Kiradech Aphibarnrat memberi kredit bagi sang ayah yang membantunya memperbaiki posisinya pada ajang Mexico Open.
Obrolan yang ia lakukan dengan sang ayah belum lama ini ternyata berhasil membantu Kiradech Aphibarnrat memperbaiki posisinya pada akhir putaran kedua Mexico Open kemarin (29/4).
Pegolf bertubuh tambun ini sebenarnya terancam gagal lolos cut lantaran hanya bermain 1-under 70 pada putaran pertama. Meskipun menciptakan hole-in-one pertamanya pada ajang PGA TOUR, ia membutuhkan permainan luar biasa untuk melangkah ke putaran kahir pekan. Persis itulah yang berhasil ia tampilkan pada akhir putaran kedua. Mantan pegolf No.1 Asian Tour ini menyamai skor terendahnya musim ini dengan menorehkan enam birdie dan satu bogey. Catatan permainannya ini pun melambungkan posisinya dari T61 ke T18 di Vindata Vallarta.
Pergerakan besar lainnya juga dilakukan oleh mantan pegolf No.1 Asian Tour lainnya Anirban Lahiri. Skor 68 yang ia torehkan itu membawanya ke posisi yang sama dengan Kiradech, Satoshi Kodaira dari Jepang (69), dan pegolf China Taipei C.T. Pan (70). Dengan skor total 6-under 136, keempat wakil Asia ini terpaut enam stroke dari pegolf No.2 Dunia John Ram.
”Ayah saya (Panupong) memberi tahu saya untuk menikmati permainan ini, menikmati berlatih,” tutur Kiradech. ”Kalau saya tidak gembira dengan yang saya lakukan dan tidak menikmati bermain golf, sebaiknya saya berhenti saja. Itulah yang beliau sampaikan kepada saya.”
Percakapan itu tampaknya menjadi panggilan yang keras baginya. Pegolf Thailand pertama yang memegang kartu PGA TOUR dan sempat berada di jajaran 50 besar dunia ini kembali terpacu. Bermain dari hole 10, Kiradech meraih birdie pertamanya di hole 12 dari jarak 4 meter. Ia menambah birdie lagi di hole 15 dan 18 dan menuntaskan sembilan hole pertamanya itu dengan 33 pukulan, sampai akhirnya harus mendapat bogey di hole 3.
Untungnya, bogey tersebut tidak memupus semangatnya. Ia lekas bangkit dan mendapat tiga birdie berturut-turut. Mulai dari chip-in birdie di hole 5 par 3, hole di mana ia membukukan hole-in-one kemarin. Jelas ia pun merasa puas dengan kembalinya permainan yang telah lama ia nantikan ini.
”Saya sangat puas dengan hari ini. Mungkin inilah putaran terbaik saya setelah sekian lama dan saya senang dengan kerja keras yang saya curahkan, yang perlahan-lahan mulai menunjukkan hasilnya,” tutur pemegang empat gelar DP World Tour, yang kini berperingkat 211 pada klasemen FedExCup ini.
”Saya terus berkata bahwa hanya butuh satu pekan untuk mengubah keadaan dan semoga saya bisa melanjutkan perkembangan yang baik ini dan menjadi lebih konsisten untuk membukukan skor yang bagus selama empat hari. Tak sabar untuk akhir pekan ini dan berusaha melakukan hal yang sama, yaitu memukul ke fairway dan green, serta memasukkan beberapa putt.”
Sementara itu, birdie dari jarak 7,2 meter di hole terakhir membantu Lahiri untuk menciptakan peluang menorehkan hasil positif, setelah finis di tempat kedua pada ajang THE PLAYERS Championship bulan Maret lalu.
Adapun Rahm, yang tengah mengejar gelar pertamanya sejak menjuarai U.S. Open 2021, menorehkan skor 66 untuk sendirian memegang posisi teratas. Skor total 12-under yang ia raih dalam dua putaran ini praktis memberinya modal dua stroke atas Alex Smalley.


