Finis terbaiknya terjadi ketika ia menempati peringkat T33 pada ajang Diamond Cup 2016 silam.
Akan tetapi, Lee memiliki catatan penampilan yang membanggakan ketika mengikuti Shinhan Donghae Open. Ia sempat menjuarai turnamen ini pada tahun 2017, lalu finis di tempat kedua pada tahun 2020.
”Saya menyukai lapangan di sini. Anda harus memukul ke fairway, (sebab) rough-nya tebal saat ini, tapi green-nya justru cukup licin dan saya suka green yang licin,” ungkapnya. ”Tanpa bogey dengan sembilan birdie, rasanya saya benar-benar memanfaatkan hole-hole par 5 dengan baik hari ini.
”Sejujurnya, saya belum pernah membuat catatan yang bagus di Jepang sebelumnya, tapi selalu main bagus pada ajang Shinhan Donghae Open, jadi lucu juga sebenarnya. Saya pikir saya menyukai atmosfer turnamen ini, mereka menjalankannya dengan cukup baik.”
”Tetap menyenangkan kalau bisa mengawali turnamen dengan baik. Skor di bawah 70 adalah start yang bagus.” — Jbe Kruger.
Sementara itu, Nitithorn, yang melakoni debutnya pada sebuah ajang JGTO, berhasil menunjukkan kualitasnya, yang dalam musim ini telah menjuarai dua gelar Asian Tour.
”Saya sangat gembira dengan hasil hari ini, tidak ada pukulan yang terbuang, sangat mengagumkan,” tutur pegolf yang menjuarai International Series Singapore ini. ”Saya memukul bola dengan baik, itu kunci pertama untuk main bagus di sini. Anda mesti memukul fairway dulu sebelum mengambil langkah berikutnya. Saya tahu, saya sudah menang di Singapura belum lama ini, tapi hal itu sudah berlalu. Sekarang saya ingin fokus pada apa yang ada di hadapan saya sekarang ini.”
Performa solid juga berhasil ditampilkan Pagunsan, yang cukup memahami lapangan ini. Tujuh birdie, termasuk lima di enam hole dari hole 13, dengan satu bogey membuktikannya.
”Saya main bagus hari ini dan putting saya juga bagus, itulah yang menciptakan perbedaan besar,” tutur pemain yang sempat finis T29 pada ajang Kansai Open 2019, yang juga dimainkan di lapangan yang sama ini. ”Saya sudah pernah bermain di sini sebelumnya, dan semuanya (lapangannya) kelihatan sama buat saya. Putting saya harus bagus kalau ingin mendapatkan kesempatan menang.”
Adapun Kruger berhasil bangkit dari bogey yang ia raih di hole keduanya, hole 11, dan menorehkan enam birdie untuk menjaga jarak dengan para pemain teratas. ”Saya banyak memukul ke green dan fairway; kalau bisa memukul bola ke fairway, (permainan) pasti akan jauh lebih mudah. (Sayangnya,) saya tidak melakukan approach yang cukup dekat di sembilan hole pertama saya, tapi setidaknya saya masih bisa mengamankan par. Tetap menyenangkan kalau bisa mengawali turnamen dengan baik. Skor di bawah 70 adalah start yang bagus.”


