Hideki Matsuyama berniat menuntaskan musim 2020-2021 ini dengan meyakinkan, tatkala ia memulai TOUR Championship hari ini (2/9).

Dengan Jaket Hijau yang kini menghias lemarinya, bintang golf asal Jepang Hideki Matsuyama mengincar musim yang ”sempurna” sembari ia bersiap tampil untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut pada TOUR Championship pekan ini.
Pegolf berusia 29 tahun ini menjadi juara Major pria pertama dari Jepang setelah menorehkan prestasinya pada Masters Tournament bulan April lalu. Kini ia berpeluang meraih hadiah terbesar, FedExCup, pada ajang pamungkas PGA TOUR, yang menjadi Final Playoff musim ini di East Lake Golf Club.
”Menjuarai Masters dan mencapai East Lake mungkin menjadi dua hal yang membuat saya paling gembira dan paling memuaskan,” ujar Matsuyama, yang bersama Patrick Reed, menjadi pegolf dengan penampilan paling banyak pada TOUR Championship di belakang Dustin Johnson (13).
”Sudah menjadi target saya untuk bermain pada TOUR Championship dan bisa melakukannya sejak tahun pertama (2014) hingga delapan kali berturut-tururt membuat saya luar biasa senang. Dan bisa menampilkan permainan gilf terbaik saya di sini akan menjadikan akhir yang sempurna untuk musim ini.”
Finis terbaiknya pada FedExCup ialah ketika finis di posisi 8 pada tahun 2017 setelah memasuki Playoff sebagai peringkat teratas. Juka ingin menulis ulang sejarah golf lagi dengan menjadi pegolf Asia pertama yang menjuarai FedExCup, ia harus mengatasi ketertinggalan sembilan stroke pada putaran pertama. Pimpinan FedExCup saat ini, Patrick Cantlay, telah menjuarai BMW Championship pekan lalu, akan memainkan putaran pertama hari ini dengan skor 10-under.
Meskipun jaraknya sangat besar, Matsuyama bisa menggunakan inspirasi dari gelar PGA TOUR pertamanya pada Memorial Tournament 2014 silam. Kala itu ia memainkan putaran kedua dengan selisih tujuh stroke di belakang sang pimpinan klasemen, sebelum akhirnya menang lewat play-off.
”Saya akan melakukan upaya terakhir untuk menuntaskan musim ini dengan meyakinkan!”
”Mengawali turnamen dengan tertinggal sembilan stroke jelas sulit diatasi, tapi juka bisa melakukan satu demi satu pukulan bagus dalam empat hari, saya tak melihat alasan mengapa saya tak berpeluang menang,” ujar Matsuyama lagi.
”Selain Masters dan WGC-FedEx St. Jude Invitational (di mana ia kalah pada play-off), saya tidak benar-benar mencapai finis yang bagus tahun ini, jadi sulit menyebutkan bagian mana dari permainan saya yang sudah menjadi lebih baik. Namun, saya merasa keseluruhan pukulan saya meningkat.”
Kunjungan tahunannya ke TOUR Championship membuat Matsuyama telah mengenali East Lake dengan baik dan memahami bahwa akurasi driving akan menjadi sangat penting. Saat ini ia ada di peringkat 14 pada Strokes Gained: Tee to Green sepanjang tahun, namun performa putter menjadi sesuatu yang ingin ia tingkatkan karena kini ia ada di posisi 177. Awal pekan ini ia bahkan membawa karpet putting dengan maksud menambah porsi latihannya di kamar hotelnya.
”Menempatkan bola di fairway menjadi sangat penting untuk memberi peluang mendapatkan skor di sini, jadi buat saya, menempatkan posisi di sudut yang tepat dari tee mungkin menjadi bagian yang tersulit,” ujarnya.
”Meskipun statistik putting saya tidak cukup bagus, saya melihat sejumlah peningkatan dan pada akhirnya, semuanya saling terhubung.”
Dengan hadiah sebedar US$15 juta bagi juara FedExCup, Matsuyama berniat untuk membeli rumah jika bisa menciptakan kemenangan dengan menyalip dari belakang pada ajang pamungkas ini. ”Hal pertama yang mungkin saya beli ialah rumah,” ujarnya sambil tertawa. ”Saya bukan oemain yang biasa melakukan hal-hal yang menonjol.
”Saya akan melakukan upaya terakhir untuk menuntaskan musim ini dengan meyakinkan!”