Bagaimana Nexus Club bisa menjadi solusi bagi pergulatan para pakar dan praktisi TI yang ingin mengejar keseimbangan antara karier dan kehidupan, sembari saling berbagi, mengembangkan jejaring, dan memperkuat bisnis.

Sepintas, kelompok ini terlihat hanya sebagai kalangan eksekutif yang berkumpul untuk bersosialisasi dengan bermain golf bersama. Lebih terlihat biasa lagi karena tak terlihat adanya atribut tertentu, tidak ada seragam, bahkan tidak ada ornamen apa-apa di ruangan tempat mereka berkumpul.

Mungkin juga karena jumlahnya tak banyak. Tak sampai 20 orang yang berkumpul siang itu. Sebagai grup kecil, rasanya atribut pun tak menjadi hal yang krusial. Namun, minimnya atribut dan tanda pengenal itu juga seakan menegaskan bahwa salah satu aspek terpenting siang itu ialah bersenang-senang di lapangan golf.

Meski terlihat biasa-biasa saja, kelompok kecil yang berkumpul pada 26 April 2025 lalu ini sebenarnya bisa menjadi titik awal yang memberi dampak yang sangat besar, khususnya di Indonesia.

Nama Nexus Club pasti terdengar asing, bahkan di kalangan masyarakat golf di Indonesia. Bukan saja karena, mungkin, inilah pertama kalinya klub ini mendapat sorotan media. Klub ini bahkan belum berusia setahun! Namun, hal lain yang ikut menjadi benang merah dari kelompok kecil ini ialah bahwa mereka adalah praktisi bidang teknologi dan informasi dari sejumlah perusahaan di Indonesia dan Asia Pasifik.

 

THE CLUBS Nexus Club Golf 2025 - Jeffrey Teh
CAPTION
Jeffrey Teh, pendiri dan CEO The TEH Group, menginisiasi lahirnya Nexus Club untuk menjadi wadah bagi pakar TI.

 

Kehadiran Nexus Club sebenarnya bukan sekadar ingin menambah daftar panjang klub atau komunitas golf di negeri ini. Golf bukanlah menjadi salah satu olahraga yang bisa dilakukan melalui klub ini. Dan Nexus Club malah ingin melangkah melampaui sekadar klub olahraga biasa.

Jeffrey Teh, dari The TEH Group, adalah sosok yang menginisiasi Nexus Club. Sebagai praktisi di dunia TI, ia memahami dinamika yang dialami oleh rekan-rekan sekoleganya. Dengan dunia teknologi digital dan informasi yang kian terkoneksi, tuntutan untuk mempertahankan jaringan yang aman ikut menciptakan tekanan kerja yang tak jarang berujung pada stres dan depresi.

”Jadi, akhirnya kami sadar kalau mayoritas komunitas TI yang bekerja sama dengan saya, mereka tidak memiliki program kesehatan, atau program apapun, bahkan tidak memiliki komunitasnya,” tutur Jeffrey.

”Kebanyakan mereka terpaku pada pekerjaan sehingga tidak memiliki keseimbangan dalam hidupnya. Dan seorang teman saya memberi tahu, ketika menghadapi masalah keluarga, karier, kebanyakan temannya tidak berada di industri TI dan tidak memahami problem yang ia hadapi.

 

THE CLUBS Nexus Club Golf 2025 - Paul Akamai
Golf menjadi salah satu aktivitas olahraga yang difasilitasi oleh Nexus Club sejak mulai hadir Oktober 2024 silam.

 

”Itulah sebabnya, saya berpikir untuk mulai mengorganisasi kegiatan seperti ini.”

Nexus Club mulai dirintis di Singapura sekitar tujuh bulan silam, bermula dari pesan sederhana via email yang menghubungi praktisi TI untuk bermain golf bersama.

”Lalu kami mulai melakukannya tiap pekan di Singapura, kemudian memulainya juga di Filipina,” tutur Jeffrey lagi.

Menciptakan aktivitas yang mendukung kesehatan atau wellness jelas hal yang sangat bernilai. Toh Nexus Club juga berusaha melangkah lebih daripada sekadar klub olahraga, seperti yang kami ungkapkan di atas. Jeffrey menyebutkan, Nexus Club ini juga ingin menjadi wadah untuk saling berbagi di antara para praktisi TI, tidak hanya di Indonesia, tapi juga kawasan Asia Pasifik.

 

THE CLUBS Nexus Club Golf 2025 3
Para praktisi TI ikut menikmati golf bersama sambil membangun jejaring yang diharapkan bisa memperkuat lini bisnis masing-masing.

 

”Komunitas kami ini mayoritas terdiri dari kalangan yang bergerak di bidang teknologi, transformasi digital, dan keamanan cyber. Seperti yang Anda ketahui, mayoritas bisnis masa kini tidak bisa terlepas dari teknologi.

”Bayangkan kalau Anda menjalankan sebuah rumah sakit yang sepanjang hari, sepanjang pekan bertujuan menyelamatkan nyawa, dan mendadak ada yang meretas ke sistem dan mematikan sistemnya.

”Itulah sebabnya, di dalam komunitas ini, masing-masing akan mendapati bahwa kami bisa saling berbagi untuk mengatasi sebuah tantangan di bidang yang sama-sama kami geluti ini.

”Kalau Anda membagikan problem ini kepada vendor, mereka pasti akan menyarankan untuk membeli produk mereka. Kami tidak ingin melakukan hal seperti itu. Kami malah ingin berbagi solusi. Dan ini nantinya bisa membuat vendor menjadi lebih kompetitif.  Kami ingin produknya menjadi lebih baik dan teknologinya lebih maju, dan mereka bisa mulai mengerjakan hal demikian sehingga komunitasnya menjadi lebih kokoh.”

 

THE CLUBS Nexus Club Golf 2025 - Jef Hu Akamai (Left)
Jef Hu (kiri) dari Akamai, perusahaan solusi TI yang ikut mensponsori kegiatan Nexus Club, ikut bermain golf dan membagikan wawasan mengenai apa yang bisa Akamai lakukan untuk bisnis di Indonesia.

 

Permainan golf siang itu sempat tertunda akibata hujan deras yang melintas. Beruntung tidak berlangsung lama sehingga para praktisi TI ini bisa kembali dan menuntaskan permainannya.

Tidak ada trofi, tidak ada hiburan-hiburan yang berlebihan. Sesi penutup dari pertemuan ini diisi oleh sosialisasi sambil bersantap malam serta, yang terpenting, sesi berbagi.

Semangat Nexus Club untuk menjadi komunitas berbagi solusi dan berolahraga ternyata mendapat dukungan dari Akamai Technologies—sekali lagi, nama yang mungkin asing bagi Anda! Mewakili Perusahaan yang mulai hadir pada 1998, persis di tengah ledakan internet ini telah menyediakan layanan komputasi awan, keamanan cyber, dan mengantarkan konten selama 25 tahun terakhir.

Jeffrey menyambut dukungan Akamai Technologies ini karena meyakini bahwa layanan yang disediakan oleh perusahaan asal AS itu sebenarnya juga bisa membantu banyak bisnis di Indonesia.

”Itu alasan mengapa saya juga ingin Akamai membagikan beberapa hal untuk membantu bisnis di Indonesia dari sisi TI. Jadi, melalui golf, kami bisa bersenang-senang di lapangan, membangun jejaring, dan berbagi pengetahuan, dan semoga juga bisa membangun bisnis,” ujar Jeffrey lagi.