Danielle Kang berharap permainan terbaik, Ko Jinyoung memulai musim 2022, sementara Brooke Henderson ingin memanfaatkan sebanyak mungkin peluang birdie.
Meskipun telah meraih kemenangan lewat ajang Hilton Grand Vacations Tournament of Champions, disusul dengan finis di tempat kedua pada ajang Gainbridge LPGA at Boca Rio, Danielle Kang meyakini permainan terbaik akan menjadi kunci untuk bisa mewujudkan kemenangan pada ajang HSBC Women’s World Championship yang akan dimulai Kamis (3/3) besok.
Kang sedikit merasa kecewa dengan permainannya pada pro-am hari ini (2/3) lantaran menyebut permainannya jauh dari harapan. Toh hal itu tidak memberatkan langkahnya memenuhi kewajibannya menghadapi para jurnalis internasional—yang sebagian besar harus menjalankan tugasnya secara online.
”Tidak masalah buat saya apakah ini Selasa atau Sabtu pada titik ini,” ujar Kang, yang bermain bersama pejabat HSBC untuk keempat kalinya, grup yang ia sebut-sebut sebagai salah satu grup pro-am favoritnya. ”Saya masih harus melakukan apa yang mesti saya kerjakan, entah itu melakukan pukulan yang ada di depan saya, sambil bisa merasakan apa yang perlu saya rasakan.”
Prestasinya pada awal musim ini memang mengesankan. Namun, ia sudah menyiapkan agenda untuk bulan berikutnya. Dari sesi latihan bersama kedua pelatihnya, Butch Harmon dan Pat Gross, sampai mengobrol dengan pelatih mental Micah Schnurstein. Dan meski terus mencari performa terbaiknya, Kang masih menyadari pentingnya menyeimbangkan karier dan kehidupan sosialnya sehingga ia masih akan berniat menghabiskan waktu bersama teman-temannya di Vegas, termasuk mengunjungi pertunjukan terbaru Bruno Mars, ”Silk Sonic”.
”Saya tidak begitu tahu apa yang ia (Butch Harmon) katakan kepada saya di tempat latihan yang membuat saya bisa memukul bola dengan baik. Namun, di sisi mental, saya pikir menemukan proses Anda sendiri dan melatih bagaimana Anda menghadapi pukulan yang ada di depan, memahami apa yang terjadi sebelumnya, … hal-hal seperti itu memengaruhi Anda dan bagaimana Anda bisa mengakuinya dan menanggalkannya serta melangkah maju untuk mengeksekusi pukulan seterbaik mungkin,” jelas Kang menyinggung soal latihannya dengan para pelatihnya itu.

Besok ia akan tampil untuk kedelapan kalinya pada HSBC Women’s World Championship. Dan bekal kemenangan awal musim dan pengetahuan yang ia peroleh dari sisi teknik dan mental itu akan sangat penting untuk memulai perburuan trofi di Sentosa Golf Club, sekaligus memperbaiki catatan prestasinya ketika finis di belakang Michelle Wie tahun 2018 lalu. Kemenangan juga akan sangat manis mengingat ia sendiri sudah berkali-kali menegaskan bagaimana Singapura merupakan salah satu kota favoritnya.
”Saya berharap kami bisa memainkan lebih banyak turnamen di Asia, dan berharap bisa mendapat hadiah uang yang lebih besar dan kualitas pemain yang lebih baik. Ajang-ajang di Asia merupakan salah satu rangkaian ajang favorit yang ada dalam jadwal kami. Jangan salah juga, saya menyukai West Coast Swing, tapi ini Asia Swing, ini berbeda. Saya sadar betapa pentingnya golf wanita untuk Asia,” ujarnya. ”Dan dukungan yang telah diberikan HSBC kepada LPGA sungguh luar biasa. Kami selalu konsisten di sini. Kami mengundang para penggemar, para sponsor. Mereka memperlakukan kami bak bangsawan di sini. Tak hanya di sini, hal serupa juga terjadi di Thailand, Korea, Shanghai, semuanya.”
Adapun pegolf No.1 Dunia Ko Jinyoung juga siap untuk menghadapi tantangan pekan ini. Dalam sepuluh turnamen terakhir yang ia ikuti, Ko telah sembilan kali finis di sepuluh besar. Lima kemenangannya pada musim 2021 lalu sekaligus memberinya hadiah sebesar US$1,5 juta atau sekitar Rp21 milyar pada ajang CME Group Tour Championship 2021 di Naples, Florida.
Turnamen tersebut merupakan turnamen ajang kompetitif terakhir yang ia ikuti. Ia kemudian mengambil jeda selama enam pekan di Korea dan menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-temannya, sesuatu yang sudah lama ia janjikan. ”Saya menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman dan anjing saya juga. Dan saya menonton Netflix di kamar sambil mengunyah keripik kentang,” ujarnya.
Selama sebulan ia berlatih di Palm Springs, dan berfokus untuk menyesuaikan backswing dan memulihkan cedera pergelangan yang ia derita sepanjang musim 2021. Ko telah memegang rekor sebagai pemain dengan putaran tanpa bogey terbanyak dalam sejarah golf (114 hole tahun 2019). Sementara di Singapura ini ia juga memiliki rekor lainnya. Ia telah memukul 63 green in regulation secara berturut-turut, yang menjadi catatan terpanjang dalam sejarah LPGA dan PGA TOUR.

Sementara itu, pegolf No.11 Dunia Brooke Henderson harus segera beradaptasi dari peralihan iklim yang drastis pada pekan ini. Dari dinginnya belahan bumi utara di Ontario, Kanada, kini ia harus bertanding di tengah iklim tropis Singapura yang panas. Bukan berarti ia akan mengalami kendala juga. Henderson mencatatkan serangkaian penampilan yang memukau selama mengikuti HSBC Women’s World Championship. Selain itu, ia juga telah menetap di Florida, yang memberinya iklim yang cukup hangat sebelum menempuh penerbangan selama 18,5 jam ke Singapura.
Pekan ini menjadi partisipasi pertama Henderson di Singapura dalam suasana pandemi. Tahun 2021 lalu ia terpaksa absen. Dan sangat mudah dimaklumi jika ia kemudian merasa kehilangan momen 2021 itu dan kini bersemangat untuk kembali mengikuti salah satu turnamen terfavorit pada kalender LPGA ini.
”Bahkan dengan penerbangan jauh itu, saya sangat merasa bersemangat hanya bisa kembali ke sini. Terkadang saya sekadar menepuk bahu Britt (kakak sekaligus kedinya) dan kami akan memandang sekitar dan menghargai keindahannya, dan akhirnya kami bisa kembali ada di sini!”
Dari empat penampilannya terdahulu, Henderson belum pernah finis lebih buruk daripada peringkat 15. Dan setelah dua kali memainkan Tanjong Course pada pekan ini, ia mulai merasakan perbedaan lapangan dari ketika terakhir ia bermain di sini.
”Saya rasa lapangan ini menjadi agak lebih panjang, dan lapangannya menjadi sedikit lebih matang dalam beberapa tahun terakhir. Rough-nya sedikit lebih panjang dan telah tumbuh di beberapa area. Pepohonannya juga terlihat lebih tinggi dan lebih rindang,” ujarnya. ”Jadi, cara memainkannya pun sedikit berubah, tapi saya masih merasa nyaman. Pasti akan menjadi tantangan dalam beberapa hari ke depan. Juga, ada banyak peluang birdie. Jadi, saya berharap bisa mendapatkannya.”


