Empat wakil Indonesia segera memulai putaran final Asia-Pacific Amateur Championship. Apapun hasilnya, jelas akan memberikan pengalaman kaya dalam bersaing dengan para pegolf elite Asia Pasifik.

Dalam tiga putaran yang telah berlangsung, Tim Indonesia berhasil membuktikan diri mereka di panggung Asia Pasifik. Meski harus kehilangan dua pemain paling berpengalaman pada pekan ini, empat di antaranya segera memulai putaran final pukul 11:00 WIB hari ini (6/11).

Tiga dari empat wakil Indonesia yang akan segera menuntaskan 18 hole terakhir adalah para pemain debutan. Jonathan Xavier Hartono, Jose Suryadinata, dan Alfred Raja Sitohang berhasil menikmati Asia-Pacific Amateur Championship ini dengan memastikan bermain penuh selama empat putaran.

Jojo, sapaan Jonathan, sempat mendapat sorotan setelah permainannya pada hari pertama menempatkannya memimpin Tim Indonesia. Otot tangan kiri yang tertarik membuatnya harus berjibaku pada putaran kedua. Toh ia akhirnya berhasil lolos cut setelah mengamankan skornya di empat hole terakhir. Dua birdie, dua bogey, dan dua double bogey pada putaran ketiga kemarin membuatnya harus memulai putaran final dari peringkat 49. Ia unggul dua stroke dari pegolf Yordania yang berdomisili di Inggris, Shergo Kurdi. Meski berada di papan bawah, ada semangat positif yang ia berikan sebelum memulai putaran final.

Jose juga menerima sorotan serupa setelah dalam 36 hole pertamanya ia hanya mencatatkan satu double bogey. Seperti halnya Jojo, mahasiswa jurusan Cooporate Finance University of Idaho berhasil mewujudkan impiannya bermain pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship, serta bermain di Dubai. Kondisi berbeda mungkin tercipta pada putaran ketiga, di mana ia hanya dapat menorehkan dua birdie, tapi juga mendapat dua bogey dan dua double bogey. Namun, bagi atlet yang menekankan proses dan kualitas pengambilan keputusan, hasil tersebut tidak akan meruntuhkan mentalnya. Artinya, pengalamannya pekan ini akan membuatnya kembali ke Amerika sebagai atlet yang lebih berpengalaman. Jose akan memulai putaran finalnya pukul 11:33.

 

Jose Suryadinata, Asia-Pacific Amateur Championship 2021.
Jose Suryadinata akan memulai putaran final dari peringkat T37. Foto: AAC 2021.

 

Alfred juga menunjukkan semangat juang yang mengagumkan. Sembilan birdie dalam dua putaran terakhir membawanya ke jajaran 30 besar dengan skor total 1-under 212. Pegolf yang menjadi bagian dari tim golf Oregon State University ini tentu berniat untuk menorehkan hasil maksimal dalam debutnya pada ajang Major pegolf amatir se-Asia Pasifik ini. Ia akan memainkan putaran final dari peringkat T26, dan memulai pertandingannya pukul 12:17.

Naraajie Emerald Ramadhan Putra kini memimpin skuad Indonesia dengan menempati posisi terbaik dengan berada di peringkat T18 dan menorehkan skor total 5-under 208. Kapten Tim Indonesia ini jelas punya utang yang masih belum terlunaskan. Tiga tahun silam di Singapura, ia menciptakan skor terendah yang pernah dibukukan oleh seorang pegolf Indonesia ketika mengikuti Asia-Pacific Amateur Championship dengan mencatatkan skor 63 pada putaran ketiga di New Tanjong Course, Sentosa Golf Club.

Posisinya saat ini mungkin jauh dari bersaing, seperti halnya pada tahun 2018 itu. Namun, ia kini berada di posisi terbaik untuk menciptakan sejarah baru. Jika ia berhasil menampilkan permainan seperti dalam dua putaran terakhir, Naraajie berpeluang untuk tidak hanya mencatatkan finis terbaiknya secara pribadi, tapi juga menorehkan hasil terbaik yang pernah dibukukan oleh seorang pegolf Indonesia. Prestasi terbaik sejauh ini diciptakan oleh George Gandranata ketika ia finis T17 pada edisi 2011.

Nakajima atau Lin?
Selain mengikuti perkembangan wakil Indonesia, persaingan antara pegolf amatir No.1 Dunia Keita Nakajima dan juara bertahan Lin Yuxin juga akan menjadi sorotan dalam siaran langsung yang dapat disaksikan melalui website Asia-Pacific Amateur Championship.

 

Jonathan Xavier Hartono, Asia-Pacific Amateur Championship 2021.
Meski akan memulai putaran final dari papan bawah, Jonathan Xavier Hartono masih membawa nada positif menjelang putaran final. Foto: AAC 2021.

 

Nakajima menciptakan drama di hole terakhir putaran ketiga kemarin. Setelah harus mendapatkan penalti di hole 18 par 4 itu, ia berhasil mengamankan par untuk meraih keunggulan satu stroke atas Lin, yang bermain luar biasa.

”Saya sangat bangga bisa mengamankan par di hole 18 dan birdie dari jarak jauh (4,5 meter) di hole 16. Tiga hole terakhir sangat menantang di lapangan ini, jadi bisa menyelesaikannya dengan 1-under sudah bagus,” ujarnya.

Sang juara bertahan juga menunjukkan semangat bersaing yang sangat tinggi dan menciptakan tujuh birdie dengan satu bogey untuk menempel Nakajima.

”Pukulan bola saya memang kurang solid kemarin (putaran kedua), jadi saya harus berlatih ekstra setelah putaran itu, dan hasilnya langsung terlihat. Rasanya pukulan saya lebih baik hari ini dan putter saya juga bagus,” ujar pemenang edisi 2017 dan 2019 ini.

”Saya sangat senang bisa mendapatkan kesempatan bersaing seperti ini lagi. Pastilah bagus bisa memenangkan kejuaraan ini tiga kali. Saya sudah menempatkan diri saya dalam posisi ini, dn akan menikmati hari esok (hari ini) dan melihat bagaimana hasilnya.”