Para pegolf terbaik kini mesti bersiap untuk sering bersaing di antara mereka dalam ”liga golf” baru ini.
Oleh Jim McCabe.
Mengingat betapa sengitnya persaingan dalam olahraga yang kerap menghadirkan tantangan secara individu, rasanya sulit mempercayai bahwa bertambahnya anggota PGA TOUR yang baru bisa menangkap ide untuk bersatu dalam melangkah ke depan.
Faktanya justru demikian. Suara-suara yang menonjol, seperti Rory McIlroy, kini tampil sebagai pemimpin.
”Saya pikir satu hal yang terjadi dalam beberapa tahun ini ialah kami seakan menjadi badan bisnis independen dan kami berusaha bersaing satu dengan yang lain,” tutur McIlroy.
Ia bukan satu-satunya nama besar yang sampai pada kesimpulan bahwa semestinya ada cara yang lebih bijaksana lagi.
”Saya pikir, inilah pertama kalinya setelah sekian lama kami duduk bersama dan membahas, ’Ayo lebih menjadi rekan bisnis. Bagaimana kita bisa bergerak ke arah yang sama dari sini untuk memberi manfaat bagi semua orang dan membantu seluruh TOUR dan saling membantu satu dengan yang lain?’” imbuhnya.
Ketika McIlroy menyadari dirinya salah satu yang berpikir seperti itu—pemain seperti Justin Thomas dan Jordan Spieth, Xander Schauffele dan Jon Rahm, Scottie Scheffler dan Matt Fitzpatrick—ia pun merasa bahwa posisinya sebagai anggota Dewan Kebijakan PGA TOUR jelas mendapatkan waktu yang sangat sempurna.

”Saya pikir saya sudah mulai berkembang untuk peran tersebut,” ujarnya lagi. ”Saya sangat mempedulikan olahraga kita. Saya peduli dengan sejarahnya. Saya peduli dengan warisannya.”
Ketika dipastikan bahwa Tiger Woods juga berkeras untuk mendukungnya—meskipun ia masih belum bisa berkompetisi setelah cedera kaki akibat kecelakaan mobil tahun 2021 lalu—McIlroy merasa yakin bahwa inilah misi yang harus diusung.
”Tiger Woods menjadi satu nama besar yang PGA TOUR miliki,” sambung McIlroy, yang bersama Woods dan 22 nama besar lainnya melakukan pertemuan bulan Agustus lalu untuk menjamin semua orang memiliki pandangan yang sama.
”Apa hal terbaik bagi PGA TOUR kami untuk melangkah maju? Apa yang bisa kami lakukan untuk membantu menampilkan produk terbaik dalam 50 tahun yang masih dikejar PGA TOUR dan kami bisa mengawal masa depan PGA TOUR?”
Berbagi ide, melontarkan filosofi, dan menciptakan dialog di antara mereka, McIlroy menyebutkan dia dan rekan-rekannya selalu melibatkan Komisioner PGA TOUR Jay Monahan. ”Bukannya kami melakukannya sebagai grup yang memberontak,” ujarnya.
Spieth, yang juga menjadi bagian dari proses ini menegaskan hal tersebut. ”Para pemain bersatu untuk terus menjadikan PGA TOUR lebih baik dengan cara yang coba kami cari tahu,” ujar Spieth, yang sangat menyimak garis perubahan yang disampaikan Monahan pada TOUR Championship bulan Agustus 2022 lalu. Ia ikut memandang perubahan yang mulai berlaku tahun 2023 itu akan memberi tampilan baru dan tegas bagi PGA TOUR.
Ya, jejak dari para pegolf terbaik ada di sana semua, yang bagi banyak orang akan menjadi bagian paling memikat dari sejumlah perubahan yang dilakukan.
”Saya pikir perubahan ini jelas menuju ke arah yang tepat. PGA TOUR akan menjadi lebih kuat.” — Matt Fitzpatrick.
Akan ada ”peningkatan status” untuk 17 turnamen, termasuk THE PLAYERS Championship, keempat kejuaraan Major (Masters, PGA Championship, U.S. Open, dan Open Championship). Akan ada Sentry Tournament of Champions, Genesis Invitational, Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard, WGC-Dell Technologies Match Play, Memorial Tournament presented by Workday, FedEx St. Jude Championship, BMW Championship, dan TOUR Championship. Tiga turnamen lagi masih belum diumumkan untuk melengkapi jumlah 17 ini.
Para pemain telah berkomitmen untuk ke-17 turnamen ini, plus tiga turnamen lain pilihan mereka. Jadi, ada begitu banyak dukungan yang membuat Monahan memuji para pemainnya. ”Para pemain top kami sungguh berada di belakang PGA TOUR,” ujar Sang Komisioner, yang menegaskan total hadiah akan menjadi minimal US$20 juta bagi turnamen-turnamen yang statusnya ditingkatkan itu.
Untuk tahun kedua, Player Impact Program, yang menggunakan metrik dan data untuk mengukur bagaimana para pemain berinteraksi dengan penggemar, akan meningkat hingga US$100 juta, dan akan diberikan kepada 20 pemain teratas. Tahun lalu, program ini hanya sebesar US$40 juta bagi sepuluh pemain teratas.
Yang akan dihapuskan ialah ”wrap-around season”. Mulai tahun 2024, musim kompetisi akan berlangsung dari Januari hingga Agustus.
Yang akan kembali hadir ialah PGA TOUR Qualifying Tournament, yang tiap tahun selalu digelar hingga 2012, sebelum dihadirkan kembali sebagai Korn Ferry Tour Q-School. Qualifying Tournament ini akan diadakan pada akhir 2023, di mana lima pegolf teratas dan ties akan mendapatkan kartu PGA TOUR untuk 2024. Selain itu, 30 pegolf teratas dari Korn Ferry Tour dan 10 pemain teratas DP World Tour juga akan mendapat kartu PGA TOUR.
Selain itu, diumumkan pula Earnings Assurance Program, yang akan menjamin para pemain yang mendapat status penuh untuk mendapat US$500.000 setiap tahun. Uang ini akan dibayarkan di depan bagi para pemain yang kembali dan pendatang baru dan para pemain akan memanfaatkannya pada tahun berjalan. Bantuan ini akan menajdi sangat berarti bagi para pendatang baru, yang kerap menghadapi kendala biaya perjalanan ketika mereka baru memulai kariernya.
Akan ada tampilan yang lebih ramping pada FedExCup Playoff pada akhir musim ini. Hanya 70 pegolf teratas yang akan lolos, bukan 125. Mereka yang berada di peringkat 71-125 pada klasemen poin FedExCup dapat memperbaiki peringkatnya melalui serangkaian turnamen musim gugur, pada akhir musim.

Melengkapi sejumlah perubahan tersebut, Monahan menegaskan, ”Para penggemar kami akan mendapat jaminan bisa melihat para pemain terbaik saling bersaing dalam 20 turnamen, atau lebih, sepanjang musim.”
Juara U.S. Open Matt Fitzpatrick tidak berkeberatan melakukan komitmen 20 turnamen ini. ”Terkadang Anda mesti sedikit memberi,” ujar pegolf Inggris ini. ”Ya, beberapa mungkin tidak menikmati kewajiban mengikuti turnamen-turnamen tersebut, tapi saya sangat senang mengikutinya.
”Saya pikir perubahan ini jelas menuju ke arah yang tepat. PGA TOUR akan menjadi lebih kuat (dan terus berada di posisi demikian) pada tahun depan dan tahun depannya lagi.”
Spieth juga menyuarakan hal yang juga diungkapkan banyak pemain top lainnya. Ia juga bersiap untuk bermain dalam 20 turnamen atau lebih.
”Saya akan bermain dalam lebih dari 20 turnamen karena saya suka bermain golf,” ujarnya. ”Usia saya 20-an tahun dan saya sehat, jadi saya akan mengikuti turnamen-turnamen lainnya juga.”
Nada-nada yang berkumandang jelas terdengar nikmat di telinga Sang Komisioner. Dan memang sangat tepat, mengingat Monahan sendiri sangat menerima pemikiran, saran, dan kritik dari para pemain.
”Inilah puncak dari kekuatan kemitraan antara PGA TOUR dan para pemainnya dan di antara para pemain itu sendiri,” ujar Monahan. ”Ini sesuatu yang belum pernah terjadi pada Tour kami dan kesaksian tentang siapa mereka ini dan apa yang mereka yakini.”


