Kemenangan Tim Cowan dan Marianne Skarpnord menjadi kisah dramatis yang tercipta pada akhir pekan di Centurioan Club, di Hemel Hempstead.

Aramco Team Series London, seri pertama dari empat seri turnamen beregu dan individual, terbukti menciptakan nuansa kompetisi yang sangat menarik, tidak hanya bagi para penggemar golf yang menyaksikan, tapi juga bagi para pegolf yang berkompetisi di lapangan. Selama tiga putaran turnamen yang dilangsungkan di Centurioan Club, di Hemel Hempstead, di luar Kota London, setiap tim yang terus bermain dengan rekan-rekan satu timnya menciptakan atmosfer saling topang yang sangat luar biasa.

Berbeda dengan kompetisi individu biasa, nuansa positif tercipta sepanjang pertandingan. Rasa kecewa lantaran gagal memasukkan putt krusial bisa segera sirna setelah mengetahui bahwa mereka yang bermain bersama dalam satu grup adalah rekan satu tim yang siap mencatatkan skor yang lebih baik. Dengan dua skor terbaik dalam satu hole yang dihitung dalam kompetisi beregu, kombinasi tiga pegolf profesional dan satu pegolf amatir ini membangun suasana kompetisi yang khas. Tak jarang seruan-seruan penyemangat dan sambutan yang lebih hangat terlihat.

Setelah memulai putaran final kemarin (10/7) dengan keunggulan dua stroke atas Tim Simmermacher, Tim Cowan sukses mewujudkan kemenangan berarti setelah menampilkan kolaborasi yang luar biasa dari keempat anggotanya. Bahkan ketika mereka berada dalam posis tertinggal, tim yang dipimpin oleh pegolf Jerman Olivia Cowan, Sarin Schmidt yang juga dari Jerman, pegolf muda India Diksha Dagar, dan pegolf amatir Andrew Kelsey akhirnya sukses memenangkan kompetisi beregu dengan catatan skor 41-under.

”Saya tak bisa melukiskannya dengan kata-kata betapa luar biasanya keberhasilan ini. Bisa membagikan prestasi ini dengan salah satu dari sahabat-sahabat terbaik saya sudah luar biasa sekali. Saya sangat beruntung dengan tim saya. Dua pekan lalu saya sudah tahu akan memilih Sarina dan kemudian memiliki Diksha dalam tim ini, saya tahu dia pemain hebat dan bisa memasukkan beberapa putt (krusial), jadi saya tahu kami punya peluang,” tutur Cowan sambil meneteskan air mata.

 

Diksha Dagar mewakili Tim Cowan pada Aramco Team Series London.
Diksha Dagar terbukti menjadi salah stau anggota krusial dari Tim Cowan dalam menjuarai Aramco Team Series London. Foto: Tristan Jones/LET.

 

”Kami saling melengkapi. Kami bermain dengan sungguh luar biasa di lapangan, kami menjadi tim yang mumpuni. Kami tak mencari kemenangan individu dan bermain sebagai satu tim untuk menjuarai kompetisi beregu yang sungguh membuahkan hasil.”

Mereka akhirnya memastikan kemenangan tiga stroke tersebut, tapi tidak tanpa perjuangan keras. Ketika berada dalam posisi tertinggal menyusul torehan 38-under dari Tim Skarpnord, Kapten Cowan sukses menciptakan eagle di hole 13. Lalu ketika di hole berikutnya ia justri mendapat bogey, rekan-rekannya menutupi skornya dengan baik.

Schmidt mungkin hanya mencatatkan dua birdie, yaitu di hole 1 dan 13. Namun, kehadiran Dagar yang merupakan satu-satunya pemegang gelar Ladies European Tour dalam tim ini ikut memberikan perbedaan. Setelah hingga hole 14 hanya mencatatkan 1-under berkat dua birdie dan sebuah bogey, pegolf 20 tahun asal Jhajjar ini mencatatkan tiga birdie di empat hole terakhir, termasuk di hole 18 untuk membantu tim ini menorehkan 41-under.

”Awalnya kondisinya cukup berat bagi kami karena tak banyak putt birdie yang masuk, tapi di hole 13 ketika Olivia memasukkan bola dari luar green dan membuat eagle, saya pikir di sanalah kami mendapakan momentumnya,” tutur Schmidt.

Kemenangan ini praktis memberi gelar pertama, baik bagi Cowan maupun Schmidt, namun menjadi yang kedua bagi Dagar, yang telah meraih gelar pertamanya pada ajang Investec SA Women’s Open 2019.

 

Marianne Skarpnord dari Norwegia dengan trofi kemenangannya.
Marianne Skarpnord menaklukkan Atthaya Thithikul lewat birdie di hole play-off kedua untuk meraih gelar Ladies European Tour kelima baginya. Foto: Tristan Jones/LET.

 

”Saya sangat yakin kami bakal menang,” imbuh Dagar. ”Semua kredit kepada tim ini, kepada Olivia, Sarina, dan Andrew. Ada begitu banyak hal positif dan nuansa-nuansa yang baik pada pekan ini. Kami sungguh bersenang-senang dan menikmati bermain di lapangan.”

Kemenangan ini sekaligus memberi gelar Ladies European Tour pertama bagi Cowan dan Schmidt, namun menjadi yang kedua bagi Dagar, yang telah mengantongi kemenangan pada Investec SA Women’s Open 2019.

Drama di Kategori Individu
Persaingan dari kategori individu menjadi jauh lebih ketat lantaran lebih banyak pemain yang berpeluang menjadi juara. Pegolf favorit tuan rumah Georgia Hall dan Charley Hull tampaknya bakal mengejar Atthaya Thitikul, yang terlebih dahulu menyelesaikan putaran ketiga dan mematok skor 13-under. Namun, bogey di hole 14 membuat momentum Hall hilang dan harus puas finis di tempat keempat dengan skor total 11-under 281.

Hull juga tampil luar biasa dan telah mencatatkan skor 5-under hingga hole 13. Sayangnya, hole 14 terbukti menjadi batu sandungan bagi wakil tuan rumah ini. Bogey di hole tersebut membuatnya tak dapat meramaikan play-off setelah upayanya meraih birdie ke-7 di hole 18 gagal.

 

Atthaya Thitikul pada putaran ketiga Aramco Team Series London.
Meski gagal meraih kemenangan, Atthaya Thitikul kini menjadi pimpinan sementara Race to Costa Delsol 2021. Foto: Tristan Jones/LET.

 

Justru pegolf Norwegia Marianne Skarpnord yang secara mengejutkan tampil sebagai pesaing terkuat bagi Thitikul. Setelah bermain even par di sembilan hole pertama, pegolf berusia 35 tahun ini mencatatkan 3-under di empat hole pertama sembilan hole terakhirnya. Setelah tersandung, lagi-lagi, di hole 14, ia mencatatkan tiga birdie berturut-turut, yang memastikannya memaksakan play-off dengan Thitikul.

Kedua pegolf ini kemudian harus memainkan hole 18 par 5 hingga dua kali. Dan pada play-off kedua itulah Skarpnord akhirnya sukses mencatatkan birdie dan memenangkan gelar individu, yang sekaligus menjadi gelar Ladies European Tour kelima dalam kariernya.

”Ini kemenangan dengan (membutuhkan) begitu banyak keberanian. Pada putt-putt jarak pendek, tangan saya malah nyaris bergetar. Bisa memenangkan ajang ini jelas sangat spesial. Saya pikir konsep ini amat sangat bagus dan kami menikmatinya pekan ini. Saya suka format ini. Sungguh menyenangkan jika Anda menjadi satu tim dan harus bermain baik untuk pemain lainya juga,” ujar Skarpnord.

Bagi Thitikul, yang meraih gelar pertamanya sebagai seorang profesional di Republik Ceska dua pekan silam, finis di tempat kedua pada pekan ini memastikan dirinya berada di posisi teratas Race to Costa Del Sol dengan raihan poin 1.124,17. Pegolf Finlandia Sanna Nuutinen berada di posisi kedua, dengan pegolf Australia Stephanie Kyriacou di posisi ketiga.