Ko Jinyoung dan Amy Yang mengamil alih posisi teratas pada HSBC Women’s World Championship setelah siang tadi keduanya sama-sama membukukan skor 5-under 67.

Pegolf No.1 Dunia Ko Jinyoung menegaskan alasan mengapa ia layak menyandang status No.1 Dunia. Pada putaran kedua HSBC Women’s World Championship tadi, pegolf Korea Selatan ini menyamai pencapaian rekan senegaranya, Amy Yang, dengan 5-under 67 untuk sama-sama menempatia posisi teratas menuju putaran akhir pekan.

Kedua pegolf Korea Selatan ini sama-sama memulai putaran keduanya dengan skor 3-under. Meski posisi teratas kerap berganti sepanjang hari tadi, Ko dan Yanglah yang menutup 18 hole kedua dengan menempati posisi ideal untuk menuju persaingan memperebutkan gelar juara pada ajang yang disebut-sebut sebagai ajang Major Asia ini.

”Ya, ini putaran yang sangat bagus. Saya berusaha mendapat lebih banyak birdie dan membuat lebih banyak kesempatan birdie hari ini. Jadi, sekarang saya merasa senang. Saya hanya ingin mendapat lebih banyak birdie daripad kemarin. Saya sangat fokus pada swing saya sebelum melakukan pukulan kedua atau sebelum mencapai green. Jadi, saya bisa memasukkan lebih banyak putt hari ini,” jelas Ko.

Ia menyadari swing-nya terasa sedikit berbeda di sembilan hole pertama, namun mulai merasa nyaman di sembilan hole berikutnya, ”jadi saya ingin mencari tahu apa yang terjadi di sembilan hole pertama—apakah hanya mental ataukah soal pemanasan ataukah perlu peregangan lebih sebelum tee off,” jelasnya.

Dalam usia 32 tahun, Yang merupakan salah satu pemain veteran LPGA, yang membuktikan dirinya masih sanggup menyaingi para pegolf muda. Pemain yang melakoni debutnya pada LPGA pada tahun 2008 ini menikmati gelar keempatnya di Thailand pada tahun 2019 lalu. Posisinya kali ini jelas menjadi kesempatan yang sempurna untuk kembali mengangkat trofi.

 

Amy Yang, RD2 HWWC 22.
Amy Yang memberi peluang untuk membuktikan bahwa pemain veteran seperti dirinya masih sanggup bersaing. Foto: Andrew Redington/Getty Images/

 

”Pukulan saya hari ini sangat solid dan putting saya juga bagus. Namun, saya sekarang lebih sadar pada bagaimana menyiapkan tiap puklan daripada hasilnya. Menurut saya, hari ini saya berhasil melakukannya dengan baik. Secara keseluruhan, saya menyukai negara ini dan lapangannya. Saya menikmati bertanding di sini, dan saya pikir pola pikir demikian juga membantu saya untuk menikmati hari demi hari.”

Sebagai pemain veterana ia juga terlihat tidak ingin terbebani dengan persaingan yang bakal makin ketat pada hari Sabtu (5/3) besok. ”Saya hanya ingin membuatnya sederhana karena tak ada yang bisa Anda lakukan kecuali benar-benar mempersiapkan diri dengan baik untuk sebuah turnamen. Jadi, cuma itu,” tandasnya.

Kedua pegolf Korea itu akan mendapat tekanan dari tiga pegolf berbakat lainnya, yaitu Atthaya Thitikul, Brooke Henderson, dan Megan Khang yang tadi sama-sama mencatatkan skor 68 dan mengumpulkan skor total 7-under 137, hanya satu stroke di belakang Ko dan Yang.

Pegolf remaja Thailand, Thitikul, menunjukkan permainan yang memukau dengan membukukan empat birdie di sembilan hole pertamanya. Dua bogey yang ia peroleh di sembilan hole terakhirnya sempat menghambat laju permainannya. Namun, bekal kemenangan di Tanjong Course tiga tahun silam jelas membantu Player of the Year Ladies European Tour 2021 ini untuk meramaikan persaingan pada akhir pekan.

”Di sembilan hole pertama saya bermain sangat bagus, permainan golf saya sangat solid, dan kemudian putting saya terus masuk. Sayangnya, di sembilan hole terakhir saya kurang beruntung di hole par 5. Dan kemudian saya kesulitan untuk berkomitmen melakukan pukulan. Namun, secara keseluruhan permainan saya bagus. Bukan permainan terbaik, namun saya berusaha untuk menciptakan banyak kesempatan dan berkomitmen memanfaatkannya,” jelas pegolf berusia 19 tahu ini.

 

Megan Khang, RD2 HWWC 2022.
Megn Khang membukukan lima birdie dengan satu bogey untuk menempel Ko Jinyoung dan Amy Yang. Foto: Ross Kinnaird/Getty Images.

 

Henderson, yang kembali ke Singapura setelah absen pada edisi 2021 lalu, juga melanjutkan permainan yang selama ini telah memberinya hasil yang solid di Singapura. ”Hari ini hari yang baik. Rasanya saya memukul bola dengan baik dan memberi sejumlah peluang birdie. Bagus juga bisa mendapat lima birdie, dan sayangnya mendapat satu bogey. Namun, saya senang dengan permainan saya dua hari ini. Sangat menyenangkan bermain dengan Su (Oh) dan (Ko) Jinyoung hari ini. Mereka main sangat bagus, jadi membuat permainan lebih menyenangkan. Dan saya tak sabar untuk bermain pada akhir pekan ini,” tutur pegolf tersukses Kanada ini.

Khang juga mengaku puas dengan permainannya pada putaran kedua tadi. Meskipun kali ini ia harus ditemani dengan kedi yang berbeda, ia merasa terbantu dengan pembawaan Missy, sang kedi, yang mudah bergaul.

”Saya hanya berusaha main sabar di lapangan. Ini pekan pertama saya dengan Missy karena kedi reguler saya punya kendala kesehatan. Jadi, Missy dan saya banyak mengobrol sepanjang putaran tadi ….”

Sementara itu, pimpinan klasemen hari pertama, Patty Tavatanakit, gagal mengulangi permainan gemilangnya kemarin. Juara Major ini harus mengakhiri putaran kedua dengan skor 2-over 74, yang terdiri dari lima bogey. Adapun wakil tuan rumah berhasil memperbaiki skornya dengan membukukan 9-over 79.

Singapore Airlines Round of the Day hari ini menjadi milik Ko Jinyoung, sementara Lexus Drive of the Day jatuh ke tangan Patty berkat drive-nya di hole 14.