Bagaimana sebuah topik konten yang ambisius menjadi ikut membantu Kevin Caesario Akbar mewujudkan kemenangan impiannya di Damai Indah Golf BSD Course bulan Agustus lalu?
Setelah mencatatkan delapan penampilan dengan hanya dua kali gagal lolos cut, Kevin Caesario Akbar mewujudkan kemenangan impiannya dengan menjuarai Ciputra Golfpreneur Tournament pada pekan ketiga bulan Agustus lalu. Meski bukan gelar Asian Development Tour (ADT) pertama baginya, prestasi ini menjadi kemenangan terbesar dan mungkin yang terpenting dalam kariernya.
Bagi Kevin, ajang yang kerap digelar di Damai Indah Golf BSD Course ini merupakan ajang yang sangat penting. Ciputra Golfpreneur Tournament merupakan ajang yang digelar oleh Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF), yayasan yang sudah menaunginya sejak 2019.
”Sebagai atlet CGF, ini menjadi turnamen yang paling saya nantikan setiap tahunnya. Ada rasa penasaran karena sampai sekarang masih belum bisa menembus sepuluh besar,” ujarnya dalam jumpa pers yang mengumumkan kembalinya Ciputra Golfpreneur Tournament ke kalender ADT tahun ini.

Kala itu ia juga menegaskan pentingnya bermain agresif untuk bisa bersaing dengan para pegolf internasional. Terutama melihat pemenang turnamen ini sejak 2022 selalu menorehkan skor lebih baik dari 20-under, dengan juara edisi 2025 asal Inggris Matt Killen menciptakan standard baru dengan skor total 25-under.
Kesadaran ini jelas sudah cukup lama ia sadari. Serangkaian konten ambisius yang sudah ia mulai dari bulan Februari lalu terbukti menjadi salah satu kunci penting kemenangannya.
Hingga dua pekan sebelum edisi ke-11 Ciputra Golfpreneur Tournament itu Kevin berusaha bermain 6-under atau lebih baik di sembilan hole pertama di Damai Indah Golf BSD Course, memanfaatkan hak Istimewa berupa akses lapangan yang ia peroleh sebagai salah satu atlet CGF.

Meskipun dimainkan dalam konteks pengaturan lapangan regular—lokasi pin dan kelicinan green non-standard ADT—bermain 6-under atau lebih baik dalam sembilan hole jelas bukan hal yang mudah. Dari total 9 percobaan yang ia lakukan, percobaan ke-8, yang ia lakukan pada akhir Juni memberikan hasil terbaik baginya. Uniknya, kala itu ia justru mengawali dengan bogey, sebelum kemudian menciptakan dua eagle lewat hole 4 dan 6, dan birdie di hole 8 dan 9.
Jelas tidak ada yang mengira ia akhirnya sanggup mewujudkan bermain 6-under di sembilan hole pertama di lapangan Jack Nicklaus pertama di Indonesia itu, tidak juga dirinya sendiri! Apalagi pada putaran final yang sangat penting dan dalam posisi berpeluang meraih kemenangan.
Kevin mengawali putaran finalnya itu dengan membukukan even par di tiga hole pertamanya. Birdie di hole 4 seakan me, Kevin mulai menciptakan birdie di hole 4, 6, 7, lalu membukukan eagle di hole 8, untuk kemudian menciptakan birdie keempatnya hari itu lewat hole 9.

Setelah bermain 2-under dalam lima hole berikutnya, Kevin menciptakan birdie di hole terakhir untuk menyamai rekor 25-under milik Matt Killen. Dan setelah sekitar setengah jam menanti dengan penuh ketegangan, ia akhirnya memastikan harapan masyarakat golf Indonesia dan CGF tak lagi teringkari.
”Sebenarnya, konten berusaha bermain 6-under dalam sembilan hole itu adalah hasil dari kegelisahan saya; kenapa orang-orang kalau bermain di sini dalam kondisi turnamen bisa bermain dengan skor 64, 65, sedangkan sehari-harinya itu saya tidak pernah seperti itu—65 itu sekali saat latihan,” ujarnya usai memastikan kemenangan.
”Jadi, konten itu dibuat sekaligus untuk menantang dan memberi tekanan pada diri sendiri, 6-under atau lebih baik, tapi di hole 1-9 saja. Tiap kali membuat konten tersebut, paling bagus hanya 5-under. Ternyata hari ini menyentuh 6-under di sembilan hole pertama, …. Jadi, sangat senang bisa mewujudkannya hari ini.”

