Jbe Kruger mengakhiri empat tahun paceklik gelarnya dengan kemenangan pada Shigeo Nagashima Invitational Sega Sammy Cup 2023.

Jbe Kruger akhirnya bisa tersenyum lebar lagi. Bersama Denise, sang istri, ia akhirnya mewujudkan gelar Japan Golf Tour Organization (JGTO) kedua dalam kariernya, sekaligus kemenangan pertamanya di Jepang, usai bermain tanpa bogey dan mengemas lima birdie untuk skor 5-under 67 di North Country Golf Club. Skor total yang ia bukukan, 23-under 265 memberinya kemenangan tiga stroke atas pegolf Australia Anthony Quayle dan pegolf tuan rumah Naoyuki Kataoka.

Sempat mengawali putaran final dengan keunggulan tiga stroke, Kruger nyaris melepas peluang emas meraih kemenangannya itu tatkala hanya bisa mendapatkan satu birdie di enam hole pertamanya. Kataoka bahkan sempat memaksa Kruger berbagi posisi teratas dengannya setelah pegolf Jepang itu menuai empat birdie di enam hole pertamanya. Namun, penampilannya menurun di sembilan hole terakhir sehingga hanya bisa mengemas skor 67 dan akhirnya finis T2.

Meski berada dalam posisi tertekan, Kruger berhasil mempertahankan fokusnya dan akhirnya menambah birdie lagi dari hole 9, 12, 15, dan 17 untuk melepaskan dirinya dari kejaran para pemain lain, sekaligus memastikan kemenangan pertamanya di Jepang dengan skor total 23-under 265.

Ada begitu banyak pemain muda yang tangguh yang memberi tekanan kepada saya dalam tiga atau empat hole terakhir. Saya harus terus fokus sepanjang hari dan tidak boleh melakukan kesalahan.” — Jbe Kruger.

”Rasanya sudah bertahun-tahun berlalu sejak terakhir saya berdiri di sini dan memberi jawaban kepada Anda semua (para jurnalis). Sungguh sebuah privilese,” tutur Kruger, yang menikmati kemenangan ini bersama Denise, sang istri, yang menemaninya sebagai kedi sepanjang pekan.

”Ada begitu banyak pemain muda yang tangguh yang memberi tekanan kepada saya dalam tiga atau empat hole terakhir. Saya harus terus fokus sepanjang hari dan tidak boleh melakukan kesalahan.

”Saya suka berada di Hokkaido ini. Saya selalu meyukai lapangan dengan green-green yang luas seperti di sini. Kondisinya juga luar biasa dan cuacanya juga sempurna—tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.”

Sang istri turut meluapkan emosinya sebagai ekspresi kelegaan setelah melihat sang suami menuntaskan kompetisi sebagai juara.

”Terkadang di beberapa lapangan tertentu di Jepang saya merasa kesulitan karena lapangannya sempit, sementara di sini lebih cocok untuk permainan saya sehingga saya merasa lebih nyaman.” — Anthony Quayle.

”Saya berusaha untuk bersikap setenang mungkin, tapi di sembilan hole terakhir saya malah merasa sangat gugup,” ungkapnya. ”Sungguh senang dan bersyukur ia menang. Saya bangga akan pencapaiannya ini!”

Pegolf Australia Anthony Quayle sebenarnya juga tampil luar biasa pada putaran final itu. Sayangnya, skor 8-under 64 tidaklah cukup, bahkan untuk memaksakan play-off sekalipun. Namun, ia masih bisa merasa bangga lantaran finis di tempat kedua.

”Saya bermain sangat baik dan senang dengan permainan saya. Saya juga sangat menyukai lapangan ini; sangat cocok buat saya. Rasanya lapangan ini mendorong saya untuk bermain agresif, dan saya memang pemain agresif,” ujar Quayle.

”Terkadang di beberapa lapangan tertentu di Jepang saya merasa kesulitan karena lapangannya sempit, sementara di sini lebih cocok untuk permainan saya sehingga saya merasa lebih nyaman.”

Pegolf Korea Song Younghan menjadi pegolf internasional terbaik berikutnya setelah menorehkan skor 69 pada putaran final dan finis 14-under 274 untuk berada di posisi T15.