Kosuke Suzuki sukses menggeser Kosuke Sunagawa dari puncak klasemen Casio World Open Golf Tournament 2025.

Kosuke Suzuki berhasil menggeser posisi Kosuke Sunagawa dari puncak klasemen sementara Casio World Open Golf Tournament. Skor 7-under 65 pada putaran kedua membawa Suzuki ke posisi teratas dengan skor total 14-under 130.

Setelah mengakhiri putaran pertama dengan tertinggal satu stroke di belakang Sunagawa, kini Suzuki melangkah ke akhir pekan dengan modal dua stroke dari rekan senegaranya itu.

Sementara itu, pimpinan peraih hadiah uang Kota Kaneko harus puas bermain dengan skor 69 dan tertinggal lima stroke di posisi T4. Adapun pegolf Filipina Justin De Los Santos dan Nicklaus Chiam dari Singapura menjadi wakil internasional terbaik yang, masing-masing, menduduki peringkat T6 dan T8.

Suzuki, yang bermain dari hole 10, menikmati start impian dengan eagle sebelum melejit jauh berkat sepasang birdie dari hole 13 dan 14. Langkahnya sempat terhenti oleh bogey di hole 15, namun ia berhasil menambah koleksi birdie-nya dari hole 18.

”Secara keseluruhan putting saya terasa sangat bagus.”

Setelah membukukan par di dua hole pertama dari sembilan hole terakhirnya, ia menciptakan tiga birdie beruntun dari hole 3 par 4. Pegolf yang berniat meraih kemenangan perdananya ini kemudian mencatatkan par di empat hole terakhirnya untuk memastikan tampil sebagai pemuncak klasemen.

”Pukulan saya tidak begitu bagus hari ini. Saya benar-benar tidak puas. Meski begitu, putting saya justru bagus, dan itu sebabnya saya bisa meraih banyak birdie. Lalu ada sejumlah momen bagus juga, meskipun ada juga yang menyulitkan. Itu sebabnya, saya masih punya PR untuk memperbaikinya,” tuturnya.

”Putting jarak jauh bisa masuk, dan saya juga memasukkan putt dari jarak 2-3 meter. Secara keseluruhan putting saya terasa sangat bagus.”

Pegolf berusia 25 tahun ini memang termotivasi untuk bisa kembali mengikuti turnamen pamungkas pada jadwal Japan Golf Tour Organization pekan depan, meskipun sepanjang musim ini ia baru sekali masuk sepuluh besar.

”Mulai besok, saya ingin menghapus problem-problem sebelumnya dan berusaha main golf seperti yang saya lakukan hari ini.”

”Saya bisa mengikuti ajang itu pada tahun pertama, tapi tahun lalu justru gagal. JT Cup merupakan ajang istimewa, jadi tentu saja saya ingin kembali mengikutinya. Tahun ini hasil pertandingan saya kurang bagus, jadi bisa finis di tempat pertama atau kedua bisa membawa saya kembali ke ajang tutup tahun itu. Kalau bisa terus main bagus besok dan lusa, saya bakal punya kesempatan!” tegasnya.

Ia mengaku permainannya tahun ini memang cenderung tidak konsisten. Alhasil skor yang ia raih tidak cukup untuk memberinya hasil membanggakan musim ini. ”Bahkan jarak pukul saya sedikit berkurang,” ujarnya.

Meski begitu, ia masih optimis untuk bisa memberikan permainan terbaik.

”Saya sudah beberapa kali meramaikan persaingan, tapi memang belum berhasil bermain bagus pada hari ketiga dan keempat. Mulai besok, saya ingin menghapus problem-problem sebelumnya dan berusaha main golf seperti yang saya lakukan hari ini.”