Jeda beberapa hari membantu Anirban Lahiri untuk menyiapkan dirinya menghadapi putaran kedua THE PLAYERS Championship, Minggu (13/3) ini.

Anirban Lahiri sudah tak sabar untuk kembali melanjutkan persaingan pada THE PLAYERS Championship dan memainkan putaran keduanya hari Minggu (13/3) pagi waktu setempat nanti. Dalam kondisi tiga hari di TPC Sawgrass yang diguyur hujan dan menyebabkan berbagai penundaan, Lahiri berhasrat untuk mencoba mengejar juara bertahan Justin Thomas dan Bubba Watson, yang untuk sementara menempati posisi teratas.

Lahiri sempat menuntaskan putaran pertama dan membukukan skor 5-under 67 pada hari Kamis (10/3). Namun, ia menjadi salah satu pemain yang tak bisa melakukan satu pukulan pun, baik pada hari Jumat maupun Sabtu lantaran cuaca buruk terus berlanjut pada ajang yang tahun ini memperebutkan total hadiah US$20 juta atau sekitar Rp286 milyar ini. Tiga hari terakhir Stadium Course telah diguyur curah hujan yang mencapai 4,5 inchi.

Putaran pertama baru benar-benar bisa dituntaskan pada pukul 14:01 hari Sabtu (12/3), 54 jam dan 16 menit sejak putaran pertama dimulai. Adapun 48 dari 71 pemain dalam gelombang pertama berhasil menuntaskan putaran kedua pada Sabtu petang. Namun, 45 dari 72 pemain pada gelombanga kedua hanya bisa memulai putaran kedua dan tidak satu pemain pun bisa menyelesaikannya.

Sang juara bertahan Justin Thomas dan Bubba Watson menampilkan permainan cemerlang di tengah kondisi lapangan yang, di antaranya, menghadapi kecepatan embusan angin yang mencapai 69 kpj. Masing-masing mmembukukan skor 69 dan 68 tanpa membukukan bogey sama sekali untuk putaran kedua mereka dan memimpin puncak klasemen dengan 3-under 141.

”Saya mesti melakukan banyak pukulan rendah, dan chipping dan harus kreatif.” — Anirban Lahiri.

Tommy Fleetwood dan Tom Hoge yang memimpin putaran pertama dengan skor 66 merupakan dua dari sekian banyaknya pemain yang kembali ke Stadium Course pada Minggu pagi nanti untuk melanjutkan putaran kedua mereka. Fleetwood telah mengumpulkan 6-under dalam tiga hole putaran keduanya, sementara Hoge masih belum bisa memulai putaran kedua.

Bagi Lahiri, waktu jeda yang sedemikian lama menjadi sesuatu yang sangat ia syukuri. Ia mengaku bisa mendapatkan istirahat ekstra untuk persiapan memulai putaran keduanya.

”Jeda beberapa hari ini sungguh menyenangkan,” ujar Lahiri. ”Bagus juga melihat pairing kami dan sungguh menyenangkan bisa mendapatkan istirahat karena ini pekan kelima saya bertanding secara berturut-turut. Kemarin (Jumat) saya tidak banyak melakukan apa-apa, hanya tinggal di rumah, makan, istirahat, dan hari ini melakukan peregangan. Saya menonton India vs Sri Lanka pada pertandingan kriket di TV pada paginya dan begitu cuaca mulai cerah saya berangkat ke lapangan, melakukan sejumlah pukulan dan putt. Saya ingin mencicipi perubahan kondisi karena angin dan suhu udara (di TPC Sawgrass).”

Suhu udara diperkirakan berada di antara 2-12 derajat Celsius dan angin berembus hingga 35 kpj. Namun, Lahiri mengaku sudah siap menyambut tantangan ini. Dengan senjata baru berupa penambahan berat 3,5 gram pada clubhead iron-nya, Lahiri kini memiliki akurasi pukulan yang lebih baik. Meskipun dalam lima penampilan sebelumnya pada THE PLAYERS ia hanya bisa lolos cut sekali dan finis di posisi 74 pada tahun 2019, peningkatan permainannya kali ini membuatnya berpotensi memperbaiki catatan permainannya.

”Saya mesti melakukan banyak pukulan rendah, dan chipping dan harus kreatif. Hari ini (Sabtu) saya berusaha untuk menyesuaikan permainan untuk besok (Minggu). Saya menyaksikan beberapa permainan di lapangan dan terlihat brutal. Saya pikir saya sudah siap dan tak sabar untuk besok dna bersiap untuk kondisinya dan berusaha tampil sesiap mungkin. Saya tak sabar untuk bisa ke lapangan dan menikmati diri sendiri. Saya sudah senang dengan proses saya dan akan berusaha untuk mempertahankannya.”