Kiradech Aphibarnrat melanjutkan tren positif pada putaran kedua BMW PGA Championship dan bertahan di posisi teratas.
Beban yang selama ini menekan dan memberatkan langkahnya dalam dua tahun terakhir tampaknya benar-benar terangkat. Permainannya pada putaran kedua BMW PGA Championship kemarin (10/9) kian menegaskan arah positif yang selama ini diharapkan dari seorang Kiradech Aphibarnrat.
Meskipun harapannya untuk bermain bersih tanpa bogey harus meleset lantaran dua bogey di hole 11 dan 13, pegolf asal Thailand ini menunjukkan bahwa masa-masa kelam yang kerap menghantui permainannya telah sirna.
Bermain bersama wakil Asia Tenggara lainnya asal Malaysia, Gavin Green, Kiradech mencatatkan skor 2-under berkat birdie di hole 4 dan 7, sebelum meraih bogey pertamanya di hole 11. ”Bogey di hole 11 sedikit menyakitkan, saya berusaha bermain 36 hole tanpa bogey, tapi hanya dengan satu drive yang buruk, bola saya berada di semak-semak di sisi kiri di rough, dan tidak mudah bisa keluar dari sana. Namun, saya bisa mengamankan skor di sana,” jelasnya.
Baru saja ia bangkit kembali dengan birdie di hole 12, ia harus kembali mendapat bogey di hole 13. Jika pada Kiradech yang sebelumnya kita akan melihat bagaimana ia kesulitan untuk benar-benar bangkit dari sejumlah bogey, kali ini hal tersebut seakan sudah lama berlalu. Mantan pegolf No.1 Asian Tour ini mencatatkan tiga birdie tambahan, yaitu di hole 14, 16, dan 17 untuk memastikan dirinya bisa berada di jajaran atas.
”Saya sangat bangga melihat bagaimana saya bermain dalam dua putaran pertama ini. Ada banyak hal positif. Semua orang berusaha mendapatkan skor yang rendah, tapi di lapangan ini Anda bisa mendapat banyak birdie, tapi juga bisa membuat Anda terjungkal dari posisi Anda. Saya berusaha memukul ke fairway dan ke green, dan putting saya juga sedang bagus pekan ini. Jadi, saya sangat puas dengan awal permainan saya,” jelas pegolf yang telah mengemas empat gelar European Tour ini.
Selama ini Kiradech kerap menekankan bagaimana ia sudah hampir mencapai permainan terbaiknya lagi. Ketika berlaga pada Korn Ferry Tour Final, ia sempat menempatkan dirinya di posisi bersaing pada ajang Nationwide Children’s Hospital Championship, sebelum akhirnya tersandung dan finis di posisi T34. Ia akhirnya untuk musim 2021-2022 dengan finis di posisi 21 pada Korn Ferry Tour Championship presented by United Leasing & Finance, yang membantunya berada di jajaran 25 pemain yang berhak tampil pada PGA TOUR musim depan.
”Sejujurnya, saya tidak ingin mematok target apa-apa, … apa pun hasil akhirnya, saya akan menerimanya.” — Kiradech Aphibarnrat.
”Saya tidak berpikir untuk mengimbangi skor 64 yang sudah saya peroleh. Saya malah hanya bermain dan menikmati momen ketika saya bisa bermain dengan bebas, swing dengan baik, dan melakukan pukulan terbaik dalam dua tahun terakhir. Jadi, saya hanya berusaha untuk menikmati tiap momen ketika saya bermain dengan baik, jadi tidak banyak menaruh harapan dalam benak saya sepanjang hari,” tambah Kiradech, yang memegang keunggulan satu stroke atas pegolf Inggris, Laurie Canter.
Kini ia berada di posisi yang ideal untuk mulai berburu gelar European Tour kelima dalam kariernya. Meski demikian, Kiradech sadar bahwa target sederhana yang tiap kali menjadi mantranya selama berada di lapangan akan menjadi satu-satunya fokus baginya. Entah karena itu adalah hal terbaik yang bisa ia lakukan, entah pula karena ia menyadari bahwa berharap terlalu jauh bakal membuatnya lebih kecewa.
”Sejujurnya, saya tidak ingin mematok target apa-apa, saya hanya ingin melakukan apa yang sudah saya lakukan dalam dua putaran ini, berusaha melakukan hal yang sama, memukul ke fairway, ke green, dan apa pun hasil akhirnya, saya akan menerimanya,” jelasnya dengan tegas.
Sayangnya, permainan cemerlang Kiradech ini tidak menular ke Gavin Green sejak hari pertama. Pegolf nomor satu Malaysia ini memang bermain 2-under 70 pada putaran kedua, namun skor 78 pada putaran pertama terbukti membuat langkahnya terhenti pada ajang yang juga merupakan ajang Rolex Series ini.
Satu wakil Asia Tenggara lainnya, Jazz Janewattananond juga setali tiga uang dengan Green. Setelah bermain even par 72 pada hari pertama, ia hanya bisa menorehkan skor 71.
Wakil Asia lain yang berhasil melangkah ke putaran akhir pekan ialah pegolf Jepang Masahiro Kawamura, yang melanjutkan skor 67 miliknya dengan skor 69 pada hari kedua. Dengan total skor 8-under 136, ia kini menempati peringkat T8. Adapun pegolf India Shubhankar Sharma mengumpulkan skor total 139 dan kini ada di peringkat T25.


