Anirban Lahiri segera memulai rangkaian FedExCup Playoff dengan semangat baru membawa hasil solid yang menyegarkan kariernya.
Keputusan Anirban Lahiri untuk pulang ke India dan memperbaiki permainannya terbukti menjadi kunci penting. Kini ia menatap rangkaian FedExCup Playoff yang dimulai di Memphis lewat ajang FedEx St. Jude Championship dengan percaya diri baru.
Pegolf berusia 35 tahun ini memutus rangkaian penampilan mengecewakannya dengan finis T8 pada ajang Wyndham Championship hari Minggu (7/8) lalu. Finis di sepuluh besar itu turut membuatnya bersemangat dalam persiapannya mengikuti FedExCup Playoff kelima dalam kariernya, yang segera dimulai di TPC Southwind besok (11/8).
Dua pekan berikutnya menjadi periode krusial bagi salah satu bintang Asia ini. Lahiri tidak hanya mengincar penampilan pertamanya pada ajang tutup musim, TOUR Championship, tapi juga berharap bisa kembali masuk Tim Internasional Presidents Cup untuk ketiga kalinya.
”Anda ingin pulang pada waktu yang tepat. Tidak pernah ada waktu yang buruk untuk bermain dengan baik, tapi kalau ada saatnya untuk bermain dengan baik, sekaranglah saatnya. Anda bisa saja mengalami tahun yang hanya rata-rata, tapi jika tampil pada pekan yang bagus, Anda mengikuti rangkaian Playoff, pandangan sepanjang musim pun akan menjadi berbeda,” tutur Lahiri, yang memulai FedEx St. Jude Championship ini dari peringkat 63 klasemen FedExCup.
Mereka yang berada di jajaran 125 besar berhak mengikuti ajang Playoff pertama dari rangkaian tiga turnamen. Namun, hanya 70 pemain teratas saja yang berhak mengikuti BMW Championship, serta hanya 30 pemain teratas yang berhak tampil pada ajang TOUR Championship. Juara FedExCup kali ini juga bakal membawa pulang hadiah uang sebesar US$18 juta.

Lahiri juga menargetkan bisa menembus delapan besar pada klasemen Tim Internasional pada akhir pekan ini. Jika berhasil melakukannya, ia bakal kembali menghadapi Tim AS ketika Presidents Cup berlangsung bulan September 2022 mendatang. Saat ini ia berada di peringkat 15, dengan sisa dua pekan lagi untuk bisa lolos.
Bulan lalu Lahiri menghabiskan hampir dua pekan di India untuk berlatih bersama pelatihnya sejak lama, Vijay Divecha. Sebagian alasannya pulang ialah karena ia gagal lolos cut dalam empat dari lima turnamen yang ia ikuti sejak Mei 2022. Rangkaian penampilan mengecewakan itu jelas menodai penampilan mengagumkannya ketika ia finis di tempat kedua pada ajang paling bergengsi PGA TOUR, THE PLAYERS Championship bulan Maret 2022. Kala itu ia berhasil memenangkan hadiah uang terbesar sepanjang kariernya, yaitu sebesar US$2,18 juta. Ia juga sekali finis di sepuluh besar dan dua kali masuk 15 besar dalam empat turnamen berikutnya, sebelum penampilannya mulai bermasalah, persis setelah ia menyambut kelahiran putaranya, Avyaan, pada awal Mei.
”Rasanya saya mesti membersihkan permainan saya,” ujar Lahiri menyinggung keputusannya pulang kampung. ”Saya belum memainkan permainan terbaik. Jadi, saya kembali dengan istirahat yang cukup, latihan yang bagus, dan berharap bisa melaju pada akhir musim ini. Inilah saatnya untuk menampilkan permainan terbaik dan berharap bisa menembus TOUR Championship, jelas itulah salah satu targetnya.
”Saya pikir saya sudah lama tidak menjumpai Vijay. Saya senang mengambil keputusan tersebut di Skotlandia dan segera terbang ke India. Kami menghabiskan sepuluh hari yang produktif, dan melatih banyak hal berbeda. Saya tahu ada empat atau lima hal mengganggu yang mesti saya bereskan, dan pada satu titik saya bingung mesti memperbaiki yang mana dulu. Kami mengecek grip, postur, yang sudah lama menjadi masalah, dan kemudian melihat hal-hal lain dari aspek tersebut, faktor-faktor lain, dan mencari cara untuk menerapkannya dalam rutinitas sebelum memukul bola. Sangat menarik, perjalanan yang sangat membuahkan hasil.”
Melakukan perjalanan untuk mengikuti ajang PGA TOUR tiap pekan jelas bisa memengaruhi permainan dan Lahiri mengaku, menghabiskan waktu di rumah bersama teman-teman dekat dan sesama pegolf menjadi semacam anekdot yang ia butuhkan untuk mengecas dirinya sendiri sebelum menghadapi penghujung musim ini.
”Saya juga menghabiskan waktu bersama teman-teman, yang selalu menyegarkan jiwa saya, dan selalu membuat saya merasa sangat bersemangat. Hal-hal sepertit itu selalu membawa saya kembali ke sini (AS) dengan sedikit rasa segar karena melihat begitu banyak kaum muda, amatir, profesional muda, dan membuat saya ingin bermain lebih baik lagi karena mereka mengikuti saya,” jelasnya.

”Pulang ke India selalu menghadirkan angin segar buat saya, jelas demikian untuk permainan dan juga pribadi saya. Saya tak sabar untuk main golf lagi dan mempraktikkan semua latihan itu.”
Prestasi terbaik Lahiri sejauh ini ialah finis di peringkat 51 pada klasemen FedExCup 2017. Kini ia jelas berharap melangkah lebih jauh lagi. Bisa melangkah ke TOUR Championship juga menjadi incaran baginya mengingat ada lebih banyak kesempatan yang akan terbuka, terutama pada ajang Major dan turnamen-turnamen yang mendapat peningkatan hadiah uang PGA TOUR untuk musim depan.
”Musim ini memang musim yang pasang-surut. Saya belum memiliki konsistensi yang saya cari atau inginkan, tapi pada akhirnya, siklus kehidupan berlaku pada sepanjang karier profesional seorang pegolf, Anda bermain bagus dalam beberapa kesempatan,” ujarnya lagi.
”Idealnya, kalau bisa melangkah lebih jauh pada rangkaian Playoff ini, bisa menembus TOUR Championship adalah situasi yang ideal. Lalu saya akan melihat jadwal yang berbeda. Dengan kelayakan bermain mulai terlihat, kalau finis di 60 besar Anda bakal bermain pada lima atau enam turnamen yang mungkin tidak bisa Anda ikuti jika tidak berada di posisi itu. Anda bisa mendapat undangan, bisa bermain dalam ajang dengan peserta yang lebih sedikit, seperti di Jepang (ZOZO Championship) dan THE CJ CUP, dan kalau masuk TOUR Championship, Anda bisa menambahkan (Sentry) Tournament of Champions dan keempat ajang Major.
”Mendadak Anda melangkah dari peringkat 85 ke peringkat 29, dan Anda bisa melihat sebuah musim di mana sembilan atau sepuluh turnamen yang berbeda sebagai pemain PGA TOUR berstatus penuh.”


