Anirban Lahiri meraih skor terendah sepanjang partisipasinya pada THE PLAYERS Championship.

Sebuah kesaksian kembali ditegaskan tentang pentingnya melakukan penyesuaian pada club yang Anda mainkan guna mencatatkan hasil yang solid. Pegolf India Anirban Lahiri membukukan skor terendah sepanjang keikutsertaannya pada THE PLAYERS Championship pada putaran pertama kemarin (10/3) setelah menambahkan 3,5 gram berat pada iron-nya. Modifikasi tersebut membantunya bermain dengan skor 5-under 67, sekaligus menempati posisi T3 untuk sementara ini.

Putaran pertamanya itu ia raih dengan kombinasi eagle, empat birdie, dan hanya satu bogey, yang menempatkannya saat ini hanya satu stroke di belakang Tommy Fleetwood dan Tom Hoge yang untuk sementara memimpin klasemen. Putaran pertama THE PLAYERS kemarin terpaksa mengalami penundaan hingga empat jam dan 15 menit lantaran gangguan cuaca.

Pegolf India ini menuntaskan putaran pertamanya dalam kondisi hari yang nyaris gelap. Para penggemar golf di Indonesia tentu mengingat situasi serupa ketika ia menjuarai Indonesian Masters tahun 2014 dalam suasana yang sudah mulai gelap. Itulah gelar internasional pertamanya di luar India. Namun, keberhasilannya menuntaskan putaran pertama pada hari pertama itu jelas membuatnya punya waktu yang cukup untuk istirahat. Sebanyak 69 dari 72 pemain pada sesi pagi berhasil menuntaskan putaran pertama mereka. Adapun 60 dari 72 pemain sesi siang berhasil memainkan putaran pertama, meski tidak sampai selesai. Rencananya putaran pertama akan kembali berlangsung pukul 07:15, Jumat (11/3), waktu setempat.

”Rasanya sangat baik,” ujar Lahiri sambil tersenyum. ”Sungguh menyenangkan bisa benar-benar membuat momentum pada sejumlah putt. Sudah pasti ada bonus besar ketika melihat bola menghilang setelah memukul dari tengah fairway. (Eagle) di hole 6 itu sungguh menyenangkan. Menurut saya putaran kali ini sangat mirip dengan permanan saya beberapa pekan terakhir. Satu-satunya perbedaan ialah saya berhasil mengamankan skor, dan beberapa kali ketika bola saya di luar posisi yang semestinya, saya masih bisa mendapat par. Sangat memuaskan. Saya sudah berlatih keras untuk membersihkan permainan, jadi sangat senang bisa melihat semuanya berjalan dengan baik.”

Stadium Course di TPC Sawgrass yang sangat menuntut permainan prima ini masih memaksa Lahiri mendapatkan bogey. Dalam lima penampilannya pada ajang ini, ia telah empat kali gagal lolos cut dan finis T74 pada tahun 2019. Permainannya sepanjang musim ini juga terbilang mengecewakan. Dalam 12 turnamen yang ia ikuti, sudah tujuh kali ia gagal lolos cut dan hanya mencapai T40 sebagai finis terbaiknya.

 

 

Permainannya kali ini seakan menunjukkan angin perubahan pada performanya. Dan ia menyebut penambahan beban pada iron menjadi kunci lain yang menciptakan perbedaan.

”Saya pikir perbedaan terbesar ialah kami melakukan perubahan pada iron pada pekan ini. Saya mengubah beratnya, dan iron sudah menjadi kelemahan saya selama ini, dan sekarang hasilnya menjadi lebih baik. Saya merasa percaya diri saya juga menjadi lebih baik, sangat positif,” ujar pegolf yang masih mencari gelar PGA TOUR pertamanya ini.

”Mungkin sesuatu yang minor. Saya menambah mungkin sekitar 3,5 gram berat untuk seluruh iron saya. Mungkin terkesan ngawur, namun keputusan ini memberi perbedaan 9, 11 meter pada jalur pukulan. Beberapa pekan terakhir ini saya secara khusus bermain di lapangan-lapangan yang sulit, dan meleset 3,5 atau 4,5 meter meleset dan bakal berakhir dengan enam pukulan ketimbang tiga pukulan. Dan saya sering mendapatkannya. Jadi, rasanya frustrasi saja ketika tahu swing Anda tidak buruk, tapi malah tidak bisa mendapatkan hasil yang Anda inginkan. Jadi, rasanya sama-sama memuaskan ketika semuanya bisa selaras seperti ini.”

Setelah menghabiskan 12 jam di lapangan pada ajang yang memperebutkan total hadiah sekitar Rp286 milyar ini, Lahiri jelas puas bisa tidur dengan tenang setelah menuntaskan hole terakhirnya dengan par dalam suasana nyaris gelap.

”Bisa dibilang hampir gelap. Sangat menyenangkan melihat bolanya masuk (untuk par) karena cuaca kedengarannya tidak begitu bagus besok. Mungkin bisa lebih buruk daripada hari ini (Kamis). Saya jelas tidak ingin bangun pukul 05:00 dan ke lapangan dan harus melakukan dua atau tiga pukulan tanpa harus mengetahui kapan bisa melakukannya karena malam ini kabarnya hujan akan turun. Jadi, saya senang bisa menuntaskan putaran saya,” tandasnya.