Meski tertinggal tiga stroke, Satoshi Kodaira masih punya peluang untuk mewujudkan kemenangan di negeri sendiri.
Upaya Satoshi Kodaira untuk mengikuti jejak Hideki Matsuyama dalam menjuarai ZOZO CHAMPIONSHIP di hadapan para pendukung Jepang mengalami kendala. Pada putaran ketiga yang berlangsung Sabtu (21/10) ini, Kodaira hanya bisa bermain 1-under 69.
Hasil akhir pada putaran ketiga di Accordia Golf Narashino Country Club ini terbilang mengejutkan. Pasalnya, pegolf berusia 34 tahun ini sempat menampilkan permainan meyakinkan di sembilan hole pertamanya. Ia menorehkan birdie di hole 6 dan 7 untuk 2-under dalam sembilan hole.
Sayangnya, momentum itu tidak berlanjut. Ia malah harus mendapat bogey di hole 17 dan gagal memaksimalkan peluang birdie di hole terakhir. Dengan skor total 6-under 204, Kodaira kini tertinggal tiga stroke dari pegolf Amerika Justin Suh, yang tadi bermain dengan skor 67. Eric Cole (66) dan (69) menjadi pesaing terdekat Suh setelah keduanya menorehkan skor total 8-under 201.
”Saya hampir lupa bagaimana rasanya menang, tapi saya mulai mengingat rasanya berada dalam persaingan.” — Satoshi Kodaira.
Kodaira memang membutuhkan hasil maksimal pekan ini untuk mempertahankan kartu PGA TOUR, sekaligus memperbaiki peringkatnya dan menembus 125 besar pada akhir jadwal FedExCup musim gugur ini. Meski posisinya kini jauh dari ideal dengan menempati peringkat 182 dan diproyeksikan naik ke peringkat 139, Kodaira yakin kemenangan pada hari Minggu akan menjamin hak bertanding secara penuh di panggung PGA TOUR.
”Saya hampir lupa bagaimana rasanya menang, tapi saya mulai mengingat rasanya berada dalam persaingan,” tutur Kodaira yang sempat menikmati kemenangan pada ajang RBC Heritage 2018.
”Saya punya pengalaman luar biasa lima tahun silam, dan saya pikir hal itu membantu saya mengelola lapangan dengan lebih baik sekarang. Sayangnya, saya tidak selalu berada dalam persaingan, tapi saya tahu bahwa lebih bersabar ketika bermain mungkin akan membantu saya pada saat ini.”
Selain Kodaira, Ryo Ishikawa juga secara matematis berpeluang mewujudkan kemenangan. Ia menorehkan skor 69 untuk skor total 206. Pegolf yang sempat dianggap sebagai harta karun golf Jepang ini mengaku putaran ketiga tadi terasa lebih menantang daripada yang ia bayangkan. Meski menorehkan empat birdie, ia juga mendapat tiga bogey.
”Saya kira pengalaman bermain pada Korn Ferry Tour sangatlah besar dan saya pikir sepanjang tahun ini saya telah beberapa kali menempatkan diri pada posisi bersaing pada sejumlah turnamen besar.” — Justin Suh.
”Saya tidak tahu bagaimana besok, tapi rencana permainan saya akan tetap sama. Saya ingin fokus pada tiap pukulan dan menikmati tensi dan tantangan yang dihadirkan.”
Seluruh pemain jelas akan berusaha mengejar Suh, yang pekan ini melakoni debutnya pada satu-satunya turnamen PGA TOUR di Jepang ini. Lima birdie dengan dua bogey sudah cukup memberinya posisi teratas sekaligus peluang untuk mewujudkan gelar PGA TOUR perdananya.
”Saya kira pengalaman bermain pada Korn Ferry Tour sangatlah besar dan saya pikir sepanjang tahun ini saya telah beberapa kali menempatkan diri pada posisi bersaing pada sejumlah turnamen besar,” tutur Suh, yang merupakan Korn Ferry Tour Player of the Year 2022 ini.
”Satu demi satu pukulan, saya pikir itulah yang paling penting. Sekadar sadar pada diri sendiri, sadar pada kondisi. Saya pikir itulah hal-hal yang bisa Anda lakukan.”


