Kiradech Aphibarnrat mencatatkan salah satu putaran terbaiknya pada musim 2021-2022 lewat skor 5-under 67 pada ajag Puerto Rico Open.

Puerto Rico Open mungkin tidak seglamor Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard. Namun, sebagai salah satu ajang PGA TOUR yang dimainkan berbarengan dengan turnamen lainnya, turamen yang dimainkan di Grand Reserve Golf Club di Rio Grande ini menjadi sangat penting bagi bintang golf asal Thailand Kiradech Aphibarnrat.

Dengan fokus para pemain bintang ke Bay Hill, peluang bersaing bagi Kiradech menjadi lebih baik, yang berarti kesempatan untuk memperbaiki posisinya pada klasemen FedExCup juga menjadi lebih terbuka. Dan ia menampilkan permainan yang sangat dinanti-nantikan oleh para penggemarnya. Skor 5-under 67 yang ia bukukan kemarin (3/3) menjadi start yang sangat bagus dan menempatkannya di posisi T4.

Pada satu titik, Kiradech bahkan sempat berada di posisi teratas. Sampai Chase Seiffert dan Michael Kim melampaui permainannya dengan skor 65.

”Saya memulai dengan baik. Birdie di dua hole pertama, eagle di hole 5, dan main 4-under setelah lima hole. Skor tersebut benar-benar mendorong saya di lapangan; ada rasa percaya diri yang muncul. Semua tahu saya mengalami kesulitan permainan dalam beberapa tahun terakhir dan tak kunjung menemukan permainan terbaik/ Hari ini mungkin menjadi salah satu putaran terbaik saya dalam dua tahun terakhir. Saya mengeksekusi tiap pukulan sesuai rencana, cuma beberapa putt birdie gagal masuk, terutama di sembilan hole pertama. (Namun,) ini putaran golf yang bagus,” jelas Kiradech, yang sampai saat ini menjadi satu-satunya pegolf Thailand yang memiliki status keanggotaan pada PGA TOUR.

”Olahraga ini bisa berubah seketika, main bagus pada satu putaran, dan dalam satu ajang bisa berubah semua.” — Kiradech Aphibarnrat.

Pegolf berusia 32 tahun ini sempat berada di posisi 30 besar dunia dan telah mengoleksi tiga gelar DP World Tour. Namun, ia tak kunjung menembus sepuluh besar pada ajang PGA TOUR sejak finis T8 pada ajang CJ CUP 2019 di KOrea. Dalam enam turnamen yang ia mainkan musim ini, Kiradech hanya berhasil dua kali lolos cut dengan finis terbaiknya ialah T39 pada ajang Butterfield Bermuda Championship. Bahkan ia harus mengikuti Korn Ferry Tour Final pada musim gugur lalu untuk mendapatkan kembali kartu PGA TOUR-nya.

Skor solid pada hari pertama ini jelas membuatnya berharap bisa memutarbalikkan keadaan dan memperkuat posisinya.

”Olahraga ini bisa berubah seketika, main bagus pada satu putaran, dan dalam satu ajang bisa berubah semua. Saya tahu cara bermain dengan baik dan masih tahu bagaimana cara untuk memenangkan turnamen, memastikan saya mendapat peluang untuk bersaing, bermain pada hari Minggu. Saya tahu apa yang mesti saya lakukan,” jelasnya.

Meski meraih eagle yang mengagumkan di hole 5 par 5, di mana ia melakukan approach yang sangat indah dengan menggunakan hybrid-nya dan mengantarkan bola sejauh 240 yard dan berhenti sekitar 10 meter dari pin. ”Saya berhasil melakukan pukulan yang solid ke tengah fairway, lalu menghajar hybrid langsug ke target yang saya incar. Saya tak mengira bisa memasukkannya (untuk eagle), tapi ingin memastikan bolanya mendapat kecepatan yang bagus dan jalur awal yang bagus, dan kalau masuk, saya akan menganggapnya bonus,” tutur pegolf yang kini berada di peringkat 218 dunia itu.

”Saya tidak berusaha terlalu memaksakan diri, terutama ke kondisi saya sebelumnya dalam tiga tahun terakhir: 30 besar dunia. Saya selalu berusaha memberi tekanan pada diri sendiri, berusaha mengembalikan diri saya ke posisi semula. Namun, tidaklah mudah memutarbalikkan permainan ini. Anda perlu main bagus pada satu turnamen, dan mungkin percaya diri Anda akan meningkat. Saya yakin swing dan semua aspek permainan saya sudah dekat. Tinggal sikap dan pola pikir saya saja.”